PT. CITRA LODOK LESTARI
     Jadwal Formula 1 Miami 2026       Jadwal WorldSBK Hungaria 2026     
16 Februari 2026
HEADLINE - MOBIL
Ford Nilai 153 Kasus Recall Pada 13 Juta Unit Mobilnya Merupakan Hal Baik


Awal tahun baru biasanya menjadi ajang bagi para produsen otomotif untuk memamerkan capaian penjualan sepanjang 2025. Namun, bagi Ford, sorotan justru mengarah pada catatan rekor penarikan kembali atau recall kendaraan dalam jumlah masif.

Sepanjang 2025, Ford tercatat melakukan 153 kali recall yang memengaruhi hampir 13 juta unit kendaraan. Angka ini bukan sekadar rekor baru, melainkan nyaris dua kali lipat dari capaian tertinggi sebelumnya, yakni 77 recall yang dicatat General Motors pada 2014.

Perlu dicatat, data tersebut masih bersifat sementara karena National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) baru merilis laporan hingga 23 Desember saat publikasi dilakukan. Sekilas, statistik tersebut menggambarkan produsen yang tengah dilanda masalah serius.


Namun, narasi yang dibangun Ford justru berbeda. Alih-alih menandakan penurunan mutu, perusahaan mengklaim gelombang recall ini merupakan konsekuensi dari strategi baru yang lebih terbuka dan agresif dalam menangani potensi cacat.

Ford menyebutkan, mereka menggandakan tim keselamatan, memperluas pengujian, melakukan audit perangkat lunak secara menyeluruh, serta mempercepat identifikasi dan perbaikan kesalahan. Tujuannya, mendeteksi masalah sejak dini sebelum berkembang menjadi gugatan hukum, kebakaran kendaraan, atau bahkan video viral yang merusak reputasi.

“Saya ingin konsumen tahu bahwa kami mendukung produk kami,” kata Kepala operasional Ford Kumar Galhotra, kepada The Detroit News yang dilansir Carscoops, beberapa waktu yang lalu.

“Kualitas awal kami telah meningkat secara substansial tahun ini, dan jika terjadi sesuatu yang salah dengan kendaraan mereka, saya ingin mereka tahu bahwa kami akan bertindak cepat untuk menanganinya,” lanjutnya.

Peran perangkat lunak menjadi faktor krusial dalam lonjakan recall tersebut. Sekitar 40 kasus ternyata merupakan recall ulang, setelah Ford menyadari tidak adanya metode yang benar-benar andal untuk memastikan pembaruan sebelumnya telah terpasang dengan benar di kendaraan konsumen.

Meski terdengar kontradiktif, Ford mengklaim upaya bersih-bersih ini mulai menunjukkan hasil. Perusahaan menyebut biaya garansi mengalami penurunan, kondisi yang umumnya hanya terjadi ketika tingkat kerusakan kendaraan ikut menurun.

“Biaya garansi kami menurun. Dan itu jelas terkait langsung dengan peningkatan kualitas awal kendaraan yang kami jual, serta peningkatan efisiensi biaya perbaikan, termasuk penurunan biaya untuk kendaraan yang sudah berada di tangan pelanggan," papar Galhotra.

Klaim tersebut turut didukung sejumlah indikator eksternal, Consumer Reports menempatkan Ford di paruh atas peringkat keandalan untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir. Sementara J.D. Power juga mencatat adanya perbaikan, meskipun Ford masih berada di bawah rata-rata industri secara keseluruhan.

Namun, dampak di lapangan belum sepenuhnya positif. Sejumlah dealer mengeluhkan membludaknya pekerjaan servis akibat recall, sementara kompensasi dari pabrikan dinilai tidak sebanding dengan beban kerja yang ditanggung. Dalam beberapa kasus, kendaraan baru bahkan tertahan pengirimannya karena harus menjalani perbaikan terlebih dahulu.

Sumber : voi.id
viewed :: 196
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
Copyright 2013 motormobile.net