|
12 November 2025
HEADLINE - MOBIL
Jeep Wagoneer Tak Ada Lagi Dilebur Ke Grand Wagoneer Untuk Model 2026
![]() Induk dari Jeep yaitu Stellantis mengambil langkah berani untuk menyederhanakan jajaran SUV mewahnya. Mulai model tahun 2026, nama "Wagoneer" resmi dilebur ke dalam lini "Grand Wagoneer". Keputusan ini dilakukan demi menata kembali lineup yang dianggap mulai membingungkan konsumen. Meskipun terjadi perubahan nama besar, para penggemar tidak perlu khawatir karena mesin andal, yakni unit Hurricane twin-turbo 3.0 liter, akan tetap dipertahankan. Penyederhanaan nama membawa perubahan signifikan pada hierarki model. Apa yang sebelumnya dikenal sebagai Wagoneer biasa, kini akan disebut sebagai Jeep Grand Wagoneer. Sementara itu, varian yang sebelumnya sudah bernama Grand Wagoneer akan tetap menggunakan nama tersebut, namun kini secara resmi didahului oleh merek "Jeep". Ada tiga tingkatan trim utama yang ditawarkan, diurutkan berdasarkan kemewahan: Jeep Grand Wagoneer (model dasar), Jeep Grand Wagoneer Limited, dan Jeep Grand Wagoneer Summit. Semua trim ini hadir dengan opsi penggerak 4x2 atau 4x4, serta pilihan short-wheelbase atau long-wheelbase. Di balik kap mesin, dilansir dari Autoweek, beberapa waktu yang lalu, tenaga tetap disuplai oleh jantung mekanis yang sama dengan model 2025, yaitu mesin enam silinder segaris Hurricane 3.0 liter twin-turbo. Mesin bertenaga ini mampu menghasilkan 420 tenaga kuda pada 5.200 rpm dan torsi puncak 468 lb-ft pada 3.500 rpm. Seluruh daya disalurkan melalui transmisi otomatis Torqueflite 8HP75 delapan percepatan. Kombinasi ini tidak hanya menjamin performa mumpuni, tetapi juga memungkinkan semua model Grand Wagoneer 2026 memiliki kapasitas derek luar biasa hingga 10.000 pound (sekitar 4.535 kg). Selain mesin konvensional yang kuat, Jeep juga mengumumkan rencana elektrifikasi di masa depan dengan memperkenalkan Range-Extending Electric Vehicle (REEV), yang pada dasarnya adalah sistem series hybrid. Dalam model ini, mesin V6 3.6 liter akan berfungsi sebagai generator untuk mengisi daya baterai onboard 92-kWh, yang kemudian menyalurkan listrik ke motor listrik di gandar depan dan belakang. Rangkaian seri hybrid ini datang sebagai strategi Jeep untuk menawarkan opsi terbarukan, menyusul penjualan yang lambat dari Wagoneer S listrik murni. Dengan strategi penyederhanaan nama dan peningkatan fitur, Jeep berharap lini Grand Wagoneer 2026 akan lebih mudah dipahami dan semakin menarik bagi pasar SUV premium yang mencari perpaduan antara kemewahan, performa, dan kapabilitas jelajah medan. Sumber : voi.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
