PT. CITRA LODOK LESTARI
02 Desember 2025
HEADLINE - MOBIL
Tesla Acuhkan Proyek Mobil Listrik Murah


Produsen mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla, kembali menegaskan bahwa rencana produk mobil listrik murah senilai sekitar US$ 25.000 atau setar Rp 400 jutaan yang sempat ditunggu-tunggu, kini tidak lagi menjadi prioritas perusahaan.

Menurut laporan dari Reuters, Tesla telah membatalkan proyek pengembangan mobil murah, yang secara internal disebut kode H422 atau NV91 pada Februari 2024. Selain itu, jenama asal Amerika Serikat ini, juga memberikan perintah untuk pemasok menghentikan semua aktivitas terkait.

Meski demikian, publik sempat mendapatkan sinyal berbeda ketika CEO Tesla, Elon Musk secara terbuka menyatakan ‘Reuters telah berbohong’ di platform X tak lama setelah berita pembatalan dipublikasikan.


Dalam panggilan konferensi kuartal Oktober 2024, Musk juga menegaskan bahwa membangun model murah untuk pengemudi biasa akan sia-sia, kecuali kendaraan tersebut bersifat autonomous penuh. Dengan kata lain, strategi perusahaan kini bergeser dari memproduksi mobil listrik murah ke arah mengembangkan robotaksi (mobil otonom tanpa pengemudi manusia).

Keputusan ini muncul ketika tekanan kompetitif dari produsen mobil listrik Tiongkok semakin kuat, terutama dari BYD yang mampu menawarkan kendaraan bertenaga baterai dengan harga sangat rendah. Salah satu contohnya adalah model hatchback Seagull yang dijual di pasar China dengan banderol di bawah US$10.000.

Kehadiran produk murah tersebut membuat persaingan di segmen kendaraan listrik memasuki fase baru. Produsen besar seperti Tesla harus menghadapi kenyataan bahwa dominasi harga mereka mulai digoyahkan, terutama ketika pasar menunjukkan respons positif terhadap model yang lebih terjangkau.

Seagull dari BYD menjadi simbol perubahan strategi banyak produsen, karena kendaraan itu berhasil membuktikan bahwa kualitas dan efisiensi biaya dapat berjalan seiring. Harga yang rendah tidak hanya menarik pembeli baru, tetapi juga menekan standar harga global untuk mobil listrik.

Dampak dari perkembangan ini sangat terasa bagi Tesla, yang sebelumnya memimpin pasar ketika kompetisi masih terbatas. Kini, mereka menghadapi tantangan berat dari merek-merek yang menawarkan alternatif lebih murah tanpa mengorbankan teknologi inti yang dibutuhkan konsumen masa kini.

Tekanan tersebut menyebabkan Tesla kehilangan sebagian keunggulannya di segmen mobil listrik murah. Kondisi ini diperburuk oleh meluasnya pilihan kendaraan yang muncul dari Tiongkok, yang secara agresif menarget pasar global dengan strategi harga agresif dan fitur yang kompetitif.

Seiring dengan itu, pangsa pasar Tesla menunjukkan tanda-tanda penurunan, terutama di wilayah yang sensitif terhadap harga. Meskipun masih menjadi pemain utama, perusahaan harus meninjau kembali strategi penetapan harga dan inovasi agar dapat mempertahankan posisinya di tengah persaingan yang semakin ketat.

Simak video berikut :

Sumber : avolta.id
viewed :: 190
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net