PT. CITRA LODOK LESTARI
16 Maret 2026
HEADLINE - MOBIL
BMW Dan CATL Kolabs: Kurangi Jejak Karbon Baterai EV


BMW Group dan Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL) memperkuat kolaborasi strategis ke level baru, dengan fokus pada pertukaran data dan pengurangan jejak karbon di industri kendaraan listrik.

Kolaborasi ini tidak lagi sebatas pengadaan baterai, tetapi menuju koordinasi yang lebih luas dalam rantai pasok baterai yang lebih bersih dan transparan. Demikian dikutip laman CnEVPost, beberapa waktu yang lalu. Kesepakatan tersebut tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani kedua pihak di Beijing, bertepatan dengan kunjungan Kanselir Jerman Friedrich Merz ke Cina.

“Kolaborasi dan inovasi terbuka menjadi kunci penting dalam transisi menuju mobilitas rendah karbon. Dengan memperkuat kerjasama ini, kami tidak hanya memperkuat posisi BMW dalam strategi elektrifikasi global, tetapi juga memberi kontribusi nyata untuk rantai pasok baterai yang lebih bersih,” ujar Chairman BMW Group, Oliver Zipse.


Langkah ini sekaligus mencerminkan evolusi hubungan BMW dan CATL yang sudah berlangsung sejak 2012, dari sekadar hubungan pemasok-pembeli menjadi kerja sama institusional dalam aspek keberlanjutan.

Dalam MoU itu, kedua perusahaan sepakat meluncurkan proyek percontohan berbasis pertukaran data yang terpercaya serta pencatatan jejak karbon dalam kerangka Battery Passport, sebuah sistem yang bertujuan menyediakan informasi lengkap mulai dari bahan baku hingga produk akhir baterai dalam kendaraan listrik.

Sistem yang dikembangkan tersebut dirancang untuk memanfaatkan ekosistem data Catena-X yang bersifat standar dan terbuka. Pendekatan ini memungkinkan berbagai pihak dalam rantai pasok industri otomotif untuk saling terhubung melalui platform data yang sama, sehingga pertukaran informasi dapat dilakukan secara lebih konsisten dan terstruktur.

Melalui pemanfaatan ekosistem data Catena-X, sistem ini memungkinkan proses penghitungan jejak karbon baterai dilakukan dengan metode yang lebih akurat. Data yang terintegrasi dari berbagai tahap produksi hingga distribusi dapat dianalisis secara menyeluruh, sehingga perhitungan emisi yang dihasilkan baterai kendaraan listrik menjadi lebih dapat dipertanggungjawabkan.

Selain meningkatkan akurasi, penggunaan sistem berbasis ekosistem data terbuka ini juga bertujuan menciptakan transparansi yang lebih besar dalam pelaporan jejak karbon baterai. Informasi yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai dampak lingkungan dari proses produksi baterai kendaraan listrik.

Inisiatif pengembangan sistem tersebut merupakan bagian dari respons industri otomotif terhadap regulasi lingkungan yang semakin ketat di berbagai kawasan dunia. Produsen kendaraan dan pemasok komponen kini dituntut untuk mampu menunjukkan secara jelas dampak lingkungan dari produk yang mereka hasilkan.

Tekanan regulasi tersebut terlihat terutama di wilayah seperti Uni Eropa yang telah menerapkan persyaratan lebih ketat terkait transparansi emisi. Di kawasan ini, produsen diwajibkan mengungkapkan jejak karbon baterai kendaraan listrik, sehingga mendorong industri otomotif untuk mengembangkan sistem pelacakan emisi yang lebih akurat dan terbuka.

Simak video berikut :

Sumber : avolta.id
viewed :: 182
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
Copyright 2013 motormobile.net