| » Jadwal MotoGP Le Mans, Perancis 2026 « |
|
08 Mei 2026
HEADLINE - MOBIL
Indonesia Potensi Jadi Hub Kendaraan Listrik Setir Kanan
![]() Pasar otomotif Indonesia memang masih cukup seksi, meskipun dalam beberapa tahun belakangan penjualan menunjukan tren penurunan. Begitu juga, dengan segmen kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), dengan bukti banyak merek, dan model yang silih berganti masuk ke pasar Tanah Air. Dijelaskan Ketua Umum Periklindo, Moeldoko, Indonesia sendiri memang memiliki posisi strategis, untuk bisa menjadi pusat atau hub kendaraan listrik untuk negara setir kanan. “Indonesia harus berposisi sebagai hub, khususnya EV setir kanan,” ujar Moeldoko, disitat dari Antara, beberapa waktu yang lalu. Peluang Indonesia menjadi hub EV setir kanan ini, menurut Moeldoko muncul di tengah dinamika geopolitik global, dan juga pergeseran arah industri otomotif menuju kendaraan listrik. Selain itu, Moeldoko juga menjelaskan, sejumlah negara setir kanan, seperti Inggris, Malaysia, Singapura, Thailand, Australia, Selandia Baru, dan India bisa jadi pasar potensial industri kendaraan listrik nasional baik penumpang maupun komersial. Namun, Moeldoko juga mengatakan bahwa pengembangan industri kendaraan listrik tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan sumber daya mineral, melainkan perlu didukung penguatan riset dan teknologi. “Kita harus menuju fokus riset tentang baterai, dan teknologi baru lainnya,” tegasnya. Selain itu, teknologi baterai diyakini Moeldoko bisa jadi faktor kunci dalam pengembangan kendaraan listrik. Tidak hanya itu, kolaborasi dengan produsen global juga dinilai penting, untuk bisa mempercepat transfer teknologi sekaligus memperkuat industri dalam negeri. Ia menegaskan bahwa kolaborasi menjadi salah satu langkah penting yang dapat dilakukan untuk menghadapi perkembangan industri dan kebutuhan masa depan. Menurutnya, kerja sama antar pihak tidak hanya membuka peluang baru, tetapi juga mampu mempercepat proses pengembangan di berbagai bidang yang terus mengalami perubahan teknologi. Selain menekankan pentingnya kolaborasi, ia juga menyampaikan bahwa transformasi teknologi perlu dilakukan secara bersamaan. Dengan adanya penerapan teknologi yang lebih modern dan inovatif, berbagai sektor diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta daya saing dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi dan transformasi teknologi dianggap sebagai dua hal yang saling berkaitan. Melalui kerja sama yang kuat serta dukungan inovasi teknologi, proses pengembangan dapat berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi berbagai pihak yang terlibat di dalamnya. Ia pun menegaskan kembali bahwa upaya untuk berkolaborasi sekaligus melakukan transformasi teknologi merupakan langkah strategis yang penting untuk masa depan. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan tercipta kemajuan yang lebih signifikan, baik dalam pengembangan sistem, peningkatan kualitas, maupun penguatan daya saing secara keseluruhan. Sumber : avolta.
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
