PT. CITRA LODOK LESTARI
     Jadwal Formula 1 Miami 2026       Jadwal WorldSBK Hungaria 2026     
06 Desember 2025
SPORTS - MOBIL
Pemilihan Presiden FIA Berlanjut Meski Paris Perintahkan Sidang


Pemilihan presiden FIA pekan depan akan berlangsung dengan petahana Mohammed Ben Sulayem yang mencalonkan diri tanpa perlawanan, tetapi apakah ia akan terpilih masih belum pasti.

Pengadilan Paris telah memutuskan bahwa gugatan Laura Villars terhadap FIA akan dilanjutkan ke pengadilan, namun tidak akan menghalangi pelaksanaan pemilihan presiden pekan depan. Kandidat presiden Villars menggugat FIA pada Oktober atas peraturan yang menyatakan bahwa hanya petahana Mohammed Ben Sulayem yang boleh mencalonkan diri.

Setiap calon harus membentuk tim yang terdiri dari tujuh wakil presiden dari enam wilayah global FIA, namun satu-satunya wakil presiden yang memenuhi syarat dari Amerika Selatan, Fabiana Ecclestone, memberikan dukungannya kepada Ben Sulayem. Hal ini memaksa ketiga penantang lainnya - Villars, Tim Mayer dan Virginie Philippot - untuk menarik diri dari pencalonan. Sidang pertama berlangsung pada 10 November.


Villars dan pengacara Robin Binsard mengecam "ketidakmungkinan untuk mengajukan tawaran alternatif, situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di mana hanya ada satu kandidat yang memenuhi syarat untuk wilayah Amerika Selatan, transparansi dan metode komite pencalonan, kepatuhan prosedur pemilihan terhadap prinsip-prinsip tata kelola, demokrasi, dan integritas yang diperjuangkan oleh FIA," demikian siaran pers dari Villars.

Laura Villars

Tribunal judiciaire de Paris memutuskan pada Rabu, 3 Desember 2025, bahwa kasus ini membutuhkan persidangan penuh. Dengan keputusan tersebut, seluruh tema dan argumen yang sebelumnya hanya disinggung secara terbatas kini akan dibahas secara lebih rinci dan diperdebatkan secara terbuka di hadapan pengadilan.

Penetapan persidangan penuh ini menandakan bahwa hakim menilai perkara tersebut cukup kompleks untuk ditelaah lebih dalam. Putusan ini sekaligus membuka jalan bagi kedua pihak untuk menyiapkan pembelaan yang lebih menyeluruh, termasuk bukti tambahan yang sebelumnya belum sempat dikemukakan.

Pengadilan menetapkan bahwa persidangan akan dimulai pada 16 Februari 2026. Sementara itu, proses pemilihan presiden FIA tetap dijadwalkan berlangsung pada 12 Desember di Tashkent, Uzbekistan. Kedua agenda ini berjalan berdekatan dan menimbulkan ketegangan politik di dalam organisasi.

Situasi tersebut menghadirkan ketidakpastian besar bagi FIA. Jika keputusan pengadilan pada akhirnya tidak menguntungkan mereka, maka hasil pemilihan yang melibatkan Ben Sulayem berpotensi dibatalkan. Kondisi ini membuat masa depan kepemimpinan organisasi menjadi sulit diprediksi.

Dampak dari kemungkinan pembatalan ini juga menekan seluruh kandidat dan internal FIA. Mereka harus mempertimbangkan skenario hukum yang dapat memengaruhi legitimasi pemimpin baru. Hal ini menciptakan dinamika tambahan di tengah proses pemilihan yang sebenarnya sudah cukup sensitif.

Di sisi lain, kampanye FIA Forward yang dipimpin Mayer menilai keputusan awal pengadilan sebagai respons wajar. Mereka menilai langkah tersebut dapat dimengerti mengingat kompleksitas perkara, cepatnya proses sejauh ini, serta belum lengkapnya bukti yang dapat disampaikan dalam sidang ulang sebelumnya.

Sumber : id.motorsport.com
viewed :: 1164
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net