|
08 November 2025
HEADLINE - MOBIL
Toyota Supra Resmi Berhenti Produksi Maret 2026
![]() Produsen asal Jepang, Toyota resmi mengumumkan bahwa seri legendaris Toyota Supra A90 akan berakhir produksinya pada Maret 2026. Sebagai generasi kelima sejak debutnya 47 tahun lalu, keputusan ini menandai babak baru bagi nama untuk model yang sudah sangat dikenal di kalangan penggemar otomotif. Disitat dari Autoevolution, produksi akan berhenti di pabrik Magna Steyr di Graz, Austria, fasilitas yang juga memproduksi BMW Z4. Sedangkan Seri ‘Final Edition’ akan diluncurkan sebagai penghormatan terhadap legacy Supra, mengusung pembaruan seperti sentuhan penyetelan ulang suspensi, kemudi, dan diferensial. Di pasar Jepang, model terakhir Supra ini akan mendapatkan peningkatan tenaga menjadi 429 tk. Mesin yang digunakan adalah mesin BMW 3,0 liter turbo enam silinder turbocharged straight-six, yang di spesifikasi untuk pasar Amerika Serikat mampu menghasilkan tenaga hingga 382 tk. Edisi perpisahan ini menjadi penanda penting karena akan menjadi unit terakhir yang masih mengandalkan basis mekanis BMW. Sejak awal pengembangannya, Toyota Supra generasi A90 memang dibangun dengan berbagi platform, sistem penggerak, serta berbagai teknologi inti yang sama dengan BMW Z4, sehingga keduanya memiliki kedekatan struktural yang cukup kuat. Kemitraan antara Toyota dan BMW pada proyek ini menghadirkan perpaduan unik antara karakter sport khas Jepang dan teknologi rekayasa khas Jerman. Dalam praktiknya, banyak komponen utama seperti mesin, transmisi, hingga arsitektur sasis yang dibuat berdasarkan pengembangan bersama, sehingga kedua model tersebut saling melengkapi walau tetap mempertahankan identitas masing-masing. Di kalangan penggemar, kolaborasi ini awalnya menimbulkan perdebatan karena sebagian merasa Supra seharusnya dikembangkan sepenuhnya oleh Toyota. Para puris mempertanyakan keaslian Supra baru yang menggunakan jantung mekanis dari BMW. Namun, sebagian lainnya melihat kerja sama ini sebagai langkah realistis untuk menghidupkan kembali legenda yang sudah lama vakum. Walaupun sempat menuai kritik, pada kenyataannya kerja sama tersebut menjadi salah satu faktor utama yang memungkinkan Supra kembali hadir ke pasar modern. Tanpa dukungan platform dan teknologi BMW, proses pengembangan mobil sport ini diperkirakan akan jauh lebih lama dan membutuhkan investasi yang lebih besar dari Toyota. Kembalinya Supra pada 2019 setelah absen selama 17 tahun menjadi momentum bersejarah bagi pecinta mobil sport. Kehadirannya sekaligus menandai kebangkitan nama besar yang sempat hilang, serta menunjukkan bahwa kemitraan lintas pabrikan bisa menghasilkan produk yang tetap kuat secara karakter dan performa. Seiring waktu, penerimaan publik terhadap Supra A90 semakin positif. Banyak penggemar mulai menghargai performa, desain, dan pengalaman berkendara yang ditawarkan, yang dianggap mampu mempertahankan esensi Supra meskipun pengembangannya melibatkan pengaruh besar dari BMW sebagai mitra teknik utamanya. Dengan dirilisnya edisi perpisahan ini, Toyota menutup babak kolaborasi mekanis dengan BMW untuk Supra. Langkah ini sekaligus membuka kemungkinan baru terkait arah pengembangan generasi berikutnya, apakah Toyota akan kembali meracik Supra sepenuhnya sendiri atau kembali menggandeng mitra demi menghadirkan evolusi yang tetap relevan di masa depan. Simak video berikut : Sumber : avolta.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
