PT. CITRA LODOK LESTARI
     Jadwal Formula 1 Miami 2026       Jadwal WorldSBK Hungaria 2026     
30 April 2026
HEADLINE - MOBIL
Strategi Efisiensi BYD: Pangkas 100 Ribu Karyawan Sepanjang 2025 Lalu


BYD melakukan langkah besar, dengan memangkas sekitar 100.000 karyawan sepanjang 2025. Jumlah tenaga kerja perusahaan kini turun menjadi sekitar 870.000 orang, atau berkurang sekitar 10% dari sebelumnya.

Disitat dari Carnewschina, langkah efisiensi tersebut mencerminkan perubahan arah persaingan industri  kendaraan listrik global. Jika sebelumnya fokus kepada ekspansi dan volume produksi, dan kini para pemain besar mulai mengalihkan perhatian ke efisiensi biaya dan optimalisasi kinerja.

BYD pun menilai bahwa penguatan struktur internal menjadi kunci menghadapi fase baru kompetisi di pasar kendaraan listrik. Menariknya, pemangkasan tenaga kerja ini terjadi saat kinerja bisnis BYD justru mencatatkan rekor. Sepanjang 2025, perusahaan membukukan pendapatan sebesar 8.039,6 miliar yuan atau sekitar Rp 17.500 triliun.


Selain itu, total pengiriman kendaraan oleh BYD mencapai 4,6 juta unit dalam periode tersebut. Angka ini menunjukkan skala produksi dan distribusi yang sangat besar, sekaligus mencerminkan pertumbuhan perusahaan yang semakin agresif di pasar kendaraan listrik global yang terus berkembang pesat.

Dari total tersebut, ekspor kendaraan BYD juga mencatat pencapaian penting dengan menembus angka 1,05 juta unit untuk pertama kalinya dalam sejarah perusahaan. Capaian ini menandai langkah signifikan dalam ekspansi global, sekaligus memperlihatkan meningkatnya penerimaan produk BYD di berbagai pasar internasional.

Peningkatan ekspor hingga lebih dari satu juta unit menunjukkan bahwa BYD semakin mampu bersaing di luar pasar domestiknya. Hal ini menjadi indikator kuat bahwa strategi ekspansi global perusahaan mulai membuahkan hasil, terutama di tengah meningkatnya permintaan kendaraan listrik di berbagai negara.

Namun di balik lonjakan pengiriman dan ekspor tersebut, BYD justru menghadapi tantangan dari sisi profitabilitas. Meskipun pendapatan meningkat, perusahaan mencatat adanya tekanan pada laba bersih yang menjadi perhatian dalam kinerja keuangan secara keseluruhan.

BYD melaporkan laba bersih sebesar 326,2 miliar yuan atau sekitar Rp710 triliun. Angka ini mengalami penurunan sekitar 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang menunjukkan adanya dampak dari berbagai faktor eksternal dan internal terhadap kinerja keuntungan perusahaan.

Penurunan laba bersih tersebut dipengaruhi oleh tekanan harga di pasar domestik Cina. Persaingan yang semakin ketat membuat perusahaan harus menyesuaikan harga agar tetap kompetitif, sehingga berdampak langsung pada margin keuntungan yang diperoleh.

Selain itu, investasi besar yang dilakukan BYD dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik dan baterai juga menjadi faktor utama. Pengeluaran yang signifikan untuk inovasi ini memang penting untuk jangka panjang, namun dalam jangka pendek turut menekan laba bersih perusahaan secara keseluruhan.

Simak video berikut :

Sumber : avolta.id
viewed :: 143
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net