PT. CITRA LODOK LESTARI
14 November 2025
HEADLINE - MOBIL
China Wajibkan PHEV Punya Jarak Baterai 100 Km Untuk Insentif 2026


Pemerintah China memperketat kebijakan insentif pajak untuk kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV) yang akan berlaku mulai 2026. Dalam aturan terbaru, kendaraan plug-in hybrid (PHEV) wajib memiliki jarak tempuh listrik murni minimal 100 kilometer agar tetap memenuhi syarat pembebasan pajak pembelian.

Kebijakan ini diumumkan bersama oleh tiga lembaga utama China, yakni Kementerian Industri dan Teknologi Informasi, Kementerian Keuangan, serta Administrasi Pajak Negara. Ketiganya menetapkan standar teknis baru untuk NEV yang akan memperoleh insentif pajak pada periode 2026 hingga 2027.

Mengutip dari Carnewschina, beberapa waktu yang lalu, sebelumnya PHEV hanya diwajibkan menempuh jarak listrik sekitar 43 kilometer. Namun, melalui aturan baru ini, ambang batasnya naik menjadi minimal 100 kilometer.


Selain itu, kendaraan dengan berat di bawah 2.510 kilogram diwajibkan memiliki konsumsi bahan bakar kurang dari 70 persen dari batas standar, sedangkan untuk bobot di atas 2.510 kilogram ditetapkan maksimal 75 persen.

Konsumsi energi listrik juga harus berada di bawah 140 hingga 145 persen dari batas standar, tergantung bobot kendaraan. Untuk kendaraan listrik murni (battery electric vehicle), konsumsi energi kini mengacu pada standar nasional terbaru GB 36980.1-2025, yang disebut sebelas persen lebih ketat dibanding sebelumnya.

Standar baru ini bertujuan mendorong efisiensi energi dan mempercepat transisi menuju kendaraan rendah emisi. Aturan ini akan berlaku efektif mulai 1 Januari 2026. Kendaraan yang sudah terdaftar dalam katalog pembebasan pajak hingga 31 Desember 2025 dan masih memenuhi persyaratan teknis akan otomatis dimasukkan ke katalog 2026. Namun, model yang gagal memenuhi ketentuan baru akan dihapus dari daftar insentif.

Produsen kendaraan juga diberi waktu hingga 12 Desember 2025 untuk mengajukan pembaruan model yang tidak kompatibel. Analis memperkirakan sekitar 40 persen model PHEV yang beredar di pasar China saat ini memiliki jarak tempuh listrik di bawah 100 kilometer.

Artinya, banyak model harus melakukan pembaruan teknologi atau berpotensi kehilangan dukungan insentif pajak Pemerintah. Beberapa model premium seperti Aito M5 dengan jarak listrik 230 kilometer, BYD Tang DM-i 175 kilometer, dan Li Auto L8 hingga 225 kilometer dipastikan masih memenuhi ambang batas baru.

Sebaliknya, model populer kelas menengah seperti BYD Qin Plus, Qin L, dan Geely Galaxy A7 terancam kehilangan kelayakan jika tidak segera melakukan peningkatan performa baterai. Sekretaris Jenderal Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA) Cui Dongshu menjelaskan, kebijakan baru ini sejalan dengan kemajuan pesat teknologi kendaraan listrik di negara tersebut.

“Penyesuaian ini selaras dengan peningkatan jarak tempuh NEV dan perkembangan teknologi. Langkah ini mendorong industri untuk beralih dari ekspansi skala ke pengembangan berkualitas tinggi,” ujar Cui.

Dengan kebijakan baru ini, industri otomotif China diperkirakan akan menggelar promosi besar-besaran di akhir tahun guna menghabiskan stok model PHEV yang tidak memenuhi standar 2026. Kebijakan ini juga menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah China semakin serius mendorong adopsi kendaraan listrik murni dalam beberapa tahun mendatang.

Sumber : voi.id
viewed :: 1149
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
Copyright 2013 motormobile.net