| » Jadwal Formula 1 Miami 2026 « | » Jadwal WorldSBK Hungaria 2026 « |
|
12 April 2026
HEADLINE - MOBIL
Cina Genjot Kendaraan Hidrogen Hingga 100.000 Unit Di 2030
![]() Arah pengembangan industri otomotif Cina mulai bergeser. Selain mobil listrik, kendaraan hidrogen kini jadi fokus baru dengan target populasi mencapai 100.000 unit di sampai akhir 2030. Rencana ini menjadi bagian dari arah kebijakan jangka panjang industri otomotif Tiongkok yang semakin serius menggarap teknologi fuel cell. Demikian dikutip CnEVPost, beberapa waktu yang lalu. Sebelumnya, dalam peta jalan teknologi kendaraan hemat energi dan kendaraan energi baru (NEV), Cina sebenarnya sudah menargetkan populasi kendaraan fuel cell mencapai sekitar 100.000 unit, namun untuk periode yang lebih dekat. Kini, target tersebut ditegaskan kembali dengan dorongan lebih kuat menuju 2030. Sebagai gambaran, perkembangan kendaraan hidrogen di Tiongkok saat ini masih berada pada tahap awal. Jumlahnya masih relatif kecil dibanding kendaraan listrik berbasis baterai, namun Pemerintah melihat teknologi ini sebagai solusi penting terutama untuk sektor kendaraan komersial dan transportasi jarak jauh. Pemerintah Cina juga terus memperkuat fondasi ekosistem hidrogen, mulai dari produksi hingga infrastruktur. Saat ini, negara tersebut merupakan produsen hidrogen terbesar di dunia dengan produksi tahunan sekitar 33 juta ton. Selain itu, jaringan stasiun pengisian hidrogen juga terus berkembang pesat dan ditargetkan menjadi salah satu yang terbesar secara global. Dalam rencana pengembangannya, Cina tidak hanya fokus pada jumlah kendaraan, tetapi juga membangun rantai industri hidrogen secara menyeluruh. Hal ini mencakup peningkatan teknologi produksi, penyimpanan, distribusi, hingga penerapan di berbagai sektor seperti transportasi, energi, dan industri. Langkah China dalam mempercepat pengembangan kendaraan berbasis hidrogen tidak hanya sekadar inovasi teknologi, tetapi juga mencerminkan adanya pergeseran arah dalam strategi industrinya secara menyeluruh. Perubahan ini muncul sebagai respons terhadap dinamika pasar otomotif global yang terus berkembang dan menuntut diversifikasi energi yang lebih berkelanjutan. Di tengah kondisi pasar kendaraan listrik berbasis baterai yang mulai menunjukkan tanda-tanda kejenuhan, Pemerintah dan pelaku industri di China melihat hidrogen sebagai peluang baru yang menjanjikan. Teknologi ini dinilai mampu melengkapi ekosistem kendaraan ramah lingkungan yang sudah lebih dulu didominasi oleh mobil listrik konvensional. Dengan menjadikan hidrogen sebagai salah satu fokus utama, China berupaya menciptakan pilar baru dalam pertumbuhan industri otomotif dan energi. Pendekatan ini sekaligus memperkuat posisi negara tersebut dalam persaingan global, terutama dalam pengembangan teknologi energi bersih yang semakin menjadi perhatian dunia internasional. Selain itu, pengembangan kendaraan hidrogen juga didukung oleh berbagai kebijakan strategis yang dirancang untuk mendorong inovasi dan investasi di sektor ini. Langkah tersebut mencakup pembangunan infrastruktur pendukung, seperti stasiun pengisian hidrogen, yang menjadi faktor kunci dalam mempercepat adopsi teknologi ini secara luas. Secara keseluruhan, percepatan pengembangan kendaraan hidrogen oleh China mencerminkan upaya adaptif dalam menghadapi perubahan tren industri. Dengan memanfaatkan momentum ini, hidrogen diposisikan sebagai solusi alternatif yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjawab tantangan keberlanjutan di masa depan. Simak video berikut : Sumber : voi.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
