| » Pilih mana, Bagnaia Pergi atau Marquez Pensiun? « |
|
01 November 2025
SPORTS - MOTOR
Ducati Diantara Dua Pilihan, Bagnaia Pergi Atau Marquez Pensiun?
![]() Masa depan tim Ducati Lenovo kembali jadi sorotan menjelang MotoGP 2026. Setelah setahun duet impian Francesco Bagnaia dan Marc Marquez terbentuk, hasilnya justru jauh dari ekspektasi. Alih-alih menjadi kombinasi paling kuat, perbedaan performa keduanya terlihat sangat kontras sepanjang musim 2025. Marquez tampil luar biasa dengan mencetak 25 kemenangan, termasuk di balapan utama dan sprint race, sekaligus mengamankan gelar juara dunia MotoGP ketujuhnya dengan lima seri tersisa. Sementara itu, Bagnaia justru kesulitan mempertahankan ritme, bahkan sempat finis di posisi belakang dalam GP Indonesia dan Australia. Kondisi ini membuat rumor kepergian Bagnaia dari Ducati semakin kuat. Sejumlah pengamat menilai pebalap asal Italia itu mengalami penurunan kepercayaan diri akibat dominasi Marquez. Salah satunya datang dari pengamat MotoGP asal Spanyol, Ricard Jove, yang menilai Bagnaia tidak akan bisa bersaing selama berada di satu garasi dengan Marquez. ![]() “Kita semua melihat Marc sangat berhati-hati di Motegi hanya untuk memastikan gelar juara, dan di Malaysia pun masih bisa bersaing meski ada masalah. Pecco (Bagnaia) belum pernah mencapai level Marc, baik dari segi kecepatan maupun konsistensi,” ujar Jove dalam podcast Duralavita, dikutip dari Motosan. Menurut Jove, tekanan besar dari Marquez mungkin sudah memengaruhi kondisi psikologis Bagnaia. Ia menambahkan bahwa internal tim Ducati tampak enggan membahas hal tersebut secara terbuka. “Saya yakin teknisi Ducati tahu ada yang tidak beres, tapi mereka berhati-hati karena citra tim dan kontrak dengan pebalap,” lanjutnya. Namun, Jove juga menyebut Ducati turut berperan dalam performa Bagnaia yang menurun. Ia menilai pabrikan asal Italia itu terlambat menyesuaikan motor sesuai permintaan Bagnaia. “Sekarang performanya mulai membaik, tapi itu terjadi terlalu lambat. Ia harusnya bisa bersaing untuk podium sejak awal musim,” kata Jove. Sementara rumor menyebut Francesco Bagnaia akan hengkang lebih cepat dari Ducati, Jove justru melempar skenario sebaliknya. Ia membuka kemungkinan bahwa justru Marquez yang akan lebih dulu meninggalkan tim merah, entah karena cedera kronis atau keinginan pensiun di akhir 2026. “Kalau Marc memutuskan untuk berhenti, saya rasa Alex Marquez atau Fermin Aldeguer bisa menjadi kandidat kuat untuk menggantikannya,” ujar Jove dengan keyakinan tinggi. Menurutnya, kedua pebalap tersebut memiliki potensi besar dan kemampuan yang cukup untuk mengisi posisi penting yang ditinggalkan Marc. Keduanya juga dinilai telah menunjukkan konsistensi performa yang mengesankan di lintasan. Jove menilai bahwa Alex Marquez memiliki pengalaman dan kedewasaan balap yang bisa menjadi modal kuat untuk naik ke posisi utama. Selain itu, hubungan keluarga dengan Marc serta pemahaman mendalam terhadap karakteristik motor Ducati menjadi nilai tambah. Di sisi lain, Fermin Aldeguer yang masih muda dinilai memiliki gaya balap agresif dan kecepatan alami yang bisa menarik perhatian tim besar. Kedua nama tersebut menjadi pusat perhatian dalam berbagai spekulasi menjelang musim baru. Banyak pengamat menilai bahwa siapa pun yang akan menggantikan Marc harus mampu menanggung ekspektasi besar dari publik dan tim. Ducati sendiri diyakini tidak akan mengambil keputusan terburu-buru, mengingat peran penting posisi tersebut dalam menjaga keseimbangan performa tim di MotoGP. Dengan kontrak kedua pebalap yang masih berlaku hingga akhir 2026, keputusan Ducati akan menjadi salah satu topik hangat dalam bursa transfer mendatang. Semua mata akan tertuju pada langkah strategis yang diambil tim asal Italia itu. Keputusan ini tidak hanya akan memengaruhi komposisi pebalap, tetapi juga arah pengembangan motor dan strategi jangka panjang Ducati di kompetisi MotoGP. Sumber : ligaolahraga.com
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
