PT. CITRA LODOK LESTARI
05 Januari 2026
HEADLINE - MOBIL
Posisi Ford Di Pasar China Makin Terjepit Setelah Gelombang Protes Konsumen


Ford tengah menghadapi tekanan semakin besar di pasar China. Hal itu terjadi setelah ratusan pemilik kendaraan, terutama pengguna Ford Mondeo produksi 2022–2025, melayangkan protes terkait gangguan serius pada sistem infotainment mobil mereka.

Keluhan itu mencuat setelah sistem yang dijanjikan sebagai kabin pintar justru kerap membeku, mengalami crash, hingga mati total saat mobil berjalan, sehingga menimbulkan kekhawatiran soal keselamatan penggunaan. Seperti dilansir dari Carnewschina, beberapa waktu yang lalu.

Para pemilik menyebut Ford memasarkan Mondeo dengan kemampuan pembaruan over the air, namun kenyataannya sistem tersebut mengandalkan chip Qualcomm 820A yang sudah berumur. Selain itu, mobil tidak mendukung CarPlay, CarLife, maupun HiCar, dan hanya menawarkan aplikasi khusus Ford yang dinilai tidak stabil.


Ketika para pemilik menghubungi layanan pelanggan, Ford China menyampaikan bahwa model lama tidak dapat diperbarui ke sistem baru. Ini karena perbedaan perangkat keras yang dianggap memengaruhi keselamatan dan pengalaman pengguna.

Ford Mondeo mengalami masalah.

Di tengah meningkatnya komplain terhadap Mondeo, model baru Ford Bronco PHEV juga mendapat sorotan. SUV tersebut dijual dengan harga 229.800 hingga 272.800 yuan, setara sekitar 32.300 sampai 39.800 dolar AS.

Sejumlah pengamat menilai desainnya tidak jauh berbeda dari model buatan produsen lokal, seperti Jetour Traveller PHEV. Lalu fitur yang diklaim sebagai nilai jual, seperti atap yang dapat dibuka dengan satu sentuhan dan area kabin yang dapat diubah menjadi ruang tidur tidak dimasukkan sebagai fitur standar dan justru menjadi opsi tambahan berbayar.

Situasi ini datang pada saat performa Ford di pasar China terus melemah. Penjualan yang pernah mencapai puncak 1,27 juta unit pada 2016 turun menjadi 442.000 unit pada 2024, atau hanya sepertiga dari volume tertingginya.

Ford juga mengalami rugi selama tujuh kuartal berturut-turut antara kuartal ketiga 2017 hingga kuartal ketiga 2023, sebelum akhirnya kembali mencatatkan profit pada 2024. Presiden dan CEO Ford China Wu Shengbo, pernah menggambarkan kondisi perusahaan yang sebelumnya berada di ruang gawat darurat, sekarang di ICU.

Salah satu faktor signifikan dalam kesulitan Ford di pasar China adalah hubungan persaingan antara dua perusahaan patungannya, Changan Ford dan JMC Ford. Awalnya, Changan Ford berfokus pada kendaraan penumpang, sementara JMC Ford berspesialisasi dalam kendaraan komersial.

Namun, seiring menurunnya penjualan, Ford mulai menjual kendaraan penumpang ke JMC Ford juga, sehingga menciptakan persaingan internal. JMC Ford memproduksi Ford Bronco PHEV yang baru diluncurkan.

Sumber : voi.id
viewed :: 174
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net