| » Jadwal MotoGP Le Mans, Perancis 2026 « |
|
08 Mei 2026
HEADLINE - MOBIL
BYD : Industri Baterai Solid-State Belum Matang
![]() Perkembangan teknologi baterai kendaraan listrik terus bergerak maju, namun belum sepenuhnya siap untuk diproduksi massal. Sama halnya seperti yang diungkapkan oleh Lian Yubo, ilmuwan utama dari BYD, yang menyebut bahwa baterai solid-state kini telah memasuki tahap “krusial”, meski masih menghadapi sejumlah tantangan besar sebelum bisa digunakan secara luas. Dalam sebuah seminar kebijakan otomotif di Cina, seperti dikutip CarnewsChina, beberapa waktu yang lalu, Lian menjelaskan, transisi dari tahap produksi skala uji menuju implementasi massal di kendaraan masih terkendala oleh kompleksitas rekayasa, biaya produksi, serta tingkat keberhasilan manufaktur. Artinya, meski potensinya besar, teknologi ini masih membutuhkan waktu untuk benar-benar matang. Dari sisi teknis, ada dua tantangan utama yang masih menjadi hambatan, yakni stabilitas antarmuka antar material padat, serta pengendalian pertumbuhan lithium dendrite yang dapat memengaruhi keamanan dan performa baterai. Kedua aspek ini dinilai menjadi kunci dalam pengembangan baterai solid-state ke tahap berikutnya. Namun, Lian menekankan bahwa pengembangan baterai tidak seharusnya hanya berfokus pada material. Industri perlu mengadopsi pendekatan yang lebih menyeluruh, dimulai dari kebutuhan pengguna, target kendaraan, hingga sistem dan desain sel baterai. Dengan kata lain, pabrikan harus ikut terlibat langsung dalam menentukan spesifikasi baterai, seperti jarak tempuh, umur pakai, kecepatan pengisian, hingga faktor keamanan dan ketahanan lingkungan. Pendekatan ini akan diterjemahkan ke dalam parameter teknis yang lebih spesifik, seperti manajemen suhu, kekuatan struktur, serta performa elektrokimia. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan baterai masa depan akan semakin kompleks dan terintegrasi dengan desain kendaraan secara keseluruhan. Meski solid-state menjadi sorotan, Lian juga menegaskan bahwa teknologi ini bukan satu-satunya arah pengembangan. Baterai lithium-ion cair yang saat ini digunakan masih akan terus dikembangkan, terutama dari sisi kepadatan energi dan kemampuan beradaptasi di berbagai kondisi. Ke depan, berbagai jenis kimia baterai diperkirakan akan hidup berdampingan, tergantung kebutuhan performa dan biaya di tiap segmen kendaraan. Strategi ini sejalan dengan langkah BYD yang mengembangkan beberapa teknologi sekaligus. Untuk baterai solid-state berbasis sulfida, perusahaan menargetkan produksi skala kecil pada sekitar tahun 2027, termasuk untuk penggunaan pada kendaraan demonstrasi. Di sisi lain, BYD juga tengah mengembangkan baterai sodium-ion yang diklaim mampu mencapai hingga 10.000 siklus pengisian, menjadikannya cocok untuk aplikasi dengan kebutuhan umur pakai panjang dan biaya lebih rendah. Simak video berikut : Sumber : avolta.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
