| » Jadwal Lengkap Grand Prix F1 Kanada 2026 « |
|
03 Juli 2026
HEADLINE - MOBIL
Stellantis Recall Ram 1500 Dan Jeep Grand Cherokee, Masalah Mesin Diesel
![]() Stellantis, perusahaan otomotif Italia dan AS, telah melakukan penarikan kembali terhadap dua modelnya, Ram 1500 dan Jeep Grand Cherokee. Recall ini dilakukan karena adanya potensi masalah pada mesin diesel yang digunakan pada kedua model tersebut. Dilansir dari Carscoops beberapa waktu yang lalu, Stellantis mengungkapkan bahwa terdapat kemungkinan kerusakan pada bagian reluktor mesin diesel 3,0 liter yang digunakan. Masalah tersebut terjadi ketika bahan sinyal magnetik pada roda reluktor mengelupas, yang berdampak pada kemampuan roda reluktor untuk memberikan sinyal ke sensor posisi poros engkol. Akibatnya, mesin dapat mati dan kehilangan fungsinya. Investigasi yang dilakukan oleh Stellantis menemukan bahwa masalah ini hanya terjadi pada mobil dengan mesin diesel 3,0 liter Gen II. Sebanyak 80.629 unit kendaraan akan ditarik kembali, dengan 58.393 unit Ram 1500 yang diproduksi antara 2014 dan 2019, serta 22.236 unit Jeep Grand Cherokee yang diproduksi antara 2014 dan 2020.
Beruntung, hingga saat ini tidak ada kecelakaan atau cedera yang dilaporkan terkait masalah ini. Namun, terdapat 10 catatan bantuan pelanggan, 611 klaim garansi, dan tiga laporan lapangan terkait masalah ini. Stellantis akan memberi instruksi kepada pemilik kendaraan yang terdampak untuk membawa mobil mereka ke bengkel resmi. Di sana, perangkat lunak modul kontrol akan diperbarui untuk memastikan propulsi kendaraan tetap berfungsi dengan baik, dengan membaca sinyal posisi camshaft jika sinyal hilang. Ini bukan kali pertama Jeep Grand Cherokee mengalami penarikan kembali. Sebelumnya, lebih dari 330.000 unit Grand Cherokee telah ditarik kembali karena masalah pada pegas belakang. Selain itu, terdapat juga recall sehubungan dengan masalah pemasangan setir kemudi yang dapat lepas secara tiba-tiba. Terkait permasalahan pada sistem setir, Jeep mencatat bahwa terdapat sebanyak 53.965 unit Grand Cherokee yang terdampak. Kendaraan-kendaraan tersebut diproduksi dalam rentang waktu mulai 19 Oktober 2021 hingga 4 April 2023. Data tersebut menjadi dasar identifikasi perusahaan terhadap model yang masuk dalam cakupan penanganan atas permasalahan tersebut. Menurut catatan Jeep, masalah pada sistem setir tidak terjadi pada seluruh kendaraan, melainkan hanya pada unit Grand Cherokee yang diproduksi selama periode tertentu. Secara keseluruhan terdapat 53.965 unit yang diproduksi antara 19 Oktober 2021 sampai 4 April 2023 dan termasuk dalam daftar kendaraan yang dinyatakan terdampak oleh perusahaan. Selain Grand Cherokee versi standar, Jeep juga mengidentifikasi bahwa Grand Cherokee L ikut terdampak oleh permasalahan pada sistem setir. Perusahaan mencatat sebanyak 35.401 unit Grand Cherokee L yang diproduksi mulai 27 Januari 2021 hingga 4 April 2023 masuk ke dalam cakupan kendaraan yang perlu mendapatkan perhatian terkait persoalan tersebut. Berdasarkan data yang disampaikan Jeep, kendaraan yang terdampak mencakup 53.965 unit Grand Cherokee produksi 19 Oktober 2021 hingga 4 April 2023 serta 35.401 unit Grand Cherokee L produksi 27 Januari 2021 hingga 4 April 2023. Kedua model tersebut diidentifikasi sebagai bagian dari unit yang mengalami permasalahan pada sistem setir sesuai catatan perusahaan. Sumber : voi.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
