PT. CITRA LODOK LESTARI
27 Februari 2026
HEADLINE - MOBIL
Paten Subaru: Transmisi Manual Palsu Mobil Listrik


Subaru telah mengajukan paten teknologi, yang menghadirkan sensasi transmisi manual untuk  mobil listrik dan hybrid. Teknologi dari pabrikan asal Jepang ini, terdaftar sebagai Jackrabbit Start Suppression Device, yang diklaim mampu memberikan pengalaman berkendara ala mobil manual, lengkap dengan pedal kopling dan tuas persneling yang terasa nyata, meskipun tidak ada transmisi mekanis yang sebenarnya.

Berdasarkan dokumen paten, yang disitat dari Carbuzz, sistem transmisi manual palsu untuk mobil listrik milik Subaru ini, menggunakan sensor dan modul kontrol elektronik untuk mensimulasikan interaksi antara pedal kopling, tuas H-pattern, dan respons motor listrik.Suku cadang mobil

Komponen-komponen ini tidak terhubung secara mekanis seperti di mobil konvensional, tetapi pengendalian keluaran tenaga, dan torsi motor listrik disesuaikan dengan input dari pedal dan tuas untuk menciptakan rasa perpindahan gigi yang lebih realistis.


Salah satu fitur paling menarik dari paten ini, adalah keamanannya. Seperti halnya dengan kendaraan manual konvensional, mobil tidak bisa dinyalakan jika pedal kopling tidak ditekan terlebih dulu, meskipun kopling tersebut sebenarnya bekerja melalui sinyal elektronik daripada penggerak mekanis.

Hal ini menunjukkan Subaru ingin menghadirkan pengalaman berkendara yang benar-benar menyerupai mobil transmisi manual konvensional. Pendekatan ini tidak sekadar kosmetik, tetapi mencakup prosedur dasar seperti proses menyalakan mesin yang tetap membutuhkan keterlibatan aktif dari pengemudi, layaknya kendaraan manual tradisional.

Dengan demikian, pengemudi tidak hanya berperan sebagai penumpang yang mengarahkan kendaraan, tetapi juga sebagai bagian penting dari proses operasional mobil. Sensasi interaksi ini dirancang untuk membangkitkan kembali rasa kendali dan koneksi emosional yang selama ini identik dengan mobil bertransmisi manual.

Langkah tersebut juga mengindikasikan bahwa Subaru memahami masih adanya kelompok penggemar otomotif yang merindukan pengalaman berkendara klasik. Di tengah tren elektrifikasi dan otomatisasi, menghadirkan sensasi manual dianggap sebagai cara untuk mempertahankan karakter berkendara yang lebih hidup dan engaging.

Selain itu, sistem yang dikembangkan tampaknya dirancang fleksibel dengan kemampuan berpindah antara mode manual dan otomatis. Fleksibilitas ini memungkinkan kendaraan tetap relevan untuk berbagai situasi penggunaan, mulai dari perjalanan santai hingga kondisi lalu lintas padat yang menuntut kemudahan pengoperasian.

Pengemudi yang menginginkan keterlibatan penuh dapat memilih mode manual untuk merasakan sensasi mengemudi yang lebih aktif dan responsif. Mode ini cocok bagi mereka yang menikmati kontrol langsung terhadap kendaraan serta ingin merasakan pengalaman berkendara yang lebih dinamis dan personal.

Sebaliknya, ketika menghadapi kemacetan stop-and-go atau menginginkan kenyamanan berkendara listrik yang praktis, pengemudi dapat beralih ke mode otomatis. Dengan begitu, kendaraan mampu menawarkan keseimbangan antara kesenangan mengemudi dan kemudahan penggunaan sehari-hari tanpa harus mengorbankan salah satunya.

Simak video berikut :

Sumber : avolta.id
viewed :: 148
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net