| » Jadwal Formula 1 Miami 2026 « | » Jadwal WorldSBK Hungaria 2026 « |
|
15 Februari 2026
HEADLINE - MOBIL
Sensor LiDAR Mulai Dipakai Ke Mobil Murah BYD
![]() BYD kembali membuat gebrakan di pasar otomotif dengan membawa teknologi canggih yang selama ini lebih umum hadir di mobil premium ke segmen yang lebih terjangkau. Melansir CarnewsChina, beberapa waktu yang lalu, dalam dokumen uji tipe terbaru di Cina, terungkap bahwa dua hatchback entry?level milik BYD, yaitu Seagull atau disejumlah negara dikenal Atto1 dan Dolphin akan ditawarkan dengan sensor LiDAR (Light Detection and Ranging) sebagai fitur opsional. Kedua model hatchback itu sebelumnya telah diluncurkan dengan paket bantuan mengemudi DiPilot 100 atau yang dikenal juga dengan sistem God’s Eye C, yang sudah mencakup 12 kamera, radar gelombang milimeter, serta sensor ultrasonik untuk meningkatkan kemampuan deteksi sekitar kendaraan. Dengan penambahan sensor LiDAR, kemampuan persepsi kendaraan ini akan makin tajam dan membuka kemungkinan fungsi bantuan mengemudi yang lebih luas. Komponen ini mampu memetakan lingkungan sekitar dengan akurasi tinggi melalui pancaran gelombang laser yang memantul dari objek di sekitarnya, memberikan data 3D yang sangat rinci bagi sistem bantuan mengemudi. Menurut informasi yang dirilis regulator otomotif Tiongkok, sensor LiDAR akan dipasang di bagian atas atap Seagull dan Dolphin dalam proses homologasi domestik. Artinya, ketika konsumen membeli di pasar lokal, mereka nantinya dapat memilih opsi ini untuk meningkatkan fitur keselamatan aktif dan kemampuan assisted driving. Langkah ini memungkinkan kedua hatchback tersebut dilengkapi dengan DiPilot 300, atau versi yang di Cina dikenal dengan nama God’s Eye B. Sistem ini menggunakan sensor LiDAR dari produsen Robosense dengan jangkauan deteksi hingga sekitar 350 meter. Selain itu, sistem baru ini juga akan didukung oleh chip Nvidia Drive Orin yang punya daya komputasi tinggi, memberi basis yang memungkinkan fitur seperti Navigate On Autopilot (NOA) baik di jalan perkotaan maupun tol. Langkah yang diambil BYD ini dipandang sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisinya di pasar otomotif yang semakin kompetitif. Dengan menghadirkan pembaruan dan peningkatan pada produknya, perusahaan berupaya menegaskan komitmennya dalam menghadirkan teknologi yang relevan serta mampu menjawab kebutuhan konsumen yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Strategi tersebut tidak hanya bertujuan menjaga daya saing, tetapi juga memperluas pengaruh BYD di segmen yang menjadi incaran. Dengan inovasi yang ditawarkan, BYD ingin memastikan produknya tetap menarik di tengah banyaknya pilihan yang tersedia, sekaligus memperkuat citra merek sebagai pemain yang agresif dan progresif dalam pengembangan teknologi kendaraan. Di sisi lain, langkah ini juga dipandang sebagai sinyal kuat bagi para kompetitor untuk tidak tertinggal dalam hal inovasi. Ketika BYD menghadirkan fitur atau teknologi yang lebih maju, pabrikan lain mau tidak mau harus merespons dengan peningkatan serupa agar tetap relevan dan mampu bersaing dalam menarik perhatian konsumen. Dengan demikian, kebijakan ini bukan sekadar langkah defensif, melainkan manuver strategis yang dapat mendorong dinamika persaingan di industri. Upaya BYD memperkuat posisinya berpotensi menciptakan efek domino, memicu percepatan pengembangan teknologi serupa pada model-model pesaing demi mempertahankan daya saing mereka di pasar. Sumber : avolta.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
