PT. CITRA LODOK LESTARI
27 Februari 2026
HEADLINE - MOBIL
Penjualan Mobil Bensin Cina Anjlok, Tergerus Kendaraan Listrik


Penjualan kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) atau  mobil bensin di Cina terus menunjukkan tren penurunan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Data terbaru menunjukkan jumlah mobil bensin yang terjual di pasar domestik turun dari sekitar 17,8 juta unit pada 2020 menjadi 10,85 juta unit pada 2025. Demikian dikutip CarnewsChina, beberapa waktu yang lalu.

Penurunan itu cukup besar, hampir 7 juta unit atau sekitar 39% selama enam tahun terakhir. Pertumbuhan negatif ini mencerminkan pergeseran preferensi konsumen secara drastis dari kendaraan konvensional ke kendaraan energi baru (NEV).

Besarnya penurunan penjualan mobil bensin terjadi bersamaan dengan meluasnya penetrasi kendaraan listrik dan model hibrida di Tiongkok. Kendaraan energi baru, termasuk  EV, plug-in hybrid, dan hibrida ringan, kini menguasai lebih dari setengah pasar mobil penumpang domestik.


Di tengah tren penurunan tersebut, beberapa model mobil bensin lama masih mampu mempertahankan angka penjualan yang relatif kuat. Misalnya, Nissan Sylphy mencatat penjualan sekitar 320.000 unit, Volkswagen Lavida sekitar 270.000 unit, serta Volkswagen Sagitar sebanyak 256.000 unit di 2025.

Sementara itu, model besutan pabrikan domestik menunjukkan tren yang lebih positif di segmen ICE. Geely dengan crossover Xingyue L dan Boyue mencatat pertumbuhan penjualan sampai 148 % untuk Boyue, menandakan adanya segmen yang masih mempertahankan ketertarikan terhadap mesin bensin di tengah dominasi NEV.

Tantangan bagi merek global juga semakin nyata. Produsen luar seperti Nissan dan Honda mengalami penurunan tajam dalam penjualan tradisional mereka di Cina karena konsumen lebih cepat beralih ke model listrik atau hibrida yang kini lebih relevan dengan preferensi pasar lokal.

Penurunan penjualan kendaraan bermesin pembakaran internal atau ICE semakin terasa dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini tidak hanya dipengaruhi perubahan preferensi konsumen, tetapi juga oleh pergeseran besar menuju kendaraan listrik yang berkembang sangat cepat di berbagai pasar utama dunia.

Situasi tersebut kian diperparah oleh dominasi pabrikan asal Tiongkok dalam penetrasi kendaraan listrik atau EV. Produsen Cina mampu menawarkan produk dengan harga kompetitif, teknologi mutakhir, serta kapasitas produksi besar, sehingga memperluas pangsa pasar mereka secara signifikan di tingkat global.

Keunggulan tersebut tidak hanya terletak pada kendaraan itu sendiri, tetapi juga pada dukungan ekosistem yang kuat. Infrastruktur pengisian daya di Tiongkok berkembang pesat dengan jaringan stasiun pengisian yang semakin luas dan mudah diakses, memberikan rasa aman bagi konsumen yang beralih ke EV.

Dengan kombinasi harga kompetitif, teknologi canggih, serta dukungan infrastruktur yang semakin lengkap, kendaraan listrik dari pabrikan Cina semakin mendominasi. Dampaknya, penjualan kendaraan ICE semakin tertekan karena konsumen memiliki alternatif yang dianggap lebih efisien dan sesuai dengan tren masa depan.

Simak video berikut :

Sumber : avolta.id
viewed :: 151
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net