|
01 Desember 2025
HEADLINE - MOBIL
GAC Pastikan Seluruh Mobil Listrik Aion Dirakit Lokal
![]() GAC memastikan seluruh lini produk Aion yang dipasarkan di Indonesia telah sepenuhnya dirakit secara lokal (Completely Knocked Down/CKD) pada pabriknya di kawasan Cikampek, Jawa Barat. “Kendaraan apa yang sudah diproduksi CKD? Jawabannya semua. Jadi sekarang Aion sudah tidak ada yang Completely Built Up (CBU) lagi,” ujar Chief Executive Officer GAC Indonesia Andry Ciu. Sebelum pabrik di Cikampek diresmikan dan mulai beroperasi pada September lalu, seluruh lini mobil listrik Aion seperti Aion Y Plus, Hyptec HT, hingga Aion V masih diimpor utuh dari negeri asalnya alias CBU. Kini, Andry menegaskan seluruh lini produknya telah diproduksi lokal termasuk model terbarunya city car listrik Aion UT. “Kendaraan ini (Aion UT 100 persen telah diproduksi CKD di Jawa Barat, tepatnya di Cikampek,” kata dia. Lebih lanjut, dengan kapasitas produksi awal pabrik tersebut yang mencapai 20.000 unit per tahun, dan ditargetkan meningkat hingga 50.000 unit dalam beberapa tahun mendatang, Aion kini telah bisa mengirimkan unit tiap minggunya ke tangan konsumen. “Berikutnya setiap minggu akan ada delivery (Aion UT), karena produksi sudah berjalan terus dan kapasitas sudah gas volume maksimum terus.” Imbuh Andry. Diketahui, untuk unit terbarunya Aion UT, terakhir dikabarkan mengantongi Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) ribuan unit, dengan varian Premium menjadi pilihan dominan (sekitar 85 persen), seiring dengan peluncurannya di GIIAS 2025. Perusahaan menargetkan produksi Aion UT mencapai 2.000 unit hingga akhir Desember 2025, sebuah jumlah yang dianggap realistis berdasarkan proyeksi kapasitas saat ini. Target tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pasar serta rencana distribusi yang terus berkembang. Dengan permintaan yang meningkat, perusahaan mendorong lini produksi agar dapat memenuhi jadwal yang telah ditetapkan tanpa mengorbankan kualitas. Dalam pernyataannya, pihak perusahaan menjelaskan bahwa hingga Desember mereka berharap dapat menyalurkan lebih dari 2.000 unit, meskipun semua itu tetap bergantung pada kemampuan pabrik dalam meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap. Situasi ini menunjukkan bahwa fleksibilitas dalam penyesuaian kapasitas menjadi faktor penting untuk mendukung target tersebut. Mereka terus memantau perkembangan lini produksi dari waktu ke waktu. Andry menambahkan bahwa peningkatan kapasitas produksi kemungkinan akan berjalan lebih cepat dalam waktu dekat, sehingga pencapaian target semakin memungkinkan. Ia menegaskan bahwa perusahaan akan mempertimbangkan berbagai aspek teknis demi memastikan proses produksi tetap stabil. Optimisme tersebut muncul dari evaluasi internal yang menunjukkan adanya potensi percepatan produksi. Menurut Andry, mulai bulan depan jumlah unit yang dapat diproduksi diperkirakan meningkat secara signifikan. Hal ini didukung oleh kesiapan fasilitas pabrik yang telah mengalami penyesuaian guna mempercepat proses perakitan. Dengan adanya peningkatan ini, perusahaan yakin bahwa kapasitas produksi akan mampu mengikuti permintaan pasar dan mendukung target distribusi hingga akhir tahun. Sumber : otomotif.antaranews.com
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
