| » Jadwal WorldSBK Belanda 2026 « |
|
16 April 2026
SPORTS - MOTOR
Hafizh Syahrin Lakukan Selebrasi Berbahaya, Didenda 500 Dolar AS
![]() Mantan pebalap MotoGP, Hafizh Syahrin, harus membayar denda 500 dolar AS (Rp8,5 juta) setelah dianggap melakukan selebrasi berbahaya. Ini dilakukannya usai meraih kemenangan di ajang Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026. Hafizh Syahrin yang meraih kemenangan langsung melakukan selebrasi dengan mengendurkan gasnya sesaat setelah garis finis. Padahal, dibelakangnya ada pebalap Andi Farid Izdihar atau Andi Gilang yang sedang bertarung dengan Keito Abe. Andi Gilang yang meluncur langsung ke arah Hafizh Syahrin hampir mengalami kecelakaan serius. Beruntung, Andi Gilang memiliki refleks yang baik sehingga bisa menghindar sebelum terjadi insiden fatal. Hal ini mengingatkan pada insiden yang terjadi padarider legenda Indonesia, M. Fadli. Ia mengalami kecelakaan fatal setelah diseruduk oleh rival setelah garis finis saat sedang selebrasi. Kecelakaan tersebut membuat kakinya harus diamputasi karena mengalami cedera serius. Hafizh Syahrin yang dianggap membahayakan pebalap lain dijatuhkan penalti oleh Race Direction. Pebalap asal Malaysia itu dianggap melanggar Artikel 1.21.18 dan 1.21.2.3. Selain harus membayar denda 500 dolar AS, ia juga mendapatkan long lap penalty pada balapan berikutnya. Selebrasi yang dilakukan oleh Hafizh Syahrin sebenarnya sah dilakukan apabila memiliki keunggulan jarak yang cukup jauh dari pebalap di belakangnya. Sehingga rivalnya bisa memilih sisi lintasan lain setelah menyentuh garis finis agar tidak terjadi tabrakan. Pada seri pertama ARRC 2026, tercatat ada empat hukuman yang dikeluarkan oleh Race Direction di seluruh kelas. Pada kelas UB150, Rendy Odding terkena denda 100 dolar AS karena helm belum memiliki stiker verifikasi “OK”. Di kelas yang sama, Gupita Kresna terkena denda 500 dolar AS karena melakukan manuver yang membahayakan pebalap lain. Sementara di kelas AP250, Badly Ayatullah harus membayar denda 1.500 dolar AS karena tidak mengunci tali pengikat helm sesuai prosedur. Keputusan yang dikeluarkan Race Direction ARRC menunjukkan semakin ketatnya ajang balap tersebut. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan seluruh pebalap yang berkompetisi di kejuaraan balap motor Asia tersebut. Sumber : otodream.com
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
