PT. CITRA LODOK LESTARI
08 Desember 2025
SPORTS - MOBIL
Max Verstappen Tetap Bangga Meski Gagal Jadi Juara


Max Verstappen tetap "sangat bangga" kepada Red Bull atas kebangkitan mereka dalam perebutan gelar juara F1 2025. Verstappen nyaris meraih gelar juara dunia pebalap F1 kelimanya meskipun memenangkan Grand Prix Abu Dhabi yang merupakan penutup musim.

Dengan Lando Norris finis ketiga di Sirkuit Yas Marina, Verstappen hanya tertinggal dua poin di klasemen akhir. Ini merupakan perubahan yang luar biasa bagi Verstappen, yang tertinggal lebih dari 100 poin di belakang Oscar Piastri setelah Grand Prix Belanda.

Sejak itu, Verstappen telah memenangkan enam dari sembilan balapan berikutnya, dan memacu upayanya untuk meraih gelar juara. Merenungkan kekalahannya di Abu Dhabi, Verstappen menjelaskan mengapa ia tidak menganggapnya sebagai "kekalahan".


"Sejujurnya, saya bahkan tidak menganggapnya sebagai kekalahan. Dia menjalani musim yang sangat bagus. Secara umum, ini merupakan pertarungan yang sulit antara dirinya dan Oscar, dan saya ikut serta dalam pertarungan tersebut," ujar Max Verstappen kepada Sky Sports.

"Saat Anda memenangkan gelar pertama, rasanya sangat emosional. Ini sangat istimewa. Saya pikir semua orang di grid memimpikan momen itu. Jadi saya harap dia benar-benar menikmatinya malam ini bersama keluarga dan timnya."

Kembalinya performa Red Bull diyakini banyak pihak sebagai akibat dari keputusan mengejutkan tim untuk menyingkirkan Christian Horner tepat sebelum Grand Prix Belgia berlangsung. Perubahan besar ini memicu dinamika baru di dalam struktur manajemen, menghadirkan suasana berbeda yang turut memengaruhi cara kerja tim. Situasi tersebut membuka jalan bagi pendekatan yang lebih segar dalam menangani berbagai persoalan teknis di lintasan.

Setelah Laurent Mekies mengambil alih, arah kebijakan tim mulai bergeser secara signifikan. Red Bull menjadi lebih terbuka terhadap masukan yang diberikan oleh Max Verstappen, terutama soal kebutuhan mobil dan strategi yang sesuai dengan gaya balapnya. Pendekatan terhadap setiap akhir pekan balapan pun mengalami adaptasi yang lebih fleksibel, memberi ruang bagi penyesuaian cepat terhadap kondisi yang berubah-ubah.

Di bawah kepemimpinan baru itu, fokus tim berkembang ke arah kerja sama yang lebih erat dengan pebalap. Mekies menempatkan nilai besar pada komunikasi intensif, memastikan bahwa suara Verstappen memiliki peran lebih besar dalam penentuan arah teknis. Langkah ini membuat penyempurnaan mobil dapat dilakukan dengan lebih presisi, sehingga performa keseluruhan tim di lintasan kembali menunjukkan peningkatan yang berarti.

Walaupun pada akhirnya Red Bull tidak berhasil merebut gelar musim ini, hubungan antara tim dan Verstappen justru terlihat semakin solid. Ia memahami bahwa musim tersebut penuh tantangan dan perubahan internasional yang tidak selalu mudah dihadapi. Namun, atmosfer baru yang tercipta di dalam tim membuat perjalanan mereka tetap memiliki banyak hal positif untuk diapresiasi bersama.

Verstappen pun tidak ragu menyampaikan pujiannya kepada tim. Ia mengakui bahwa mereka menjalani tahun yang sangat bergejolak, terutama pada bagian awal musim ketika berbagai masalah internal muncul. Meski demikian, ia merasa bangga dengan bagaimana seluruh anggota tim mampu bertahan, beradaptasi, dan bekerja keras hingga akhir, menunjukkan komitmen mereka dalam menghadapi tekanan di level tertinggi.

Sumber : ligaolahraga.com
viewed :: 1108
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net