PT. CITRA LODOK LESTARI
   Jadwal WorldSBK Belanda 2026   
07 April 2026
SPORTS - MOBIL
Audi Didorong Rekrut Christian Horner Sebagai Kepala Tim


Berita F1 kembali memanas dengan pernyataan dari mantan pebalap Formula 1, Juan Pablo Montoya, yang mendorong Audi untuk mengontrak Christian Horner sebagai kepala tim mereka. Menurut Montoya, banyak orang "meremehkan" pencapaian Horner selama ini. 

Horner, yang saat ini sedang mencari jalan kembali ke F1 setelah didepak dari Red Bull pasca Grand Prix Inggris musim lalu, memiliki rekam jejak yang mengesankan. Selama lebih dari 20 tahun memimpin tim Austria tersebut, Horner berhasil meraih delapan gelar juara dunia pebalap dan tujuh gelar juara konstruktor.

Meskipun menjadi salah satu kepala tim tersukses dalam sejarah olahraga ini, Horner mengalami kesulitan untuk kembali. Meski telah banyak dikaitkan dengan Alpine, ia masih belum menemukan peran baru. 


Sementara itu, Audi sedang mencari pengganti kepala tim baru setelah kepergian mendadak Jonathan Wheatley, yang dirumorkan kuat akan menuju Aston Martin. Situasi ini membuat kepala proyek F1 Audi, Mattia Binotto, harus merangkap sebagai kepala tim sementara—sebuah peran yang Montoya yakini tidak diinginkan oleh Binotto.

Montoya menegaskan bahwa Horner bisa menjadi sosok ideal untuk menggantikan posisi Wheatley di produsen Jerman tersebut, berkat rekam jejak kesuksesannya, terlepas dari apakah dia disukai atau tidak. 

Saat ditanya apakah sosok Horner dapat menjadi salah satu opsi yang layak dipertimbangkan, Montoya memberikan jawaban yang cukup tegas. Ia menilai bahwa tim memang membutuhkan figur dengan karakter seperti Christian untuk menjalankan peran tersebut. Dalam pandangannya, kehadiran seseorang dengan pengalaman dan ketegasan seperti itu bisa menjadi pembeda dalam situasi yang menuntut hasil nyata serta konsistensi dalam kepemimpinan.

Montoya kemudian menyoroti bahwa banyak orang kerap meremehkan pencapaian yang telah diraih oleh Christian sepanjang kariernya. Ia merasa bahwa publik sering kali tidak sepenuhnya memahami betapa besar kontribusi yang telah diberikan, serta betapa panjang perjalanan yang telah dilalui. Menurutnya, rekam jejak tersebut seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam menilai kapabilitas seseorang dalam memimpin tim besar.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa durasi kepemimpinan Christian bukanlah sesuatu yang bisa dianggap sepele. Bertahan dalam posisi penting selama bertahun-tahun di lingkungan kompetitif menunjukkan kemampuan adaptasi dan konsistensi yang luar biasa. Montoya melihat hal ini sebagai bukti bahwa Christian memiliki kualitas yang jarang dimiliki oleh banyak orang dalam dunia balap yang penuh tekanan.

Di sisi lain, Montoya juga mengakui bahwa sosok Christian bisa menimbulkan berbagai reaksi dari banyak pihak. Ada yang mungkin menyukainya karena gaya kepemimpinannya yang tegas dan berorientasi hasil, namun tidak sedikit pula yang mungkin kurang menyukainya. Meski demikian, ia menilai bahwa persepsi pribadi tersebut seharusnya tidak mengaburkan penilaian terhadap kemampuan profesional yang dimiliki.

Pada akhirnya, Montoya menegaskan bahwa terlepas dari apakah seseorang menyukai atau membenci Christian, satu hal yang tidak bisa dipungkiri adalah kemampuannya dalam memberikan hasil. Baginya, dunia balap pada akhirnya selalu berbicara tentang performa dan pencapaian. Oleh karena itu, figur seperti Christian tetap menjadi aset berharga bagi tim mana pun yang menginginkan kesuksesan.

Sumber : ligaolahraga.com
viewed :: 180
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net