|
07 November 2025
HEADLINE - MOBIL
Krisis Cip Di Eropa Mulai Ganggu Produksi Volkswagen
![]() Krisis cip kembali menghantui Eropa, termasuk industri otomotif. Sengketa diplomatik antara Cina dan Belanda membuat pasokan cip dari Nexperia terganggu, sehingga memicu kekhawatiran besar di kalangan produsen, termasuk Volkswagen (VW) yang mulai merasakan dampaknya. Mengutip Reuters, beberapa waktu yang lalu, produksi VW di pabrik yang berlokasi di Wolfsburg dipastikan hanya aman untuk satu pekan ke depan, dan setelah itu pabrikan asal Jerman ini tidak bisa memastikan kelanjutannya. Walau belum ada keputusan resmi soal penerapan skema pengurangan jam kerja yang melibatkan dukungan Pemerintah, VW disebut sudah menjajaki pembicaraan awal dengan lembaga ketenagakerjaan Jerman sebagai langkah antisipasi. Pihak VW memilih untuk tidak memberikan tanggapan lebih jauh terkait situasi tersebut, menunjukkan sikap hati-hati di tengah ketidakpastian pasokan komponen penting. Mereka tampak menunggu perkembangan selanjutnya sambil berharap kondisi tidak seburuk yang dibayangkan. VW juga masih memantau potensi gangguan yang bisa muncul jika masalah ini terus berlanjut. Keengganan VW berbicara lebih jauh mencerminkan besarnya dampak yang mungkin terjadi pada industri otomotif. Ketidakpastian dalam rantai pasok cip membuat mereka perlu lebih cermat dalam menyusun langkah antisipasi. Dengan menahan komentar, VW memberi ruang untuk melihat apakah tekanan dari kebijakan baru tersebut dapat mereda atau justru semakin meningkat. Sementara itu, keputusan Tiongkok membatasi produk Nexperia membuat industri otomotif Eropa berada dalam posisi sulit. Pabrikan besar seperti VW, BMW, dan Mercedes-Benz mulai merasakan kekhawatiran serius karena pasokan cip yang terhambat bisa memicu penundaan produksi. Kondisi ini berisiko memperburuk tekanan yang sudah terjadi sejak krisis cip global. Kekhawatiran pabrikan Eropa muncul karena komponen buatan Nexperia memiliki peran vital dalam jalur produksi kendaraan modern. Kendati bukan termasuk kategori cip supercanggih, komponen tersebut dibutuhkan dalam jumlah besar. Gangguan pasokan sedikit saja mampu menghambat lini perakitan, yang pada akhirnya memengaruhi pengiriman kendaraan ke pasar. Industri otomotif Eropa semakin waspada karena keputusan itu menunjukkan betapa rentannya ketergantungan mereka pada pemasok eksternal. Nexperia selama ini memasok bagian penting yang digunakan di berbagai sistem elektronik kendaraan. Pembatasan yang terjadi secara tiba-tiba memperlihatkan bagaimana perubahan kebijakan dapat langsung mengguncang ekosistem industri. Walau produksi komponen Nexperia dilakukan di Eropa, tahap pengemasan masih sangat bergantung pada fasilitas di Cina. Ketergantungan inilah yang menciptakan titik rawan dalam rantai pasok. Selama proses tersebut belum bisa dipindahkan atau didiversifikasi, ancaman keterlambatan tetap membayangi pabrikan yang membutuhkan kelancaran suplai. Komponen buatan Nexperia, meski bukan teknologi paling mutakhir, merupakan tulang punggung bagi banyak sistem kendaraan mulai dari fungsi dasar hingga perangkat elektronik yang lebih kompleks. Karena perannya begitu penting, setiap hambatan dalam pasokan dapat menimbulkan efek domino yang mengganggu produksi dan strategi distribusi di pasar Eropa. Simak video berikut : Sumber : avolta.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
