PT. CITRA LODOK LESTARI
     Jadwal Formula 1 Miami 2026       Jadwal WorldSBK Hungaria 2026     
24 Juli 2025
SPORTS - MOBIL
Oliver Solberg Pemenang Termuda Ketiga Dalam Sejarah WRC


Oliver Solberg menjadi pemenang termuda ketiga dalam sejarah WRC di belakang Kalle Rovanpera dan Jari-Matti Latvala setelah mendominasi Reli Estonia. Oliver Solberg membuat kejutan di arena Kejuaraan Reli Dunia (WRC) dengan meraih kemenangan perdana di ajang Rally1 di Estonia. Tak sia-sia Toyota memberi kesempatan naik kelas, yang dibalas dengan kemenangan ke-100 untuk pabrikan Jepang itu di Kejuaraan Dunia.

Setelah menerima panggilan untuk bergabung dengan tim Rally1 Toyota dua pekan lalu, pemimpin klasemen WRC2 itu dan co-driver Elliott Edmondson menampilkan performa kelas master dengan meraih sembilan kemenangan dalam 20 Special Stage  di atas jalanan kerikil. Sudah 2,5 tahun berlalu sejak partisipasi mereka terakhir di Rally1 bersama Hyundai.

Pereli berusia 23 tahun meraih kemenangan dengan keunggulan 25,2 detik dari jagoan tuan rumah Hyundai, Ott Tanak, dan juara bertahan Thierry Neuville, yang duduk di posisi ketiga (+48,3 detik) untuk memulai pertahanan gelarnya.   "Setelah semuanya, setelah bertahun-tahun dan mencoba dan mencoba dan bermimpi, saya dan Elliott telah berhasil," kata Solberg sambil menangis. 


Solberg hanya memiliki dua hari uji coba di Finlandia untuk menyesuaikan diri dengan mobil Toyota GR Yaris Rally1, namun hal tersebut tidak menghambat pereli asal Swedia ini. Ia berada di urutan ketujuh tercepat setelah etape super spesial pada Kamis (17/7/2025) sebelum memukau para pereli reguler Rally1 keesokan hari. Solberg meraih kemenangan perdananya di panggung WRC pada SS2 untuk melesat ke puncak klasemen. Posisi yang tidak dilepaskannya selama sisa acara.

Solberg menunjukkan kecepatan yang konsisten untuk meraih tiga kemenangan dalam tiga etape dan memimpin atas Tanak dengan selisih waktu 12,4 detik di akhir hari Jumat, sementara Neuville membuntuti rekan setimnya yang merupakan salah satu pereli favorit di ajang ini dengan selisih waktu 1,8 detik. Tanak tidak beruntung karena harus start dari posisi kedua. Ia juga kesulitan untuk menemukan titik terbaik dari performa i20 N-nya. 

Ott Tänak, Martin Järveoja, Hyundai World Rally
Team Hyundai i20 N Rally1

Pada Sabtu, Solberg menghadapi ujian yang lebih berat dengan posisi start yang sama dengan para pesaingnya yang berada di urutan kedelapan, Jumat. Perubahan posisi start tidak banyak berpengaruh pada Solberg, yang terus memberikan kecepatan dan kematangan yang luar biasa di belakang kemudi. Empat kemenangan etape membantu Solberg meningkatkan keunggulannya menjadi 21,1 detik atas Tanak menjelang hari Minggu. Keunggulan tersebut terbantu oleh Tanak yang melakukan kesalahan yang jarang terjadi saat ia salah melakukan pengereman di etape sembilan, yang membuatnya kehilangan waktu tujuh detik. 

Solberg sempat khawatir bahwa hujan yang diperkirakan akan turun dapat menggagalkan impiannya untuk kembali mengikuti Rally1 karena ia belum pernah mengendarai mobil dalam kondisi basah. Namun, Solberg berhasil mengatasi hujan yang turun pada Minggu pagi, menambah dua kemenangan dalam perjalanannya menuju kemenangan, sekaligus mengklaim klasifikasi Super Sunday. 

Kemenangan ini terjadi 20 tahun setelah ayahnya yang berkebangsaan Norwegia, juara dunia 2003 Petter Solberg, mencetak kemenangan terakhirnya di WRC di Wales Rally GB. Oliver Solberg juga menjadi pemenang WRC Swedia pertama sejak Kenneth Ericsson menang di Selandia Baru pada 1997, sementara Edmondson menjadi pereli Inggris ke-16 yang meraih kemenangan di ajang tertinggi reli. 

Tanak mengakui bahwa jaraknya dengan Solberg terlalu besar untuk dipulihkan dengan kecepatan murni pada Sabtu. Ia pun mengalihkan fokusnya ke posisi kedua. Sang juara WRC 2019, yang didukung oleh penonton yang bersemangat, terlibat dalam pertarungan sengit dengan Neuville.

Keduanya bertukar posisi sebanyak enam kali sepanjang hari Sabtu sebelum Tanak mengambil alih kendali pada Minggu. Harapan Neuville untuk merebut posisi itu digagalkan oleh penalti jump start 10 detik di etape 18 yang dianggap sangat tidak adil oleh pebalap Belgia itu. Dengan Solberg yang tidak terdaftar untuk mendapatkan poin pabrikan, Hyundai meraih skor 1-2 dalam pertarungan konstruktor.     

Tanak kini naik ke puncak klasemen dengan menyalip Elfyn Evans dari Toyota, yang kembali berjuang untuk mendapatkan kecepatan dan akhirnya finis di urutan keenam (+1 menit 43,4 detik) setelah menyalip Takamoto Katsuta pada Minggu. Evans berhasil mengumpulkan 11 poin, namun kini membuntuti Tanak dengan selisih satu poin di klasemen.

Elfyn Evans, Scott Martin, Toyota Gazoo Racing WRT
Toyota GR Yaris Rally1

Selain Solberg, akhir pekan ini menjadi akhir pekan yang sulit bagi Toyota karena tak satu pun dari pereli regulernya menunjukkan kecepatan yang konsisten. Juara WRC dua kali, Kalle Rovanpera, tampil gemilang. 

Pereli asal Finlandia ini sempat menduduki posisi teratas, namun hanya sampai di situ saja, karena Rovanpera terus berjuang untuk beradaptasi dengan ban Hankook yang baru untuk 2019 - mengakhiri reli dengan kemenangan Power Stage dan duduk di posisi keempat yang sepi (+55,6 detik).

Adrien Fourmaux dari Hyundai mengalami start yang lambat, tetapi dengan cepat naik ke posisi lima setelah meraih waktu tercepat di stage enam. Sami Pajari dari Toyota mengalami masalah rem pada hari Jumat yang menghambat kemajuannya dan ia finis P7 setelah Katsuta mundur karena masalah mekanis. 

Martins Sesks tampil sebagai yang terbaik dari trio M-Sport-Ford dengan finis di urutan kedelapan (+3:36,0), unggul jauh di depan rekan setimnya, Josh McErlean (+5:29,8) dan Gregoire Munster (+5:57,5). 

Robert Virves dari Estonia berjuang melawan penyakit yang dideritanya untuk meraih kemenangan pertama di WRC2 dengan selisih waktu 18,4 detik dari rekan senegaranya, Georg Linnamae. 

Hasil WRC Estonia :

Sumber : id.motorsport.com
viewed :: 1119
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net