|
13 Desember 2025
HEADLINE - MOBIL
Xiaomi Patenkan Sistem Keselamatan Canggih
![]() Xiaomi lagi menyiapkan teknologi keselamatan anyar yang mampu memperingatkan pengemudi ketika kecepatan mobil dinilai berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan, walaupun kendaraan sebenarnya masih berada di bawah batas kecepatan yang diizinkan. Mengutip CarnewsChina, beberapa waktu yang lalu, informasi ini terungkap dalam dokumen paten berjudul “Metode, Perangkat, Kendaraan, Media Penyimpanan, dan Produk Program Peringatan Kecepatan Berlebih Kendaraan” yang dipublikasikan beberapa waktu yang lalu. Dalam paten tersebut, pabrikan asal Tiongkok ini menjelaskan sistem akan memantau kecepatan mobil berdasarkan kondisi lalu lintas di sekitarnya. Sensor kendaraan akan mendeteksi objek-objek di sekitar, memilih salah satu sebagai acuan, lalu menghitung kecepatan relatif mobil terhadap objek tersebut. Jika kecepatan relatif melewati ambang yang telah ditetapkan, sistem otomatis mengeluarkan peringatan. Xiaomi menilai teknologi peringatan kecepatan konvensional terlalu bergantung pada batas kecepatan legal, padahal kondisi berbahaya juga bisa muncul ketika mobil melaju jauh lebih cepat dibanding arus lalu lintas terutama di area dengan kepadatan tinggi. Sebagai contoh di kawasan sekolah, asrama, kantin, area wisata, atau zona konstruksi, di mana laju kendaraan biasanya lebih lambat. Dalam kondisi seperti ini, kecepatan yang secara hukum masih aman tetap dapat menimbulkan risiko bila terlalu tinggi dibanding kendaraan lain. Xiaomi juga menjelaskan bahwa ambang kecepatan relatif pada sistem ini tidak bersifat kaku, melainkan dapat disesuaikan dengan karakteristik jalan yang dilalui kendaraan. Penyesuaian tersebut mencakup berbagai faktor, seperti jenis jalan, kepadatan lalu lintas, hingga pola pergerakan kendaraan lain di sekitarnya. Dengan pendekatan ini, sistem diharapkan mampu bekerja lebih relevan di berbagai kondisi, baik di jalan perkotaan yang padat maupun di ruas jalan dengan arus lalu lintas yang lebih lengang. Pengaturan ambang kecepatan relatif tersebut memungkinkan kendaraan memahami konteks berkendara secara lebih mendalam. Tidak hanya melihat angka kecepatan semata, sistem juga membaca bagaimana posisi kendaraan dibandingkan dengan arus lalu lintas di sekelilingnya. Hal ini membuat respons kendaraan menjadi lebih halus dan adaptif, sehingga keputusan yang diambil tidak terasa kaku atau bertentangan dengan kondisi nyata di jalan, terutama ketika situasi lalu lintas berubah secara cepat. Secara keseluruhan, teknologi ini dirancang agar kendaraan mampu membaca situasi lalu lintas secara lebih dinamis dan kontekstual. Sistem tidak hanya mengandalkan kecepatan absolut terhadap batas legal yang berlaku, tetapi juga mengombinasikannya dengan analisis kecepatan relatif. Dengan demikian, kendaraan dapat memahami apakah posisinya terlalu lambat atau terlalu cepat dibandingkan lingkungan sekitar, sehingga potensi risiko dapat diminimalkan sejak dini. Pendekatan yang digunakan Xiaomi ini menegaskan pergeseran konsep keselamatan berkendara yang lebih cerdas. Kendaraan tidak lagi sekadar patuh pada aturan kecepatan, tetapi juga mampu menyesuaikan diri dengan perilaku lalu lintas di sekitarnya. Kombinasi antara batas legal dan kecepatan relatif ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman berkendara yang lebih aman, natural, dan selaras dengan kondisi jalan yang sebenarnya. Simak video berikut : Sumber : avolta.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
