|
15 Maret 2026
HEADLINE - MOBIL
Otoritas Selidiki Tabrakan Taksi Otonom Waymo Di Amerika Serikat
![]() Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (National Highway Traffic Safety Administration/NHTSA) diwartakan sedang menyelidiki insiden tabrakan taksi otonom yang dioperasikan oleh Waymo, perusahaan milik Alphabet Inc., perusahaan induk Google. Drive pada Senin mewartakan bahwa berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh NHTSA, insiden itu terjadi pada masa pengantaran anak ke sekolah. Anak yang tertabrak dilaporkan berlari ke jalan dari belakang sebuah SUV yang parkir sembarangan. Waymo mengklaim sistem otonom pada kendaraan bereaksi segera setelah anak itu muncul dalam bidang pandangnya, mengerem mendadak, dan memperlambat laju kendaraan hingga sekitar 10 km per jam pada titik benturan. Insiden tabrakan itu dilaporkan hanya menyebabkan cedera ringan. Anak yang tertabrak dilaporkan bisa berdiri dan menjauh dari lokasi tabrakan.??????? Waymo mengklaim bahwa pengemudi manusia tidak akan mampu menandingi waktu reaksi sistem pengemudi otomatisnya, dan mungkin melaju dengan kecepatan dua kali lipat pada saat tabrakan. Segera setelah kejadian, kendaraan juga dilaporkan berhenti, menepi, dan menghubungi layanan darurat. NHTSA menyelidiki insiden tersebut untuk menentukan bagaimana kendaraan otonom tersebut beroperasi sebelum dan sesudah kejadian, dengan mempertimbangkan kecepatan mengemudi di area yang ramai, dan bagaimana kendaraan tersebut bereaksi setelah tabrakan terdeteksi.??????? Waymo telah menghadapi sejumlah kritik yang berkaitan dengan cara sistem kendaraan otonomnya merespons berbagai situasi di jalan raya. Kritik tersebut muncul dari pengamat keselamatan, regulator, serta sebagian pengguna jalan yang menilai bahwa perilaku kendaraan tanpa pengemudi masih perlu disempurnakan agar mampu menghadapi kondisi lalu lintas yang kompleks. Salah satu sorotan utama terhadap sistem kendaraan otonom Waymo berkaitan dengan respons kendaraan ketika menghadapi situasi darurat. Dalam beberapa kasus yang dibahas oleh para pengamat keselamatan, muncul pertanyaan mengenai seberapa cepat dan tepat kendaraan dapat mengenali keadaan darurat serta menyesuaikan perilaku berkendara secara aman. Selain situasi darurat umum di jalan raya, perhatian juga tertuju pada bagaimana kendaraan Waymo beroperasi di sekitar kendaraan sekolah. Area di sekitar bus sekolah sering kali memiliki aturan keselamatan yang lebih ketat, sehingga sistem kendaraan otonom diharapkan mampu mengenali situasi tersebut secara akurat dan meresponsnya dengan sangat hati-hati. Kritik yang diarahkan kepada Waymo ini umumnya berkaitan dengan upaya memastikan bahwa teknologi kendaraan tanpa pengemudi benar-benar dapat beroperasi secara aman dalam berbagai kondisi lalu lintas. Para pengamat menilai bahwa kemampuan sistem untuk membaca situasi yang sensitif sangat penting demi menjaga keselamatan pengguna jalan lainnya. Meskipun demikian, diskusi mengenai respons kendaraan otonom Waymo dalam situasi darurat maupun di sekitar kendaraan sekolah juga menjadi bagian dari proses pengembangan teknologi tersebut. Kritik dan evaluasi tersebut diharapkan dapat mendorong penyempurnaan sistem agar kendaraan otonom mampu beroperasi dengan tingkat keselamatan yang lebih tinggi. Sumber : otomotif.antaranews.com
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
