| » Jadwal Formula 1 Miami 2026 « | » Jadwal WorldSBK Hungaria 2026 « |
|
12 April 2026
HEADLINE - MOBIL
CEO Ford Jim Farley Sebut Pikap Cina Lemah
![]() CEO Ford Jim Farley memberikan pandangan menarik soal perkembangan pikap asal Cina yang kini mulai ramai di pasar global. Menurut dia, meski terlihat menjanjikan, karakternya masih berbeda jauh dibanding pikap konvensional yang selama ini dikenal tangguh untuk kerja berat. Dalam kunjungannya ke Australia, Farley sempat menjajal langsung sejumlah pikap plug-in hybrid asal Tiongkok, seperti BYD Shark 6 dan GWM Cannon Alpha PHEV. Ia mengakui kendaraan-kendaraan tersebut punya daya tarik tersendiri, terutama bagi konsumen yang menginginkan elektrifikasi, namun tidak sepenuhnya membutuhkan kemampuan kerja berat. Farley bahkan menyebut pikap Cina sebagai “berbeda spesies” dibanding model konvensional. Ia menilai, saat digunakan membawa beban sekitar 500 kg, performa BYD Shark 6 lemah, belum bisa menandingi pikap mapan seperti Ford Ranger atau Toyota Hilux yang sudah lama dikenal kuat untuk kebutuhan kerja berat. Meski begitu, Farley tidak menutup mata bahwa pikap elektrifikasi dari Tiongkok punya potensi besar. Ia menilai kendaraan tersebut cocok untuk penggunaan gaya hidup, terutama bagi pengguna yang jarang membawa muatan berat, namun tetap ingin menikmati teknologi elektrifikasi. Dari sisi industri, langkah pabrikan Cina juga mulai menarik perhatian serius. Farley mengungkapkan bahwa tim insinyur Ford bahkan telah membongkar dan mempelajari konstruksi pikap asal Cina untuk memahami efisiensi biaya dan teknologi yang digunakan. Namun, ia mengaku masih sulit memahami bagaimana produsen tersebut bisa mencapai struktur biaya yang kompetitif. Fenomena ini sekaligus menegaskan bahwa pemain otomotif global mulai waspada terhadap agresivitas merek Cina, khususnya di segmen pikap ukuran menengah. Apalagi, produsen asal Negeri Tirai Bambu kini semakin gencar menargetkan pasar ekspor. Bahkan, lebih dari 50 persen produksi kendaraan pikap asal Cina saat ini telah dialokasikan secara khusus untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri. Hal ini menunjukkan bahwa produsen otomotif di negara tersebut semakin serius dalam memperluas jangkauan global mereka, sekaligus memanfaatkan peluang ekspor yang terus berkembang di berbagai kawasan dunia. Porsi ekspor yang begitu besar tersebut juga mencerminkan meningkatnya daya saing produk pikap Cina di pasar internasional. Tidak hanya dari segi harga yang kompetitif, tetapi juga dari sisi kualitas, fitur, serta teknologi yang kini semakin mampu bersaing dengan merek-merek global yang telah lebih dulu mendominasi segmen kendaraan niaga ringan. Pada awal tahun 2026, tren ekspor ini terlihat semakin kuat dengan adanya pengiriman sekitar 27.000 unit pikap ke berbagai negara hanya dalam kurun waktu satu bulan. Angka tersebut menjadi indikator penting bahwa permintaan global terhadap kendaraan pikap buatan Cina mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Lonjakan pengiriman dalam waktu singkat ini sekaligus mempertegas strategi ekspansi agresif yang dijalankan oleh para produsen otomotif Cina. Dengan mengandalkan volume produksi besar dan jaringan distribusi yang semakin luas, mereka terus berupaya memperkuat posisi di pasar internasional serta meningkatkan kontribusi ekspor terhadap total penjualan. Simak video berikut : Sumber : voi.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
