| » Jadwal WorldSBK Belanda 2026 « |
|
14 Februari 2026
HEADLINE - MOTOR
Baterai Solid-State Motor Pertama Di Dunia, Isi Daya Cuma 5 Menit
![]() Klaim yang selama ini terasa futuristis akhirnya mendekati kenyataan. Donut Lab mengumumkan bahwa baterai solid-state pertama di dunia yang siap diproduksi massal dan tersedia secara komersial telah hadir. Jika janji teknologinya terpenuhi, baterai ini berpotensi merevolusi kendaraan listrik mulai dari mobil penumpang, sepeda motor, hingga truk berat dan alat konstruksi. Donut Lab sendiri bukan nama asing di dunia elektrifikasi. Perusahaan rintisan ini dikenal lewat motor listrik dalam roda yang menggerakkan sepeda motor listrik Verge Motorcycles. Kini, mereka mengklaim sel dan modul baterai solid-state tanpa cairan telah tersedia pada skala produksi gigawatt-jam dan siap dipasok ke perusahaan di berbagai negara. Verge Motorcycles bahkan menyebut model TS Pro versi terbaru akan menjadi kendaraan listrik produksi massal pertama di dunia yang menggunakan baterai solid-state. Unit tersebut dijadwalkan mulai diterima konsumen pada kuartal pertama tahun ini. Keunggulan yang ditawarkan terdengar ambisius, baterai solid-state Donut diklaim lebih ringan, memiliki kepadatan energi lebih tinggi, lebih aman, dan tahan lama. Selain itu, mampu diisi daya jauh lebih cepat dibanding baterai lithium-ion konvensional berbasis elektrolit cair. Dampaknya, jarak tempuh kendaraan bisa meningkat signifikan. Menurut Donut Lab, baterai solid-state mereka memiliki kepadatan energi hingga 400 watt-jam per kilogram dan mampu diisi penuh hanya dalam lima menit, dengan daya tahan mencapai 100.000 siklus pengisian tanpa perlu membatasi pengisian hingga 80 persen. Sebagai pembanding, baterai lithium-ion kelas atas saat ini umumnya berada di kisaran 250–300 watt-jam per kilogram dengan usia pakai sekitar 5.000 siklus penuh. Klaim lain yang tak kalah menarik adalah ketahanan suhu ekstrem. Donut Lab menyatakan baterainya tetap mempertahankan lebih dari 99 persen kapasitas pada suhu serendah minus 30 derajat Celsius hingga setinggi 100 derajat Celsius. Dari sisi keselamatan dan keberlanjutan, perusahaan ini menegaskan baterai solid-state mereka tidak akan terbakar meski rusak. Selain itu, proses produksinya disebut tidak bergantung pada material langka. Meski tak merinci komposisi bahan, Donut Lab menyebut baterai tersebut 100 persen ramah lingkungan dan terbuat dari material yang mudah ditemukan, sehingga relatif kebal terhadap gangguan rantai pasok global. Biaya produksinya pun diklaim lebih murah dibanding baterai lithium-ion sebanding. Implementasi nyata teknologi ini bisa dilihat pada Verge TS Pro. Versi sebelumnya, yang masih memakai baterai lithium-ion, menawarkan jarak tempuh hingga 217 mil (350 km) di perkotaan dengan waktu pengisian kurang dari 35 menit. Pada versi baru dengan baterai solid-state, jarak tempuh standar tetap 217 mil, namun opsi baterai berkapasitas besar yang masih muat di dudukan yang sama mampu meningkatkan jarak tempuh hingga 370 mil (510). Waktu pengisian dipangkas drastis menjadi kurang dari 10 menit. “Meskipun keuntungannya jelas, masa depan baterai solid-state sering kali terasa terus tertunda. Di Donut Lab, jawaban kami soal kesiapan baterai solid-state untuk kendaraan produksi OEM adalah sekarang hari ini, bukan nanti," kata CEO Donut Lab Marko Lehtimäki, dilansir dari Insideevs, beberapa waktu yang lalu. Baterai solid-state Donut Lab dijadwalkan tampil perdana di ajang CES 2026 di Las Vegas yang dibuka pada 6 Januari. Jika klaim-klaim tersebut terbukti di dunia nyata, peta persaingan teknologi baterai kendaraan listrik bisa berubah lebih cepat dari perkiraan. Sumber : voi.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
