PT. CITRA LODOK LESTARI
     Jadwal Formula 1 Miami 2026       Jadwal WorldSBK Hungaria 2026     
15 Februari 2026
HEADLINE - MOBIL
Cina Dan Uni Eropa Sepakati Harga Minimum Ekspor EV


Cina dan Uni Eropa (UE) telah mencapai titik temu penting dalam sengketa dagang terkait ekspor mobil listrik (electric vehicle/EV) buatan Tiongkok ke benua biru. Kedua pihak sepakat untuk menyusun mekanisme price undertakings atau komitmen harga minimum yang menjadi kerangka baru bagi produsen mobil listrik Cina ketika memasuki pasar UE. Demikian dikutip CarnewsChina, beberapa waktu yang lalu.

Kebijakan ini muncul di tengah ketegangan yang sudah berlangsung sejak UE memberlakukan tarif anti?subsidi terhadap kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) asal Cina pada Oktober 2024.

Aturan tersebut dikenakan setelah temuan bahwa industri  EV Cina mendapatkan dukungan negara yang dinilai memberikan keuntungan tidak adil bagi produsen, sehingga berpotensi merugikan industri otomotif Eropa.


Dalam kesepakatan terbaru, UE akan menerbitkan dokumen panduan yang menjelaskan bagaimana produsen EV Cina dapat mengajukan komitmen untuk menjual kendaraan dengan harga di atas titik tertentu yang disepakati.

Setiap penawaran ini nantinya akan dinilai secara objektif berdasarkan kriteria hukum yang sama, sesuai prinsip non?diskriminasi dan aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Pendekatan ini memungkinkan produsen Cina menunjukkan bahwa harga minimum yang diajukan cukup untuk menghilangkan dampak negatif dari subsidi, tanpa harus terus menerus menghadapi tarif tinggi.

Meski hingga kini belum ada kepastian apakah tarif anti-subsidi yang sedang berlaku akan benar-benar dicabut sepenuhnya, langkah yang diambil dipandang sebagai pendekatan yang lebih realistis. Kebijakan ini dinilai lebih pragmatis serta tetap berada dalam koridor aturan perdagangan internasional yang telah disepakati bersama oleh para pihak terkait.

Alih-alih langsung menghapus seluruh kebijakan yang ada, pendekatan ini dianggap sebagai jalan tengah yang memungkinkan kedua belah pihak menjaga kepentingan masing-masing. Dengan tetap memperhatikan regulasi global, solusi tersebut dinilai mampu mengurangi ketegangan dagang tanpa menimbulkan pelanggaran terhadap kesepakatan internasional.

Pemerintah Cina menyambut kesepakatan tersebut sebagai perkembangan yang positif dalam upaya menyelesaikan sengketa melalui cara damai. Dialog yang intensif dan konsultasi erat disebut menjadi fondasi utama tercapainya titik temu, sejalan dengan semangat hubungan perdagangan bilateral yang saling menghormati dan menguntungkan.

Menurut pandangan resmi, penyelesaian melalui komunikasi terbuka dinilai lebih konstruktif dibandingkan eskalasi kebijakan yang dapat memperuncing perselisihan. Dengan adanya kesepahaman ini, kedua pihak diharapkan mampu menjaga stabilitas hubungan ekonomi serta menciptakan iklim perdagangan yang lebih kondusif ke depan.

Lebih jauh lagi, kesepakatan tersebut diyakini berperan penting dalam menjaga stabilitas rantai pasok otomotif di kedua wilayah yang sangat saling terhubung. Mengingat eratnya keterkaitan produksi dan distribusi industri otomotif lintas kawasan, stabilitas ini menjadi faktor krusial agar aktivitas manufaktur dan perdagangan tetap berjalan lancar.

Sumber : avolta.id
viewed :: 197
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net