PT. CITRA LODOK LESTARI
   Jadwal WorldSBK Belanda 2026   
04 Januari 2026
SPORTS - MOBIL
Montoya: Marko Pergi Dari Red Bull Karena Perubahan Kekuasaan


Juan Pablo Montoya berpendapat bahwa kepergian Helmut Marko dari Red Bull disebabkan oleh perubahan keseimbangan kekuatan. Saat Red Bull bersiap untuk Formula 1 2026 dengan unit daya internal pertama yang dikembangkan di Milton Keynes, tim ini memasuki era baru tanpa mantan eksekutif seniornya. 

Christian Horner disebut tidak akan lagi berada di barisan terdepan dalam pengambilan langkah-langkah penting bagi tim yang berbasis di Milton Keynes tersebut. Posisi yang selama ini identik dengannya kini tidak lagi sama, menandai adanya perubahan signifikan dalam struktur kekuasaan internal tim. Situasi ini memunculkan banyak spekulasi mengenai arah kebijakan dan dinamika kepemimpinan Red Bull ke depan.

Keberadaan Horner yang tak lagi dominan dalam keputusan strategis menjadi sorotan besar, mengingat perannya selama ini sangat sentral. Ia dikenal sebagai figur utama yang kerap menentukan arah tim, baik dari sisi teknis maupun manajerial. Ketika perannya disebut berkurang, hal itu otomatis memicu pertanyaan tentang siapa yang kini memegang kendali terbesar dalam proses pengambilan keputusan penting.

Helmut Marko, Red Bull Racing


Perubahan ini juga beriringan dengan absennya Helmut Marko dari Red Bull. Sosok yang selama bertahun-tahun dikenal berpengaruh dalam program pebalap dan strategi jangka panjang tersebut kini sudah tidak lagi bersama tim. Kepergian Marko semakin menegaskan bahwa Red Bull tengah berada dalam fase transisi besar di tingkat manajemen dan struktur kekuasaan.

Helmut Marko selama ini dianggap sebagai salah satu pilar penting dalam kesuksesan Red Bull, terutama dalam pengembangan pebalap muda. Ketika ia tidak lagi berada di dalam tim, dampaknya dinilai tidak kecil. Kombinasi berkurangnya peran Horner dan kepergian Marko membuat lanskap internal Red Bull terlihat sangat berbeda dibandingkan beberapa musim sebelumnya.

Menurut Juan Pablo Montoya, rangkaian perubahan ini pada dasarnya berkaitan dengan persoalan kekuatan. Mantan pebalap Formula 1 tersebut menilai bahwa apa yang terjadi di Red Bull tidak bisa dilepaskan dari dinamika kekuasaan di balik layar. Siapa yang memegang pengaruh terbesar menjadi faktor penentu dalam arah dan keputusan strategis tim.

Montoya melihat situasi ini bukan sekadar pergantian figur, melainkan pergeseran keseimbangan kekuatan di dalam organisasi. Dalam tim besar seperti Red Bull, keputusan penting selalu lahir dari tarik-menarik pengaruh antar figur kunci. Ketika nama-nama besar mulai tersingkir dari posisi sentral, itu menandakan adanya perubahan otoritas yang cukup mendalam.

Bagi Montoya, kondisi ini menunjukkan bahwa Red Bull sedang memasuki babak baru yang sarat kepentingan internal. Hilangnya peran dominan Horner serta kepergian Marko memperlihatkan bahwa kekuatan dalam tim sedang diredefinisi. Proses ini diyakini akan berdampak langsung pada cara tim mengambil keputusan penting di masa mendatang.

Mantan pebalap F1 asal Kolombia itu mengatakan kepada Grosvenor Casinos, "Saya pikir Helmut Marko telah menyadari bahwa ia tidak lagi memiliki kekuatan di dalam tim. Sebelumnya, ia memegang kendali atas pemilihan pebalap dan banyak keputusan, sekarang, ia harus mendapatkan persetujuan untuk semuanya.

"Saya rasa ia tidak ingin menjadi karyawan siapa pun. Tidak mudah ketika Anda terbiasa dengan otonomi maksimum dan tiba-tiba hal itu direnggut." Helmut Marko membantu Red Bull selama lebih dari dua dekade dan menyaksikan tim merayakan enam titel konstruktor serta delapan gelar pebalap. Sebagai konsultan motorsport, ia punya peran vital dalam memandu para pebalap. Belakangan, ia kerap melontarkan komentar kontroversial tentang skuad Austria.

Sumber : id.motorsport.com
viewed :: 1123
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net