|
03 Maret 2026
HEADLINE - MOBIL
Jeep Hentikan Produksi PHEV Di Amerika Utara Mulai 2026
![]() Kabar mengejutkan datang dari Stellantis, salah satu merek populernya Jeep dilaporkan diam-diam menghentikan produksi lini PHEV di Amerika Utara. Menurut laporan dari Carscoops, dikutip, beberapa waktu yang lalu, salah seorang juru bicara mengatakan hal tersebut dilakukan karena bergesernya permintaan pelanggan. "Stellantis akan secara bertahap menghentikan program PHEV di Amerika Utara mulai tahun 2026," ungkap perusahaan. Juru bicara tersebut mengungkapkan pada tahun yang sama akan fokus pada pada solusi elektrifikasi yang lebih kompetitif, yang memang solusi tersebut paling sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Ini adalah perubahan besar karena menandai berakhirnya produksi Wrangler 4xe dan Grand Cherokee 4xe serta Chrysler Pacifica Hybrid. Tampaknya Dodge Hornet plug-in hybrid juga akan dihentikan produksinya, yang mungkin tidak terlalu mengejutkan mengingat Alfa Romeo Tonale yang serupa beralih ke mesin bensin saja untuk tahun 2026. Stellantis secara efektif telah menghentikan produksi mobil PHEV di Amerika Utara. Namun, keputusan tersebut tampaknya tidak semata-mata didasarkan pada faktor penawaran dan permintaan pasar, melainkan kemungkinan dipengaruhi oleh pertimbangan lain yang lebih kompleks di balik layar. Langkah penghentian ini memunculkan spekulasi bahwa terdapat faktor tambahan selain dinamika pasar. Situasi tersebut menunjukkan bahwa strategi produk di kawasan Amerika Utara tengah dievaluasi ulang, terutama terkait posisi kendaraan plug-in hybrid dalam portofolio merek-merek di bawah payung Stellantis. Sebagaimana diketahui, model PHEV dari Jeep sempat beberapa kali mengalami penarikan kembali akibat isu kebakaran. Kasus tersebut tentu menjadi sorotan serius karena berkaitan langsung dengan aspek keselamatan dan kepercayaan konsumen terhadap teknologi elektrifikasi. Tak hanya penarikan kembali, beberapa model baru bahkan sempat ditahan akibat adanya perintah penghentian penjualan. Kondisi ini memperlihatkan adanya tantangan teknis dan regulasi yang harus dihadapi sebelum kendaraan tersebut benar-benar dapat dipasarkan secara luas. Meski demikian, Stellantis tidak lantas mundur dari agenda elektrifikasi yang telah dicanangkan. Alih-alih menghentikan langkah, perusahaan justru mengalihkan fokusnya pada pendekatan berbeda dalam menghadirkan kendaraan ramah lingkungan di pasar Amerika Utara. Sebagai contoh, Jeep Cherokee generasi terbaru kini hadir standar dengan mesin turbo 1,6 liter hybrid. Pendekatan ini menunjukkan bahwa elektrifikasi tetap menjadi bagian penting strategi, meskipun formatnya tidak lagi mengandalkan PHEV secara dominan. Selain itu, Stellantis juga tengah mengembangkan versi dengan jangkauan yang diperluas untuk Jeep Grand Wagoneer dan Ram 1500. Upaya ini menegaskan komitmen perusahaan dalam melanjutkan transisi menuju elektrifikasi dengan skema dan teknologi yang disesuaikan. Sumber : voi.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
