PT. CITRA LODOK LESTARI
   Jadwal MotoGP Jerez, Spanyol 2026   
23 April 2026
SPORTS - MOTOR
Pirelli Menantang Michelin: Kontroversi Tekanan Ban


Kontroversi mengenai tekanan ban di MotoGP kembali mencuat setelah Grand Prix Texas. Hukuman yang dijatuhkan kepada Pedro Acosta, beberapa jam setelah seremoni podium, kembali memicu perdebatan yang menimbulkan ketidakpuasan besar di paddock. Ini menjadi situasi yang rumit bagi Michelin untuk ditangani, namun Pirelli berjanji akan membawa perubahan.

Kasus Acosta di Austin
Masalah ini sebenarnya bukan hal baru, tetapi kini semakin krusial: pebalap melintasi garis finis di posisi tertentu, namun hasilnya kemudian diubah di kantor karena tidak memenuhi tekanan minimum ban selama balapan. 

Dalam kasus Pedro Acosta, ia tidak mencapai persyaratan 30% lap di atas batas minimum untuk ban depan. Pit Beirer, pimpinan pabrikan asal Mattighofen di MotoGP, secara terbuka telah mengecam situasi ini, dengan menyalahkan Michelin dan penyelenggara kejuaraan dunia.


Tim dan pebalap lain juga mempertanyakan sistem yang sulit dikendalikan secara real time, terutama karena faktor seperti “dirty air” yang meningkatkan suhu dan tekanan ban depan saat melaju dalam rombongan. Hal ini tentu menyulitkan dalam menentukan tekanan awal yang tepat dan membuat semuanya bergantung pada variabel yang sulit diprediksi.

Pirelli Menjanjikan Perubahan Arah
Dalam konteks ini, kepala kompetisi Pirelli, Giorgio Barbier, menegaskan bahwa masalah ini tidak sederhana, tetapi memastikan bahwa perubahan akan datang di masa depan. “Penting agar balapan bisa ‘berakhir’ dengan kibaran bendera finis,” ujarnya, mengisyaratkan bahwa sistem penalti saat ini belum sepenuhnya meyakinkan. 

“Saya tahu tidak semua orang puas dengan apa yang terjadi setelah balapan,” tambahnya. “Jika pemasok saat ini menerapkan aturan ini, itu karena mereka meyakini ada potensi masalah keselamatan.”

Secara teknis, dasar aturan ini masuk akal, tetapi penerapannya masih bisa diperdebatkan. Masalah utamanya terletak pada ketidakpastian sistem. Variasi tekanan selama balapan, terutama akibat efek “dirty air”, membuat pemilihan tekanan awal menjadi seperti perjudian. 

Di sinilah masalah bermula: pebalap memacu motor hingga batas, tim melakukan perhitungan dalam ketidakpastian, dan penalti datang saat semuanya sudah terlambat untuk diperbaiki.

Keraguan dari Pirelli
Menatap tahun 2027, Pirelli menyadari bahwa mereka harus menulis ulang regulasi dari nol. Ban mereka akan memiliki struktur berbeda, tekanan yang lebih tinggi, serta karakteristik yang tidak sama dengan Michelin. 

Namun, masih ada tanda tanya mengenai apa yang akan terjadi saat mereka masuk ke MotoGP. “Kami masih belum tahu bagaimana ban kami akan berperilaku,” aku Giorgio Barbier. “Kami memiliki karkas, ukuran, dan kompon yang berbeda, sehingga perilaku tekanannya juga akan berbeda.”

Secara konkret, Pirelli akan berupaya menyelesaikan masalah tekanan ban, namun tetap mengingatkan agar berhati-hati. “Pertama-tama, kami akan menetapkan batas baru dan melihat bagaimana perilakunya, kemudian kami akan memutuskan langkah selanjutnya... Yang terpenting, balapan harus berakhir dengan kibaran bendera finis.”

Sumber : corsedimoto.com
viewed :: 148
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
Copyright 2013 motormobile.net