|
26 Februari 2026
HEADLINE - MOBIL
Penjualan Xiaomi SU7 Ultra Akhirnya Anjlok
![]() Penjualan Xiaomi SU7 Ultra mengalami penurunan tajam dalam beberapa bulan terakhir di pasar Cina. Varian performa tinggi dari sedan listrik Xiaomi itu kini hanya terjual puluhan unit per bulan, jauh dibandingkan capaian awalnya yang sempat menembus ribuan unit. Berdasarkan data penjualan terbaru yang dikutip CarnewsChina, beberapa waktu yang lalu, SU7 Ultra hanya mencatatkan penjualan sekitar 45 unit pada Desember 2025. Angka ini kontras dengan performa terbaiknya pada Maret di tahun yang sama, yaitu 3.000 unit. Setelah fase awal peluncuran, penjualan SU7 Ultra sempat stabil di kisaran 2.000 hingga 3.000 unit per bulan, sebelum akhirnya mulai menurun secara konsisten memasuki paruh kedua tahun. Tren penurunan mulai terlihat pada September, ketika penjualan turun di bawah 500 unit. Kondisi tersebut berlanjut pada Oktober dengan sekitar 130 unit terjual, lalu merosot lagi di November hingga di bawah 100 unit, sebelum akhirnya menyentuh level terendah pada Desember. Sejumlah faktor dinilai memengaruhi melemahnya permintaan SU7 Ultra. Salah satunya harga yang relatif tinggi untuk segmen sedan listrik performa. Selain itu, beberapa isu yang muncul setelah pengiriman ke konsumen, seperti polemik terkait materi promosi, skema pembayaran uang muka, hingga laporan teknis pascakecelakaan, turut disebut berdampak pada persepsi konsumen. Meski demikian, secara kumulatif penjualan Xiaomi SU7 Ultra tetap mampu melampaui target awal yang ditetapkan perusahaan. Angka distribusi unit secara keseluruhan berhasil menembus ambang lebih dari 10.000 unit, sebuah capaian yang menunjukkan antusiasme pasar terhadap model performa tinggi tersebut sejak awal kehadirannya. Keberhasilan melampaui target itu menjadi indikasi bahwa strategi peluncuran yang dilakukan pada tahap awal berjalan efektif. Minat konsumen terhadap kendaraan listrik premium berperforma tinggi tampak sangat kuat, terutama karena kombinasi desain, teknologi, dan citra merek yang sedang naik daun di pasar otomotif. Namun demikian, distribusi penjualan tidak berlangsung merata sepanjang periode pemasaran. Sebagian besar unit terjual dalam waktu relatif singkat setelah peluncuran resmi, ketika perhatian publik dan pemberitaan media berada pada puncaknya. Fase awal ini menjadi kontributor terbesar terhadap total penjualan kumulatif. Setelah periode tersebut berlalu, laju penjualan mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan yang cukup signifikan. Fenomena ini umum terjadi pada produk baru, ketika efek euforia peluncuran mulai mereda dan pasar beralih pada pertimbangan yang lebih rasional seperti harga, ketersediaan, serta persaingan dari model lain. Dengan demikian, meskipun target awal telah terlampaui, tren penurunan setelah fase awal tetap menjadi perhatian penting bagi perusahaan. Ke depan, strategi pemasaran dan pembaruan produk kemungkinan diperlukan agar momentum penjualan dapat kembali stabil dan tidak hanya bergantung pada lonjakan permintaan saat peluncuran. Simak video berikut : Sumber : avolta.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
