|
16 Desember 2025
SPORTS - MOBIL
Marko Ungkap Hubungan Paling Dekat Dengan Verstappen
![]() Helmut Marko membahas hubungannya dengan Max Verstappen. Konsultan yang akan meninggalkan Red Bull Racing itu bangga sang juara F1 empat kali itu menjadi lebih baik. Pria 82 tahun tersebut mengakui hubungannya lebih akrab dengan Max Verstappen dibanding pebalap Formula 1 lain dari Red Bull Racing maupun tim saudaranya, Racing Bulls. Marko mengakhiri masa baktinya selama 25 tahun sebagai pemandu bakat utama Red Bull, setelah memimpin program pebalap muda sejaki 2001. Selama periode tersebut, ia telah membantu mempromosikan 18 pebalap ke tim-tim F1 - termasuk Sebastian Vettel, Daniel Ricciardo, Carlos Sainz, dan Verstappen. Menariknya, pebalap asal Belanda ini bukanlah produk dari Red Bull Junior Team, karena ia direkrut oleh Marko dan Christian Horner dengan janji untuk membalap di F1 sejak 2015, saat usianya baru 17 tahun dan hanya satu tahun mencicipi single-seater. Namun, Verstappen telah membuktikan kemampuannya yang telah diprediksi dengan meraih empat gelar juara dunia, dan Marko bahkan percaya bahwa ia mungkin masih memiliki potensi yang belum tergali hingga saat ini. "Hubungan itu tentu saja sangat intens, atau yang paling intim, saya tidak bisa mengatakannya," ungkap pria berusia 82 tahun itu kepada lembaga penyiaran Austria, ORF. "Tapi, itu adalah hubungan paling dekat yang pernah saya miliki dengan seorang pebalap. "Hal yang menarik adalah bahwa setiap tahun, Max Verstappen menjadi lebih cepat, lebih dewasa, lebih baik. Hingga hari ini, saya tidak bisa melihat akhir dari perkembangan ini, meskipun ia sudah menjadi pebalap terbaik. Itu adalah hal yang menarik. ![]() Max Verstappen, Red Bull Racing, Helmut Marko, Red Bull Racing "Kami hampir tidak pernah memiliki perbedaan pendapat. Ada beberapa hal konyol, terutama pada tahap awal. Namun, makin ia sukses, makin sederhana pendekatannya. Dia menjadi jauh lebih tenang. "Dia hampir tidak pernah mengalami penyimpangan atau ledakan, yang tentu saja terjadi pada tahap awal. Dia telah menjadi pribadi yang sangat sempurna atau luar biasa untuk usianya." Red Bull terus mengembangkan proyek Formula 1-nya karena akan menggunakan unit tenaga sendiri mulai 2026 dan seterusnya, berkolaborasi dengan Ford - "itu berarti 2.000 orang", kata Marko. Pada usia 28 tahun, Verstappen dapat berkembang di lingkungan ini, demikian menurut pria asal Austria ini. "Max telah menjadi pribadi yang begitu kuat sehingga, meskipun usianya masih relatif muda, ia memimpin sebuah tim dan dapat memimpin dengan caranya sendiri," lanjutnya. Pria yang kerap melontarkan komentar kontroversial tersebut juga mengungkapkan bahwa putra Jos Verstappen melewatkan makan malam saat keputusan keluar dari Red Bull diambil bersama direktur olahraga Oliver Mintzlaff. Juara yang baru saja kehilangan mahkotanya itu dengan berat hati menerima kabar perpisahan tersebut. "Max seharusnya ada di sana juga," kata Marko. "Ada beberapa masalah dengan penerbangannya, jadi dia tidak ada di sana. "Saya meneleponnya keesokan harinya. Itu bukanlah percakapan yang normal. Ada kesedihan tertentu di udara. Dia mengatakan bahwa dia tidak pernah membayangkan bahwa dia akan meraih kesuksesan seperti ini." Verstappen dan Red Bull adalah pasangan tersukses ketiga dalam sejarah F1 dengan 71 kemenangan di grand prix, hanya kalah dari 72 kemenangan Michael Schumacher bersama Ferrari dan 84 kemenangan Lewis Hamilton di Mercedes. Sumber : id.motorsport.com
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
