PT. CITRA LODOK LESTARI
25 Maret 2026
SPORTS - MOBIL
Kepercayaan Helmut Marko Pada Verstappen Dan Red Bull Tetap Tinggi


Helmut Marko tetap optimis terhadap Max Verstappen dan Red Bull, meskipun mereka memulai musim F1 dengan buruk. Pebalap Belanda tersebut harus berjuang keras dari posisi ke-20 di grid untuk mencapai posisi keenam setelah insiden mendadak di Q1 yang membuatnya keluar lebih awal dari sesi kualifikasi.

Kondisi tidak membaik saat tim tiba di Sirkuit Internasional Shanghai. Faktanya, situasi justru semakin memburuk. Mobil RB22 terbukti bermasalah, dan baik juara dunia F1 empat kali maupun rekan setim barunya, Isack Hadjar, kesulitan mengatasi permasalahan tersebut.

Setelah sebelumnya bersaing dengan McLaren untuk posisi ketiga terbaik di Melbourne, tim yang berbasis di Milton Keynes ini mendapati diri mereka harus bertarung dengan Haas milik Oliver Bearman dan Alpine dari Pierre Gasly, dan mereka kalah dalam pertarungan itu. Meski Hadjar berhasil mencapai garis finis di Grand Prix Cina, meraih empat poin dengan finis di posisi kedelapan, Verstappen terpaksa mundur karena kebocoran cairan pendingin.


Meskipun awal tahun yang menyedihkan, yang membuat Red Bull berada di posisi kelima dalam klasemen konstruktor, Marko tetap mendukung tim dan Verstappen untuk bangkit. "Red Bull dikenal mampu mengejar ketertinggalan dengan cepat dan efektif," kata pria Austria berusia 82 tahun itu kepada OE24. "Jadi, apa pun masih mungkin terjadi."

Marko menjelaskan bahwa pembatalan Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi ternyata memberikan keuntungan bagi tim minuman energi ini, meskipun pandangan Hadjar mungkin berbeda. Ia menekankan bahwa pembatalan dua balapan di bulan April memberi tim lebih banyak waktu untuk mempersiapkan strategi dan pengembangan mobil dengan lebih matang.

Menurut Marko, keuntungan utama dari pembatalan dua balapan tersebut adalah kesempatan bagi tim untuk fokus pada peningkatan performa mobil dan strategi balap. Dengan tambahan waktu ini, mereka dapat menyempurnakan aspek teknis yang mungkin terlewatkan jika balapan tetap berlangsung sesuai jadwal semula.

Hadjar dan Marko sepakat bahwa pembatalan ini bukan sekadar kehilangan dua kesempatan untuk meraih poin. Keduanya melihat situasi ini sebagai peluang untuk memperkuat tim dan memastikan bahwa mobil yang digunakan benar-benar siap menghadapi balapan berikutnya dengan performa optimal.

Marko menekankan bahwa jika tim tidak memiliki mobil yang mampu bersaing di depan dan mencetak poin, pembatalan balapan bukanlah kerugian. Sebaliknya, hal ini justru bisa menjadi kesempatan untuk memperbaiki kelemahan dan meningkatkan kesiapan teknis untuk seri-seri berikutnya di musim ini.

Pandangan Marko menyoroti pentingnya kesiapan teknis dan strategi daripada sekadar jumlah balapan. Ia percaya bahwa memiliki waktu tambahan untuk pengembangan dapat lebih berdampak pada hasil akhir tim dibandingkan hanya mengikuti semua balapan tanpa persiapan yang matang.

Kesepakatan antara pengemudi Prancis dan mentor lamanya menunjukkan bahwa perspektif tentang pembatalan balapan tidak selalu negatif. Mereka melihat hal ini sebagai peluang untuk memaksimalkan potensi tim, menegaskan bahwa keberhasilan di musim ini sangat bergantung pada kualitas mobil dan strategi, bukan hanya jumlah balapan yang diikuti.

Sumber : ligaolahraga.com
viewed :: 145
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net