| » Jadwal Lengkap Grand Prix F1 Kanada 2026 « |
|
03 Juli 2026
GARASI - MOBIL
Ferrari Luncurkan Mobil Listrik Pertama, Penggemar Lama Meradang
![]() Ferrari akhirnya masuk ke era mobil listrik. Tapi langkah pertama ini tidak disambut tepuk tangan penuh. Mobil baru bernama Luce justru memicu kritik keras dari investor, tokoh otomotif, sampai warganet. Dikutip dari The Guardian, beberapa waktu yang lalu, Luce menjadi mobil listrik pertama Ferrari. Harganya 550.000 euro atau sekitar 476.000 pound sterling. Mobil ini punya empat motor listrik, satu untuk tiap roda, dan mampu melesat dari 0 ke 100 kilometer per jam dalam 2,5 detik. Di atas kertas, angkanya sangat Ferrari yaitu cepat, mahal, dan hanya masuk akal untuk orang superkaya. Masalahnya ada pada bentuk dan arah barunya. Luce, yang dalam bahasa Italia berarti “cahaya”, bukan mobil sport dua pintu rendah seperti Ferrari klasik. Mobil ini justru hadir sebagai model empat pintu dengan lima kursi. Desainnya dipimpin Jony Ive, mantan eksekutif Apple. Sentuhan minimalis ala Apple membuat Luce tampak berbeda dari Ferrari yang biasa garang, rendah, dan penuh lekuk agresif. Reaksi pun keras. Menurut laporan The Guardian, harga saham Ferrari turun 8 persen. Warna biru pastel yang dipakai dalam materi peluncuran juga dibandingkan dengan Nissan Leaf, mobil listrik massal yang jauh lebih murah. Menteri Transportasi Italia Matteo Salvini ikut menyindir. “Dari sisi estetika, mobil itu sudah berbicara sendiri,” tulisnya di X. Ia lalu menambahkan, “Saya bertanya-tanya apa yang akan dikatakan Enzo Ferrari.” Kritik paling tajam datang dari Luca di Montezemolo, mantan bos Ferrari yang memimpin perusahaan itu selama 23 tahun hingga 2014. “Jika saya harus mengatakan apa yang sebenarnya saya pikirkan, saya akan menyakiti Ferrari,” katanya kepada media Italia. Ia lalu menambahkan, “Kita berisiko menghancurkan sebuah legenda, dan saya benar-benar sedih karenanya. Saya berharap setidaknya mereka mencopot logo kuda jingkrak itu.” Ferrari sebenarnya sadar mobil ini akan memecah pendapat. Kepala Eksekutif Ferrari Benedetto Vigna pernah mengatakan Luce memang dirancang untuk “memecah pendapat”. Ferrari ingin menarik pembeli baru di luar pasar tradisionalnya, meski tetap dari kalangan superkaya. Secara teknis, mobil listrik memang memaksa Ferrari berubah. Mobil listrik biasanya dibangun di atas platform berisi baterai, motor, dan roda. Platform ini sering disebut “skateboard”. Karena baterai besar dan berat, bentuk mobil ikut berubah. Pada Luce, struktur itu membuat bodinya jauh lebih tinggi dibanding mobil sport Ferrari. Bagian atasnya hanya 4 sentimeter lebih rendah dari SUV Ferrari Purosangue, dan 40 sentimeter lebih tinggi dari mobil sport hibrida F80. Namun, ruang kabin menjadi lebih lega. Tidak ada terowongan transmisi di tengah seperti mobil bermesin bensin. Hasilnya, Ferrari bisa memasang kursi kelima. Untuk ukuran Ferrari, ini perubahan besar. Angus MacKenzie dari MotorTrend mengatakan posisi mengemudi Luce masih terasa seperti mobil sport. Tapi selebihnya, ia menyebut mobil ini sebagai “kejutan dari sesuatu yang baru”. Menurut MacKenzie, tombol fisik dan panel digital cerdas di interior Luce bisa berpengaruh pada desain mobil masa depan. Ia menilai meski bentuknya memutus hubungan dengan masa lalu, teknologi di baliknya membuka jalan bagi Ferrari membuat lebih banyak mobil listrik. Membuat supercar listrik bukan perkara mudah. Motor listrik memang bisa memberi akselerasi sangat cepat sejak awal. Bahkan mobil listrik kelas menengah bisa mengalahkan mobil bensin mahal dalam adu cepat jarak pendek. Tapi baterai besar membuat mobil lebih berat. Tantangan baru bukan lagi sekadar tenaga kuda, melainkan bagaimana membuat mobil listrik tetap lincah saat menikung. “Perang tenaga kuda sudah berakhir,” kata MacKenzie. “Cawan suci baru adalah akselerasi lateral, apakah Anda bisa membuat mobil listrik menikung dengan benar.” Ferrari tetap percaya Luce akan punya pasar. Vigna mengatakan salah satu mobil yang diluncurkan tahun ini disiapkan agar lebih cocok untuk China, pasar mobil listrik terbesar di dunia. Rhodri Darch, salah satu bos Everrati, perusahaan Inggris yang membuat versi listrik dari mobil klasik untuk kalangan kaya, menilai Ferrari masih punya daya tarik luas. Pembelinya bisa datang dari pecinta mobil bensin yang mulai berubah, pendiri perusahaan teknologi, dan pencinta kemewahan yang senyap. Menurut Darch, Luce memang tidak akan cocok untuk semua orang. Ferrari boleh berubah. Tapi pertanyaannya adalah apakah penggemar lamanya mau ikut berubah? Sumber : voi.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
