|
27 Februari 2026
HEADLINE - MOBIL
Ford-Xiaomi Bantah Isu Kolabs Produksi EV Di AS
![]() Rumors tentang kemungkinan kerjasama antara Ford dan Xiaomi untuk memproduksi mobil listrik (electric vehicle/EV) di Amerika Serikat (AS) telah dibantah oleh kedua perusahaan. Isu ini awalnya muncul dari laporan Financial Times yang menyebutkan bahwa Ford dikabarkan sempat melakukan pembicaraan awal dengan Xiaomi terkait produksi EV. Demikian dikutip CarnewsChina, beberapa waktu yang lalu. Menurut laporan tersebut, diskusi itu membuka peluang bagi kedua pihak untuk membentuk usaha patungan (joint venture) agar dapat memproduksi kendaraan listrik di pasar AS. Namun, baik Ford maupun Xiaomi resmi mengklarifikasi kabar tersebut tidak benar sama sekali. Juru bicara Xiaomi menyatakan bahwa laporan mengenai negosiasi usaha patungan dengan Ford tidak akurat. Xiaomi juga menegaskan saat ini mereka tidak menjual produk atau layanan di AS. Pernyataan ini diperkuat oleh penegasan Ford yang menyebut isu tersebut tidak memiliki dasar faktual. Sebelumnya, dalam beberapa pernyataannya, CEO Ford Jim Farley pernah memuji teknologi kendaraan listrik asal Cina dan mengakui adanya ancaman kompetitif dari produsen Tiongkok terhadap pembuat mobil Barat. Ia bahkan diketahui pernah mengimpor salah satu model listrik Xiaomi untuk penggunaan pribadi, menunjukkan ketertarikan pada inovasi teknologi otomotif asal Cina. Meski isu kerja sama dengan Xiaomi telah dibantah secara tegas oleh pihak terkait, laporan yang beredar tetap memunculkan spekulasi luas di industri otomotif. Kabar tersebut menyebut adanya pendekatan strategis yang sempat dijajaki, meskipun akhirnya tidak berlanjut menjadi kesepakatan resmi antara kedua perusahaan. Dalam laporan yang sama, disebutkan pula bahwa Ford dikabarkan tidak hanya dikaitkan dengan Xiaomi. Produsen asal Amerika Serikat itu disebut pernah membuka komunikasi atau pembicaraan awal dengan pabrikan otomotif Cina lainnya untuk mengeksplorasi peluang kolaborasi di tengah perubahan industri global. Salah satu nama yang ikut terseret dalam laporan tersebut adalah BYD, yang dikenal sebagai salah satu pemain besar kendaraan listrik dari Tiongkok. Disebutkan bahwa Ford sempat mengadakan pembicaraan serupa guna menjajaki kemungkinan sinergi, meski tidak ada konfirmasi resmi mengenai detailnya. Informasi ini memicu perhatian karena menunjukkan bahwa Ford dinilai terbuka terhadap potensi kemitraan strategis dengan perusahaan otomotif Cina. Langkah tersebut dianggap sebagai respons terhadap kompetisi yang semakin ketat, terutama dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik dan rantai pasok baterai. Walaupun demikian, tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai tahap pembicaraan yang disebutkan dalam laporan itu. Tidak dijelaskan apakah diskusi tersebut masih berada pada level eksplorasi awal atau sudah memasuki tahap yang lebih serius sebelum akhirnya tidak dilanjutkan. Secara keseluruhan, meski kerja sama dengan Xiaomi telah dibantah, laporan mengenai komunikasi Ford dengan pabrikan Cina lain seperti BYD tetap menjadi sorotan. Hal ini memperlihatkan dinamika industri otomotif global yang mendorong produsen besar mempertimbangkan berbagai opsi strategis di tengah transisi elektrifikasi. Simak video berikut : Sumber : avolta.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
