| » Jadwal Formula 1 Miami 2026 « | » Jadwal WorldSBK Hungaria 2026 « |
|
23 Juli 2025
SPORTS - MOBIL
Bearman: Saya Punya Apa Yang Diperlukan Untuk Jadi Pebalap Ferrari
![]() Oliver Bearman, setelah debutnya yang sensasional di Jeddah dengan mobil merah menggantikan Carlos Sainz, telah menikmati akselerasi dalam kebangkitannya sebagai rookie F1 Haas. Pebalap Inggris ini tidak memiliki karier yang mudah. Ada sebuah kisah yang menceritakan banyak hal tentang Oliver Bearman. Pada April 2023, pemuda yang akrab disapa ‘Ollie‘ tersebut baru saja meraih kesuksesan besar di musim debutnya dalam Formula 2. Di Baku (putaran keempat dalam kalender), ia mengecap kemenangan perdana dalam Sprint Race, rapor maksimal yang ia ulangi 24 jam kemudian dalam Feature Race. Minggu berikutnya, salah satu sponsornya memanggilnya untuk mengadakan pertemuan, bertepatan dengan ulang tahun Bearman yang ke-18. "Mereka mengadakan pesta kecil-kecilan," kenang Ollie. "Lalu mereka menunjukkan sebuah Ferrari Roma yang diparkir beberapa meter dari lokasi. Saya melihatnya, dan ketika saya berbalik, mereka memberikan kunci mobil tersebut sambil mengucapkan, ‘Selamat ulang tahun‘." Bearman, dengan rasa tidak percaya, segera menelepon ayahnya, David, tak sabar untuk menceritakan semuanya kepadanya. "Kamu tidak akan percaya ini!", katanya. Di ujung telepon, ada jawaban, "Bagus, tapi akan ada asuransi yang harus dibayar, dan jumlahnya tidak sedikit." ![]() Oliver Bearman, Haas F1 Team Dalam rumah tangga Bearman, masalah kehidupan sehari-hari tidak pernah dikesampingkan. Saat Natal 2011, David memberi putranya sebuah gokart bekas yang akan menandai awal kisahnya dengan helm dan wearpack. Mereka melakoni balapan di Inggris karena pindah ke Italia membutuhkan biaya yang terlalu besar. Selain itu, meninggalkan bangku sekolah bukanlah sebuah pilihan. Kecintaan David pada motorsport membawanya menjadi pebalap klub, di mana ia berpartisipasi dengan Porsche Boxster nomor 87. "Ollie lahir pada 8 Mei, Thomas (adik laki-lakinya) pada 7 Agustus. Itulah mengapa (saya pilih) 87, dan Anda masih bisa melihat nomor itu hari ini di Haas," jelasnya. Ketika menyadari bahwa putra sulungnya melakukan balapan dengan sangat baik, David sampai pada opsi tunggal, "Saya berhenti membalap, semua dana yang saya miliki dialihkan untuk mendukung balap gokart." Ollie mengenang, "Ayah saya dulu pernah balapan, kakek saya juga melakukannya. "Kami berbicara tentang balapan klub yang menyenangkan. Mereka tidak memiliki anggaran dan bahkan mungkin tidak memiliki bakat (Ollie tersenyum...) untuk melangkah lebih jauh. Saya ingat ketika berusia lima atau enam tahun, ayah mengendarai Porsche Boxster dan mengajak saya ke balapan. Saya mengamatinya dengan penuh kekaguman. Saat itulah, saya jatuh cinta pada balapan, suaranya, baunya, semuanya." ![]() Oliver Bearman, Haas F1 Team Bearman memiliki kesempatan untuk mengejar mimpinya, tetapi dengan pengetahuan bahwa ia tidak mungkin mendapatkan kesempatan kedua. "Saya ingat betul ketika beralih dari karting ke F4," Ollie kembali melihat ke belakang. "Ayah mengatakan kepada saya dengan jelas bahwa kami tidak dapat tampil dua, tiga atau empat musim, itu terlalu mahal. Kami juga telah mengurangi waktu pengujian." Kebutuhan untuk segera melakukannya dengan baik, di ‘nol kilometer‘, menjadi sebuah nilai yang menandai kariernya. Langsung cepat di F4 (yang membuatnya dapat panggilan dari Ferrari Driver Academy), langsung cepat di Formula 3, serta di tahun pertama mengesankan di Formula 2. Namun, meskipun kecepatan adaptasi telah menjadi keahlian Bearman, tak seorang pun dapat membayangkan betapa singkatnya waktu yang dibutuhkan untuk debut di Formula 1 pada Grand Prix Arab Saudi tahun lalu. ‘Saya sebenarnya mendapat pemberitahuan hanya beberapa jam sebelumnya," komentar Ollie sambil tersenyum. "Tapi, itu adalah kesempatan terbesar saya. Tahun lalu di F2, segalanya tidak berjalan dengan baik, tetapi kemudian datang kesempatan untuk mengendarai Ferrari di Formula 1. Saya langsung berpikir memiliki kesempatan untuk menunjukkan potensi dan kemampuan saya. ![]() Oliver Bearman, Ferrari SF-24 "Saya sangat beruntung bisa ambil bagian dalam balapan itu, meskipun saya mengalaminya dengan sedikit keterbatasan. Saya hanya punya waktu dua hari di balik kemudi mobil F1, tapi perasaannya langsung sangat bagus, sangat intens. "Saya tidak ingin melakukan kesalahan dan itu sedikit menghambat, tetapi saya masih bisa menunjukkan 50 persen dari apa yang bisa dilakukan. Itu cukup bagi saya untuk berada di tempat saya sekarang. Sejujurnya, saya tidak tahu di mana akan berada sekarang jika bukan karena akhir pekan di Jeddah." Empat bulan kemudian, datanglah konfirmasi yang diimpikan Bearman selama ini... "Saat itu, setelah akhir pekan di Austria, tepat sebelum seri Silverstone, saya pikir itu hari Senin atau Selasa setelah Spielberg. Saya sedang dalam perjalanan pulang ke Inggris dan mereka akhirnya memberi tahu bahwa saya akan menjadi pebalap Haas di Kejuaraan Dunia 2025. Saya akan membalap selama satu musim penuh. Itu adalah momen yang sangat istimewa," katanya. Sebelum mendapatkan peran sebagai pebalap utama di lapangan, Bearman juga dipanggil oleh Haas di Baku dan Interlagos tahun lalu. Ia membuktikan mampu menjalankan tugas tersebut dalam dua kesempatan tersebut, sebagai pebalap utama walau hanya untuk sementara. "Jika dipikir-pikir, saya pikir tahun lalu merupakan sebuah keistimewaan," ucap Bearman. "Saya masuk ke Ferrari dan dengan mudah finis di poin, saya berhasil melakukan hal yang sama di Baku dengan Haas dan bahkan di Brasil, saya masuk ke Q3 dan bertarung di posisi 10 besar. "Saya menerima begitu saja bahwa setiap kali masuk ke dalam mobil, saya akan selalu berjuang untuk mendapatkan poin, tetapi musim ini kami telah melihat betapa ketatnya margin dan hari ini, kami tidak berada dalam posisi untuk mengincar posisi 10 besar setiap akhir pekan. "Saya harus merevisi ekspektasi agar tidak mengambil risiko, efek kekecewaan. Ada beberapa balapan di mana saya merasa telah mengemudi dengan baik, ada beberapa Grand Prix di mana saya yakin melakukan pekerjaan dengan baik, tetapi tidak mudah untuk merasa senang dengan kinerja Anda ketika melihat nama Anda berada di posisi ke-12 atau ke-15. ![]() Oliver Bearman, Scuderia Ferrari "Saya mencoba untuk tidak menyalahkan diri sendiri atas hasil yang saya raih, dan juga jujur pada diri sendiri. Jika merasa telah melakukan pekerjaan dengan baik, maka saya memiliki energi untuk menghadapi balapan berikutnya. Tahun lalu, saya mencetak poin dengan cukup mudah, dan itu mungkin sedikit mempengaruhi ekspektasi saya menjelang musim ini. "Kami berjuang sedikit lebih keras dari yang diharapkan, tidak mudah bagi kami untuk meraih poin secara konsisten, tetapi saya dapat meyakinkan Anda bahwa saya sangat termotivasi, penting untuk menjaga mental tetap tinggi dan bersikap positif." Bearman sedang mengais-ngais. Seperti yang selalu ia lakukan sepanjang kariernya, pemuda itu terbiasa untuk gigit jari, saat ingin mencapai tujuan secepat mungkin. Namun hari ini, skenario di sekelilingnya telah berubah. Berada di bawah naungan Ferrari, berarti Ollie hanya perlu berpikir untuk memberikan yang terbaik di lintasan. Wajar jika ia tahu apa tujuan utamanya, dan mengingat dengan baik kekagumannya saat pertama kali mendekati Scuderia. "Setelah kemenangan di kejuaraan F4 Italia, saya dipanggil oleh Akademi Pebalap Ferrari, sebuah undangan untuk melakukan tes di Fiorano. Saya ingat ketegangannya, terutama ketika pergi ke kantor Laurent Mekies, yang merupakan direktur olahraga tim saat itu. Saya baru berusia 15 tahun dan berada di depan beberapa orang penting yang saya temui di Formula 1, saat itu, saya sadar harus meyakinkan mereka bahwa saya layak untuk bertaruh. Saya rasa tangan saya bahkan sedikit gemetar," tuturnya. "Kemudian, kami pindah ke lintasan. Saya ingat betul saat meninggalkan pit lane Fiorano untuk pertama kalinya, saya merasakan sensasi baru yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Saya telah melihat Fernando Alonso, Michael Schumacher, Sebastian Vettel, Charles Leclerc, mereka semua telah melakukan hal yang sama di belakang kemudi F1. Meskipun dalam kasus saya, itu adalah mobil F4 yang kecil, namun itu masih merupakan perasaan yang sangat istimewa. "Hanya dua tahun kemudian, saya menghidupkan kembali semuanya dalam tes pertama dengan mobil F1, hari yang akan selalu saya ingat. Anda tidak dapat menggambarkan bagaimana rasanya mengenakan setelan merah itu. Itu membuat saya sangat bangga tetapi juga sangat termotivasi untuk memakainya lagi." Selama dua tahun, Bearman bolak-balik antara Maranello dan Modena, tempat tinggalnya antara 2023 hingga 2024. "Kota yang indah, ketika saya kembali ke Maranello untuk sesi simulator, saya selalu melewati Modena. Ferrari? Pada tahap karier saya saat ini, saya tidak memikirkannya, saya merasa saya memiliki apa yang diperlukan untuk menjadi pebalap Scuderia, tetapi tergantung pada saya untuk membuktikannya," tegasnya. "Saya yakin bahkan di Maranello, mereka percaya dengan kualitas saya, jika dalam beberapa tahun terakhir mereka mendukung saya hingga menawarkan kesempatan untuk berada di tempat saya sekarang, itu karena mereka percaya bahwa suatu hari nanti saya akan bisa membalap dengan setelan merah. "Itulah yang membuat saya bangun dari tempat tidur setiap pagi dan memotivasi diri sendiri untuk berkembang, untuk menjadi versi terbaik, karena saya ingin membalap dengan warna merah, saya ingin menang dengan warna merah. Itulah motivasi utama saya dalam hidup." Sebuah Ferrari dalam hidup Bearman sudah ada di sana, selama dua tahun. "Roma! Memang benar, ini adalah aset paling berharga yang saya miliki. Ferrari pertama saya, yang saya dapatkan dengan cara yang sangat istimewa, dan sejak saat itu selalu ada di garasi. Asuransinya? Saya membayarnya hari ini!" katanya. ![]() Oliver Bearman, Haas F1 Team Sang ayah, David, menonton dari jauh. Kedatangan Bearman di Formula 1 memberikan lampu hijau bagi ambisi adiknya, Thomas, yang kini berada di F4. "Jika Ollie masih berada di F2, saya tidak akan bisa mendukung program F4 juga, tetapi semuanya berjalan dengan sempurna," David menuturkan. Selama akhir pekan di Silverstone, Thomas membalap di side race, dan baik Ollie maupun ayahnya, David, diabadikan di tangga belakang sirkuit, tempat mereka menyaksikan dimulainya balapan F4. Jalan di depan si bungsu Bearman akan sedikit lebih menurun, rintangannya tidak setinggi yang dihadapi oleh kakaknya, tetapi dalam kesulitan karena harus memberikan yang terbaik dengan mengetahui bahwa tidak akan ada bandingannya. Ollie telah mengasah kualitas yang sangat penting dalam olahraga motor saat ini, untuk melakukannya dengan baik dan melakukannya dengan cepat. Sumber : id.motorsport.com
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
