PT. CITRA LODOK LESTARI
   Jadwal Lengkap Grand Prix F1 Kanada 2026   
26 Mei 2026
HEADLINE - MOBIL
Proton E.MAS Cetak Rekor Penjualan 10.000 Unit


Langkah Proton dalam mendorong elektrifikasi mulai menunjukkan hasil signifikan di 2026. Melalui model e.MAS, pabrikan asal Malaysia ini berhasil mencatatkan lebih dari 10.000 unit pemesanan hanya dalam beberapa bulan pertama tahun ini, angka yang bahkan sudah melampaui total pencapaian sepanjang 2025.

Capaian tersebut menegaskan bahwa penerimaan pasar terhadap kendaraan elektrifikasi Proton terus meningkat, seiring semakin luasnya pilihan model yang ditawarkan. Demikian melansir laman media, beberapa waktu yang lalu.

Salah satu kontributor utama datang dari varian plug-in hybrid terbaru, e.MAS 7 PHEV, yang langsung mendapat respons positif sejak diperkenalkan ke publik. Model ini tercatat telah mengumpulkan lebih dari 6.500 pemesanan, memperlihatkan minat tinggi konsumen terhadap teknologi PHEV yang menawarkan kombinasi mesin bensin dan motor listrik.


Sebagai gambaran, dalam fase awal peluncuran, model ini sudah mengantongi lebih dari 3.500 booking dalam waktu sekitar satu setengah bulan, mencerminkan adopsi yang cukup cepat di pasar domestik.

Kehadiran e.MAS 7 PHEV memang menjadi langkah strategis Proton untuk menjembatani konsumen yang ingin beralih ke elektrifikasi tanpa sepenuhnya meninggalkan mesin konvensional. Dengan konfigurasi mesin 1,5 liter yang dipadukan motor listrik, model ini dirancang untuk memberikan efisiensi sekaligus fleksibilitas penggunaan sehari-hari.

Kombinasi antara model listrik murni dan plug-in hybrid menjadi pendekatan yang mampu memperluas jangkauan konsumen di berbagai segmen pasar. Strategi tersebut ditujukan bagi pengguna yang sudah siap sepenuhnya beralih ke kendaraan listrik berbasis baterai, sekaligus mengakomodasi konsumen yang masih membutuhkan fleksibilitas penggunaan mesin bensin dalam aktivitas sehari-hari.

Pendekatan dengan menghadirkan model listrik murni serta plug-in hybrid dinilai dapat menjangkau lebih banyak calon pembeli dengan kebutuhan berbeda. Sebagian konsumen mulai siap menggunakan kendaraan listrik sepenuhnya, sementara sebagian lainnya masih mempertimbangkan fleksibilitas mesin bensin. Karena itu, kedua teknologi tersebut dihadirkan secara bersamaan oleh pabrikan.

Strategi yang menggabungkan kendaraan listrik murni dan plug-in hybrid juga sejalan dengan perkembangan tren global industri otomotif saat ini. Banyak produsen kendaraan mulai menawarkan beragam opsi elektrifikasi untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang tidak sama di setiap pasar. Langkah tersebut dilakukan agar transisi menuju kendaraan elektrifikasi dapat berlangsung lebih fleksibel.

Melalui kombinasi model EV murni dan plug-in hybrid, produsen dapat memberikan pilihan lebih luas kepada konsumen sesuai kebutuhan penggunaan kendaraan mereka. Ada pengguna yang ingin langsung beralih penuh ke mobil listrik, namun ada pula yang masih memerlukan dukungan mesin bensin untuk perjalanan tertentu. Pendekatan ini dianggap lebih mudah diterima di berbagai pasar.

Strategi elektrifikasi dengan menawarkan model listrik murni serta plug-in hybrid kini menjadi bagian dari arah perkembangan industri otomotif global. Banyak pabrikan menghadirkan beberapa pilihan teknologi elektrifikasi demi mengakomodasi kebutuhan konsumen yang berbeda-beda. Langkah tersebut sekaligus memperluas peluang pasar dari pengguna kendaraan listrik hingga pengguna hybrid.

Simak video berikut :

Sumber : avolta.id
viewed :: 139
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net