| » Jadwal Formula 1 Miami 2026 « | » Jadwal WorldSBK Hungaria 2026 « |
|
04 Mei 2026
SPORTS - MOTOR
MotoGP Akan Melarang Entri Wildcard Mulai Musim 2027
![]() Berita MotoGP saat ini sedang ramai dengan serangkaian perubahan regulasi yang diumumkan setelah pertemuan Komisi Grand Prix pekan ini, termasuk di antaranya penghapusan pebalap wildcard dalam seri ini. Setelah serangkaian pertemuan pada bulan Maret dan April, pembaruan regulasi MotoGP telah disetujui. Beberapa perubahan akan langsung diterapkan, sementara yang lainnya akan diberlakukan pada 2027 bersamaan dengan regulasi teknis baru. Salah satu perubahan yang paling mencuri perhatian adalah penghapusan pebalap wildcard yang akan berlaku mulai musim depan. “Wildcard di kelas MotoGP tidak akan diizinkan mulai musim 2027,” ungkap Federasi Internasional Sepeda Motor (FIM) dalam sebuah pernyataan. “Keputusan ini akan berlaku untuk semua produsen, tanpa memandang peringkat konsesi mereka.” Keputusan ini berarti bahwa legenda kejuaraan, Dani Pedrosa, akan dipaksa untuk pensiun, meskipun beberapa hari yang lalu dia menyatakan bahwa dia tidak akan balapan lagi. Namun, harapan masih ada bahwa dia bisa kembali terlihat di atas motor sebagai tamu di KTM, dengan Pol Espargaro, rekan setimnya, sebagai pebalap pengganti. Kini, Pedrosa yang telah beralih profesi menjadi komentator TV, hanya bisa kembali berkompetisi sebagai pengganti pebalap yang cedera. Selain itu, diumumkan juga bahwa pada musim 2026, tidak ada produsen yang diizinkan berkompetisi dengan pebalap wildcard menggunakan motor prototipe tahun 2027. “Wildcard MotoGP 2026 tidak diizinkan menggunakan mesin 2027 – berlaku segera,” tambah FIM dalam pernyataannya. Keputusan lain yang diambil oleh Komisi Grand Prix adalah mempertahankan sistem pemantauan tekanan ban untuk musim depan. Langkah ini menunjukkan bahwa regulasi yang telah berjalan sebelumnya masih dianggap relevan untuk digunakan, meskipun sempat muncul berbagai perdebatan terkait efektivitas dan dampaknya terhadap jalannya balapan di lintasan. Konfirmasi mengenai keputusan tersebut tetap disampaikan secara resmi, walaupun sebelumnya telah beredar informasi tidak resmi yang menyebutkan bahwa sistem ini akan dihentikan. Isu tersebut muncul seiring rencana perubahan besar yang terjadi dalam pemasok ban, yang memunculkan spekulasi tentang kemungkinan revisi regulasi teknis. Sebelumnya sempat diumumkan secara tidak resmi bahwa dengan kedatangan pemasok ban baru, yaitu Pirelli, sistem pemantauan tekanan ban yang kontroversial ini akan dihapus. Namun pada akhirnya, Komisi Grand Prix memutuskan untuk tetap mempertahankannya demi menjaga konsistensi aturan yang telah berjalan. Keputusan mempertahankan sistem ini tentu menjadi sorotan karena sebelumnya menuai pro dan kontra di kalangan tim maupun pebalap. Meski demikian, pihak Komisi Grand Prix tampaknya menilai bahwa sistem tersebut masih memiliki peran penting dalam aspek keselamatan dan pengawasan teknis selama balapan berlangsung. Komisi Grand Prix sendiri terdiri dari sejumlah perwakilan penting dalam dunia balap motor, termasuk Paul Duparc dari FIM, Mike Webb dari IRTA, serta Biense Bierma dari MSMA. Selain itu, Carmelo Ezpeleta yang menjabat sebagai presiden MotoGP SEG juga menjadi bagian dari komisi tersebut dalam proses pengambilan keputusan. Dalam pertemuan tersebut, turut hadir pula sejumlah tokoh penting lainnya seperti Jorge Viegas selaku presiden FIM, Carlos Ezpeleta dari MotoGP SEG, Corrado Cecchinelli sebagai direktur teknologi, Paul King sebagai direktur FIM CCR, serta Dominique Hebrard yang menjabat sebagai direktur teknis FIM CTI. Sumber : ligaolahraga.com
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
