| » Jadwal Lengkap Grand Prix F1 Kanada 2026 « |
|
01 Oktober 2025
TIPS - MOTOR
Cara Membuat Kelistrikan FullWave Pada Motor
![]() Bicara masalah motor memang tidak ada habisnya, apalagi dunia modifikasi. Dunia modifikasi terus berputar tak lekang ditelan waktu. Modifikasi bukan hanya di bodi dan mesin. Tetapi masalah elektronik (kelistrikan) juga bisa di modifikasi. Kelistrikan di motor yang biasa kita kenal ada dua, yaitu halfwave dan fullwave. Sistem halfwave biasa disebut dengan semi DC atau AC. Semi DC terlihat dari suplai arus listrik pada bohlam lampu utama dan senja yang masih mengambil dari jalur spull (generator). Sedangkan sistem fullwave adalah menggunakan seluruh kemampuan spull (generator) untuk menangani seluruh beban kelistrikan di motor melalui bantuan kiprok (regulator) dan aki. Kelebihan sistem fullwave ini sistem pengisian aki dilakukan secara terus menerus tiap putaran mesin. Sehingga proses pengisian relatif sangat cepat dan dengan arus yang sangat besar. Bedanya dengan halfwave, energi dari spull (generator) banyak terbuang sia-sia ke massa (ground). Setelah mengubah menjadi sistem fullwave, maka wajib mengganti seluruh lampu dengan lampu DC. Jadi lampu bisa langsung nyala terang benderang. Enaknya lagi, lampu tidak mudah putus/gosong alias lebih awet. Hal ini disebabkan arus DC yang masuk ke lampu relatif stabil. Apa saja yang dibutuhkan untuk mengubah menjadi sistem fullwave? Pertama dan utama adalah kiprok yang sudah support untuk fullwave seperti kiprok Honda Tiger atau Yamaha Byson. Kedua, kiprok-nya yang original, untuk hal ini tidak di sarankan menggunakan yang KW atau aftermarket. Resiko tanggung penumpang. Ketiga, siapkan uang sedikitnya 300ribu untuk mengganti menjadi sistem fullwave ini. Begitulah keuntungan menggunakan sistem fullwave di motor. Tapi ingat momoners, dalam sistem fullwave aki merupakan komponen wajib. Jadi pastikan aki momoners dalam keadaan normal dan bisa digunakan untuk sistem fullwave ini. Dampaknya kalau aki tekor alias soak. Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
