|
02 Maret 2026
SPORTS - MOTOR
Seberapa Buruk Situasi Yamaha Di MotoGP Thailand 2026?
![]() Yamaha melarang para pebalapnya berbicara kepada media setelah akhir pekan MotoGP Thailand yang sulit. Perjalanan Yamaha di musim MotoGP 2026 tampaknya akan lebih sulit dari perkiraan usai Grand Prix Thailand yang suram, di mana pabrikan Jepang itu membatalkan kegiatan media para pebalapnya. Yamaha mengambil keputusan penting untuk mengganti layout mesin dari Inline4 menjadi V4 untuk musim 2026, yang diharapkan dapat mengembalikan kejayaan pabrikan Jepang itu di kelas utama. Namun, YZR-M1 V4 masih tertinggal dalam metrik apapun, di mana motor ini adalah yang paling lambat di speed trap, kekurangan grip balapan, dan juga tamapknya tidak selincah pendahulunya. Fabio Quartararo masih menjadi ujung tombak Yamaha, namun ia hanya berada di posisi ke-16. Jangankan untuk memperebutkan pole seperti tahun lalu, pebalap Prancis ini terpaut 0,9 detik dari catatan waktu terbaik di Q1. Pada balapan hari Minggu, Quartararo memimpin kuartet Yamaha di posisi ke-14, tetapi ia tertinggal 30.823s dari pemenang balapan Marco Bezzecchi yang memakai Aprilia. Dalam kecepatan balapan, Bezzecchi mencatatkan waktu rata-rata 1 menit 31,390 detik, termasuk waktu sekitar 1 menit 33 detik dan 1 menit 34 detik pada dua putaran terakhir. Sebaliknya, Quartararo mencatatkan waktu rata-rata 1 menit 32,468 detik, lebih lambat lebih dari satu detik dari pemimpin balapan di salah satu sirkuit terpendek dalam kalender. Pebalap Yamaha tidak hadapi media di Buriram Yamaha tidak berada dalam ilusi, di mana mereka melihat paruh awal 2026 sebagai perpanjangan fase tes. Drama mekanis yang merampas satu hari tes di Sepang menjadi indikasi nyata dari masalah yang dihadapi Yamaha dengan proyek V4 mereka yang masih seumur jagung. Begitu pula dengan ledakan emosi Quartararo selama pengujian di Buriram. Namun, Alex Rins juga terdengar tidak senang setelah hari terakhir tes saat ia diberitahu bahwa salah satu motornya akan diberikan ke Quartararo, mengisyaratkan adanya ketegangan di balik layar. Komentar para pebalap selama akhir pekan Grand Prix Thailand juga tidak memberi indikasi positif, dengan Quartararo mencatat bahwa ia tidak mengharapkan mesin baru hingga Mei, dan merasa belum ada arah pengembangan yang jelas. Saat bendera finis dikibarkan di Buriram, Yamaha berada di posisi ke-14, ke-15, ke-17, dan ke-18, yang menandai awal musim terburuk mereka di era modern. Setelah balapan, Yamaha tidak menghadirkan pebalap mereka untuk sesi debrief dengan media setelah balapan hari Minggu. Itu bukanlah hal yang aneh - khususnya di balapan flyaway - karena jadwal penerbangan. Tapi, keputusan Yamaha untuk menjauhkan para pebalap dari mikrofon dan menggantinya dengan tokoh manajemen senior adalah hal yang jarang terjadi - dan tidak pernah menjadi pertanda positif. Managing Director Monster Yamaha, Paolo Pavesio, berbicara kepada media pada Minggu sore di Buriram, dan Motorsport edisi Spanyol melaporkan pernyataannya sebagai berikut: “Saat ini, saya rasa tepat bagi saya untuk menjelaskan posisi kami. “Kami berada pada titik di mana kami melihat perbedaan yang memisahkan kami dari yang tercepat, dan kami memiliki tantangan besar yang harus dihadapi. “Ini tidak akan terjadi dalam semalam, tidak ada keajaiban. Setiap kali kami turun ke lintasan, kami menemukan hal-hal baru.” Jika ditelaah lebih dalam, Pavesio melihat posisi kompetitif Yamaha saat ini sebagai hal yang normal untuk masa mendatang. Hal ini bisa menjadi indikasi bahwa mereka siap kehilangan Quartararo, yang tampaknya akan bergabung dengan Honda, meskipun Yamaha tampaknya beruntung mendapatkan opsi pengganti yang solid seperti Jorge Martin dan Luca Marini. Namun demikian, sikap Yamaha yang memboikot media di Buriram mengingatkan pada permintaan maaf publik yang memalukan yang diberikan manajemen senior kepada media yang berkumpul di Austria pada tahun 2017, saat Valentino Rossi dan Maverick Vinales duduk menunggu untuk menjawab pertanyaan. Yamaha membutuhkan lima musim sejak saat itu untuk kembali menjadi juara di MotoGP. Setelah Grand Prix Thailand 2026, sulit untuk melihat bagaimana mereka bisa lebih dekat lagi dengan tujuan yang sama. Sumber : crash.net
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
