|
27 Februari 2026
SPORTS - MOBIL
Bagaimana Kualifikasi F1 Akan Berubah Pada Tahun 2026
![]() Sesi kualifikasi Formula 1 akan berubah pada tahun 2026. Berikut yang perlu Anda ketahui. Sesi kualifikasi Formula 1 akan terlihat sedikit berbeda pada tahun 2026. Hal itu karena Cadillac telah bergabung dalam ajang balap, sehingga jumlah pebalap bertambah dari 20 menjadi 22 untuk musim mendatang. Untuk mengakomodasi tim F1 tambahan dan dua pebalap ekstra, formatnya telah mengalami sedikit perubahan. Struktur babak eliminasi tiga tahap tradisional tetap sama, dengan hanya 10 mobil yang melaju untuk memperebutkan tempat di babak kualifikasi Q3 yang diikuti oleh 10 mobil teratas. Dengan 12 mobil yang kini harus dieliminasi sebelum Q3, itu berarti enam pebalap paling lambat akan tersingkir di Q1 dan Q2. Enam pebalap yang tersingkir dari Q1 akan menentukan posisi start dari P17 hingga P22. Sesi Q2 akan berlangsung selama 15 menit, dengan enam pebalap paling lambat akan dieliminasi untuk mengamankan posisi start P11 hingga P16. Tidak ada perubahan yang dilakukan untuk Q3, di mana 10 posisi start teratas dan posisi pole akan ditentukan selama sesi 12 menit. Sesi kualifikasi sprint akan mengikuti struktur yang sama pada enam akhir pekan grand prix yang dialokasikan untuk menampilkan balapan sprint pada tahun 2026. Terakhir kali F1 memiliki 22 mobil dan 11 tim di grid start adalah pada tahun 2016. Pada musim 2016, Formula 1 sempat menghadirkan eksperimen format kualifikasi yang berbeda dari biasanya. Sistem ini dirancang untuk memberikan dinamika baru dalam perebutan posisi start, namun penerapannya justru menuai kritik luas. Akhirnya, format tersebut hanya bertahan selama satu akhir pekan sebelum resmi dihentikan. Eksperimen itu pertama kali diperkenalkan pada seri pembuka musim di Grand Prix Australia. Pihak penyelenggara ingin menciptakan ketegangan tambahan dengan konsep eliminasi bertahap sepanjang sesi kualifikasi. Harapannya, setiap menit akan menentukan nasib pebalap yang terancam tersingkir dari sesi berikutnya. Dalam praktiknya, sistem kualifikasi eliminasi tersebut tidak berjalan sesuai ekspektasi. Menjelang akhir tiap segmen, sejumlah mobil justru tidak kembali ke lintasan karena tim merasa tidak memiliki cukup waktu untuk memperbaiki catatan waktu. Situasi ini membuat sesi penentuan posisi start terasa kurang kompetitif. Akibat kondisi tersebut, penonton di sirkuit maupun pemirsa televisi menyaksikan lintasan yang relatif sepi pada momen-momen krusial. Ketegangan yang diharapkan tercipta di menit-menit terakhir justru berkurang, karena beberapa pebalap memilih bertahan di garasi setelah merasa aman atau tak mampu memperbaiki waktu. Menyadari banyaknya kritik dari tim, pebalap, dan penggemar, Formula 1 akhirnya sepakat untuk membatalkan format tersebut. Keputusan itu diambil segera setelah akhir pekan pembuka musim, dan sistem kualifikasi pun dikembalikan ke format sebelumnya yang dianggap lebih adil dan menarik. Sumber : crash.net
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
