|
26 Desember 2025
TIPS - MOTOR
Pengin Touring Di Pegunungan Himalaya? Baca Dulu Tipsnya
![]() Himalaya, langsung teringat lintasan offroad, coral, berbatu, padang gurun hingga bersalju. Terngiang lagi tanjakan terjal dan turunan curam. Kadar oksigen tipis menyulitkan bernapas hingga temperatur rendah. Bagi rider penyuka touring mungkin terdengar mengasyikkan. Apalagi disuguhkan pemandangan indah yang tak habis-habis. Namun harus diketahui, tingkat kekhawatirannya begitu tinggi. Meskipun perjalanannya baik-baik saja, harus diingat bahwa berkendara di Himalaya tidak sesederhana yang kita lihat. Bahkan memiliki tingkat risiko tinggi. Tapi bila dilakukan dengan benar, touring di sana bisa menjadi latihan penjernihan jiwa. Berdasar dari pengalaman tim OTO Media Group di kegiatan Moto Himalaya 2022, berikut beberapa tips terbaik tentang cara berkendara di Himalaya. » Rencanakan Perjalanan Membuat perencanaan suatu keharusan saat berkendara di Himalaya. Anda perlu menyusun konsep perjalanan dan inventaris yang harus disiapkan dan dibawa. Saat masih di Indonesia, baiknya mencari informasi tentang daerah-daerah yang ingin dilintasi. Perhatikan juga bahwa jarak di pegunungan bisa sangat menyesatkan karena jalan berliku-liku. 250 km di pegunungan sangat berbeda dengan 250 km di dataran. Jadi, agendakan perjalanan dengan tepat. » Paspor dan Surat Izin Mengemudi Internasional Sebagai warga Indonesia, Paspor, SIM Internasional dan Visa Internasional adalah hal utama yang harus dimiliki setiap rider sebelum melakukan tur di luar negeri. Paspor memiliki batas waktu minimal 6 bulan sebelum tanggal kadaluarsa habis. Lisensi berkendara juga harus dalam status masih berlaku. ![]() » Asuransi Perjalanan Ini juga menjadi hal wajib. Pastikan Anda memiliki asuransi perjalanan. Selain itu, akan lebih bijaksana untuk mempunyai asuransi jiwa jika terjadi kecelakaan di jalan. Asuransi juga setidaknya mencakup kendaraan yang digunakan. Buat asuransi sepeda motor silahkan hubungi rental bike di sana. » Saran Kesehatan Ekspedisi semacam ini menuntut aktivitas fisik yang berat. Tubuh harus dalam keadaan bugar secara fisik. Jika memiliki kondisi seperti asma, tekanan darah tinggi, masalah pernapasan atau gangguan jantung, konsultasikan dengan dokter. Sebab Anda akan menghabiskan sebagian besar waktu di ketinggian sekitar 3.500 hingga 5.300 mdpl). Pastikan telah melakukan vaksinasi seperti influenza, cacar air, campak, tetanus, dan dosis boosternya. ![]() » Tukar Mata Uang Buat perbekalan awal, tukarkan Rupiah (IDR) ke Dollar US. Sebab tak ada money changer di Indonesia yang menyiapkan mata uang Rupee. Sesuaikan nominalnya dengan kebutuhan selama di sana. Memiliki uang tunai sangat dianjurkan, karena di wilayah pegunungan yang cukup terpencil jangan berharap menemukan ATM atau terminal gesek kartu. Kemudian simpan uang di dua atau tiga lokasi berbeda seperti beberapa saku, koper, atau tas jinjing. Anda tidak pernah tahu kapan akan membutuhkannya. Antisipasi pengeluaran sebelumnya dan rencanakan anggaran sesuai dengan margin untuk biaya tak terduga juga. » Permit Perbatasan Bila melakukan ekspedisi sendiri, baiknya selalu siapkan surat izin perbatasan. Banyak agen perjalanan di Ladakh yang menyediakan jasa ini. Lakukan semuanya maksimal satu hari sebelum berangkat. ![]() » Perlengkapan Wajib Berkendara Mencari segala informasi mengenai daerah yang ingin dilintasi sangat bermanfaat. Agar Anda mendapat input apa saja yang harus disiapkan dan dibawa. Dan hal ini dibagi dalam beberapa bagian :
» Perlengkapan Menginap Ekspedisi ini setidaknya membutuhkan waktu 7 hari perjalanan. Maka wajib hukumnya membawa perlengkapan menginap yang memadai. Di Himalaya, khususnya di daerah atas dan terpencil seperti Ladakh, Anda dapat menghadapi beberapa kondisi cuaca yang paling keras. Pada siang hari, suhu di jalur rendah sekitar 30 derajat celcius tetapi bisa turun drastis saat pindah ke tempat tinggi, di mana merkuri jatuh pada titik beku. Maka siapkan liner atau baselayer thermal atau pakaian hangat. Lalu sarung tangan hangat, kaos kaki dan penutup kepala berbahan wol. Direkomendasikan membawa lebih dari satu setel. » Sering Memeriksa Kondisi Jalan dan Cuaca Di pegunungan, kondisi jalan dan cuaca dapat menyebabkan kerugian besar. Angin bisa tiba-tiba datang dan mulai menerpa Anda tanpa alasan yang jelas. Badai hujan es dan salju seketika dapat menyapu gunung yang mempengaruhi kondisi jalan. Salju yang mencair juga dapat menyebabkan tanah longsor sehingga menghalangi lintasan. Disarankan untuk selalu memeriksa kondisi jalan di depan pada setiap pemberhentian. Sementara BRO (Border Roads Organisation) atau Organisasi Jalan Perbatasan melakukan banyak upaya untuk menjaga jalan tetap bersih. Yang terbaik adalah memeriksanya di kamp BRO atau GREF mana pun yang mungkin Anda lewati. » Ubah Gaya Berkendara Jalan di Himalaya sangat sempit dan berbahaya. Dekati mereka dengan hati-hati dan rasa hormat yang mereka tuntut. Banyak jalan tidak memiliki penghalang tabrakan di tiap sisinya yang menyiratkan penurunan curam. Berkendaralah dengan moderat dan aman, jangan berkendara seolah-olah Anda berada di arena sirkuit. Saat berkendara di medan bersalju dan berbatu, jaga kecepatan tetap terkendali. Bermanuver sewajarnya sesuai tuntutan situasi. Menaiki tanjakan yang terjal berarti harus menjaga distribusi beban di depan, agar ban belakang tetap mendapatkan traksi. ![]() » Atur Pernafasan dan Usahakan Tetap Hidrasi Sangat penting untuk mengatur nafas saat melalui jalur pendakian, agar tubuh memiliki waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan ketinggian dan tekanan udara. Naik terlalu cepat mungkin bisa membuat sakit kepala parah. Jadi ingatlah itu. Tetap minum banyak air juga, karena seseorang cenderung mengabaikan hidrasi karena kurangnya rasa haus di atmosfer yang lebih dingin. Bagi perokok kronis berisiko mengalami gangguan pernapasan akut di ketinggian, jadi perhatikan jumlah rokok yang Anda konsumsi. » Istirahat yang Cukup Usahakan selalu mengambil istirahat setiap dua jam berkendara. Luangkan waktu untuk minum air, meregangkan kaki dan punggung sangat diperlukan. Dengan meningkatnya kelelahan setelah beberapa hari berkendara, istirahat yang cukup menjadi lebih penting. » Tetap Termotivasi Ini salah satu tips paling berguna untuk perjalanan sepeda motor di Himalaya. Ketika mengalami suatu masalah di tengah perjalanan, jangan panik. Tetap tenang dan tunggu bantuan. Dalam keadaan seperti itu, kehilangan harapan berarti mengundang kematian. Jadi selalu tetap termotivasi dan bersemangat. Di Himalaya, pengendara yang paling terampil pun bisa membuat kesalahan. Tetapi mereka yang tetap kuat dan bijak setiap saat adalah rider sejati. Kami harap tips ini dapat membantu dengan baik dan menjadikan perjalanan Anda di Himalaya tanpa insiden dan tak terlupakan. Tetap berkendara dengan aman dan selamat bersenang-senang! Sumber : zigwheels.co.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
