| » Jadwal Lengkap Grand Prix F1 Kanada 2026 « |
|
12 Juni 2026
HEADLINE - MOBIL
BYD : Pasokan Baterai Terbatas, Lonjakan Permintaan Fast Charging
![]() Ketua sekaligus Presiden BYD Wang Chuanfu, mengungkapkan perusahaan masih menghadapi keterbatasan pasokan baterai seiring meningkatnya produksi massal sejumlah model baru di lini Dynasty, Ocean, Denza, hingga Yangwang. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi Yangwang Business Research Institute 2026. Wang menjelaskan kapasitas produksi baterai BYD saat ini masih belum mampu sepenuhnya mengimbangi lonjakan permintaan. Meski demikian, ia optimistis penjualan bulanan perusahaan akan terus meningkat seiring bertambahnya kapasitas produksi baterai dalam waktu mendatang. Dilansir dari Carnewschina, beberapa waktu yang lalu, pernyataan tersebut muncul ketika BYD tengah agresif meluncurkan kendaraan listrik dengan teknologi pengisian daya ultra cepat yang ditopang Blade Battery generasi terbaru. Beberapa model anyar yang telah diperkenalkan mencakup Denza B5 dan B8 versi flash-charge dengan teknologi suspensi DiSus-P, serta crossover Atto 3 (Yuan Plus) terbaru yang dibekali fitur flash charging dan motor belakang berkekuatan 240 kW. Dalam beberapa bulan terakhir, BYD juga terus memperluas jajaran EV yang mendukung teknologi pengisian cepat. Sumber industri di China menyebut tingginya minat terhadap model-model terbaru dengan Blade Battery generasi kedua menjadi salah satu penyebab utama terbatasnya pasokan baterai. Di sisi lain, pembahasan mengenai pasokan baterai turut memicu perhatian publik setelah muncul perdebatan daring terkait manajemen termal saat demonstrasi pengisian ultra cepat BYD. Dalam sebuah uji siaran langsung, suhu permukaan baterai disebut sempat melampaui 76 derajat Celsius ketika proses pengisian daya berkecepatan tinggi berlangsung. Sepanjang April 2026, BYD tercatat mengirimkan baterai sebesar 20,98 GWh. Dengan demikian, total distribusi baterai perusahaan sejak awal tahun telah mencapai 81,2 GWh. Namun, perusahaan belum mengungkap secara rinci alokasi baterai tersebut untuk pasar kendaraan listrik domestik di China. Sejumlah perkiraan pasar di China bahkan menyebut antrean pesanan untuk model fast charging berbasis Blade Battery generasi kedua telah melampaui 140.000 unit. Beberapa model yang disebut memiliki permintaan tinggi antara lain Feng Cheng Bao Ti 7 EV dan Denza Z9 GT. Meski begitu, angka tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh BYD. Tak hanya fokus pada kendaraan, BYD juga terus memperluas jaringan infrastruktur pengisian daya cepat di China. Dalam beberapa waktu yang lalu, perusahaan menambah 55 stasiun pengisian cepat baru sehingga totalnya mencapai 5.979 stasiun yang tersebar di 312 kota. Aplikasi pengisian cepat milik BYD kini juga diklaim telah digunakan lebih dari 1 juta pengguna. Sebelumnya, beberapa waktu yang lalu, BYD telah menyelesaikan pembangunan 5.924 stasiun pengisian cepat dengan total volume pengisian kumulatif melampaui 21 juta kWh. Perusahaan resmi meluncurkan Blade Battery generasi kedua beserta teknologi pengisian cepatnya pada 5 Maret lalu. BYD mengklaim sistem tersebut mampu mengisi daya baterai dari 10 persen ke 70 persen hanya dalam lima menit, serta dari 10 persen ke 97 persen dalam sembilan menit pada kondisi tertentu. Pada April lalu, BYD juga menjalin kerja sama strategis dengan AutoNavi untuk menghadirkan visibilitas stasiun pengisian cepat langsung di platform pemetaan digital. Melalui inisiatif “Flash Charging China”, perusahaan menargetkan pembangunan 20.000 stasiun pengisian cepat di seluruh China hingga akhir 2026. Secara terpisah, Stella Li menyebut BYD masih menjajaki diskusi dengan sejumlah produsen otomotif Eropa terkait potensi pemanfaatan kapasitas pabrik yang belum optimal di kawasan tersebut. Sumber : voi.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
