|
13 November 2025
HEADLINE - MOBIL
Trim Pintu Lepas Picu Kecelakaan, Stellantis Tarik 123 Ribu Jeep Wagoneer
![]() Induk sejumlah produsen otomotif global Stellantis mengumumkan penarikan (recall) segera terhadap 123.396 unit kendaraan di Amerika Serikat. Penarikan ini mencakup model Jeep Wagoneer dan Jeep Grand Wagoneer tahun 2022 hingga 2024 karena masalah fatal yaitu potongan trim pada jendela pengemudi dan penumpang berpotensi terlepas saat mobil melaju, menciptakan bahaya di jalan raya dan meningkatkan risiko kecelakaan. Menurut Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS (NHTSA) beberapa waktu yang lalu, dilansir dari Reuters, seperempat trim pada jendela pengemudi dan penumpang disinyalir tidak terpasang dengan aman. Kondisi ini memungkinkan potongan trim tersebut terlepas dari mobil. NHTSA secara tegas memperingatkan bahwa material trim yang terlepas di jalan dapat menjadi bahaya bagi kendaraan lain, berpotensi memicu insiden tabrakan. Model-model yang terdampak dalam penarikan ini adalah jenis Jeep Wagoneer dan Jeep Grand Wagoneer tertentu yang diproduksi antara tahun 2022 hingga 2024. Stellantis dalam laporannya kepada NHTSA menyampaikan bahwa solusi untuk mengatasi masalah tersebut masih dalam tahap pengembangan. Pihak perusahaan tengah berupaya menemukan metode perbaikan yang efektif agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Proses ini melibatkan evaluasi teknis mendalam untuk memastikan keamanan dan kualitas komponen yang terdampak. Menurut laporan resmi, perbaikan ini tidak dapat dilakukan secara langsung karena memerlukan pengujian lanjutan terhadap material trim yang bermasalah. Stellantis menekankan pentingnya memastikan bahwa setiap langkah koreksi memenuhi standar keselamatan kendaraan sebelum diterapkan. Hal ini menjadi fokus utama perusahaan agar pengguna tetap merasa aman. Sementara itu, para pemilik kendaraan yang terdampak akan segera dihubungi oleh pihak Stellantis. Komunikasi ini dilakukan untuk memberikan informasi resmi mengenai jadwal serta prosedur perbaikan yang akan ditempuh. Dengan demikian, pelanggan dapat mengetahui kapan dan di mana kendaraan mereka dapat diperbaiki secara gratis oleh pihak dealer resmi. Langkah penghubungan ini juga bertujuan memberikan kepastian kepada pemilik agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait kondisi kendaraan mereka. Stellantis akan memberikan arahan lengkap mengenai tindakan sementara yang dapat dilakukan sembari menunggu perbaikan. Transparansi ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kepercayaan konsumen. Penarikan terbaru tersebut menambah daftar panjang kasus serupa yang dialami Stellantis dalam beberapa waktu terakhir. Masalah pada trim pintu memang menjadi perhatian besar karena dapat memengaruhi keselamatan berkendara. Kondisi ini juga menunjukkan perlunya pengawasan ketat terhadap kualitas produksi setiap model kendaraan yang dirilis. Masalah trim bukan kali pertama menimpa Stellantis bulan ini. Pada awal September, NHTSA sempat mengumumkan penarikan lebih dari seratus ribu kendaraan milik perusahaan itu di Amerika Serikat. Insiden tersebut menjadi sorotan karena menunjukkan adanya pola kesalahan desain atau pemasangan pada bagian pintu yang berpotensi lepas. Dalam laporan sebelumnya, jumlah kendaraan yang ditarik mencapai sekitar 164.000 unit. Kendaraan itu mengalami potensi lepasnya trim pada pintu pengemudi dan penumpang, yang bisa menimbulkan risiko kecelakaan. Kasus ini mendorong Stellantis untuk memperketat pengawasan mutu serta memperbarui standar pengujian agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Sumber : voi.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
