| » Jadwal Formula 1 Miami 2026 « | » Jadwal WorldSBK Hungaria 2026 « |
|
10 Juni 2025
SPORTS - MOBIL
Jika Ingin Berkembang, Hadjar Disarankan Keluar Dari Red Bull
![]() Mantan pebalap Formula 1, Christijan Albers menasihati pebalap muda asal Prancis, Isack Hadjar, untuk menjauh dari Red Bull. Hadjar, yang menjalani musim pertamanya bersama tim Racing Bulls di Formula 1, telah menarik perhatian dengan penampilannya di sembilan balapan yang tersisa. Saat ini, pilot berusia 19 tahun tersebut, berada di urutan kesembilan dalam klasemen pebalap. Hadjar dikabarkan akan menggantikan posisi Yuki Tsunoda di kursi Red Bull Racing sebelum akhir musim. Albers berpendapat bahwa kemungkinan ini merupakan ancaman serius bagi pebalap muda tersebut. Dalam sebuah pernyataan kepada Motorsport, Albers mengatakan, "Saya melihat Hadjar sebagai pebalap yang luar biasa, anak ini secepat roket. Tapi di samping Max Verstappen, itu akan sangat sulit. Anda harus sangat berhati-hati saat ini." Christijan?Albers, mantan pebalap F1, menekankan pentingnya bagi Isack Hadjar untuk menjauh dari Red Bull jika ingin membangun karier jangka panjang. Menurutnya, meskipun tawaran dari Red Bull tampak menggoda, peluang keberhasilan justru semakin menipis selama berada di dalam struktur keluarga Red Bull. Albers melihat bahwa mobil dan tim mereka lebih banyak mendukung satu atau dua nama unggulan, sehingga bagi pebalap muda seperti Hadjar, itu bisa jadi jebakan yang sulit untuk lepas. Lebih lanjut, Albers menegaskan: “Jika saya menjadi agennya, saya pasti akan menolak tawaran dari Red Bull. Saya bahkan akan melangkah lebih jauh dan melakukan semua yang saya bisa untuk mengeluarkannya dari keluarga Red Bull sepenuhnya.” Pernyataan tersebut menegaskan betapa besar kekhawatiran akan dampak negatif bergabungnya Hadjar dengan Red Bull. Ini bukan sekadar saran karier, tetapi sebuah permintaan tegas agar Hadjar sepenuhnya meninggalkan struktur pengelolaan mereka, demi menjamin ruang tumbuh dan kesempatan berkembang lebih luas Albers kemudian membandingkan jalan karier beberapa pebalap yang berhasil lepas dari bayang-bayang Red Bull dan sukses berkembang. Ia menyebut nama-nama seperti Pierre Gasly saat merangkak dari tim junior ke Alpine, serta Carlos?Sainz yang menapaki kariernya jauh dari bayang-bayang tim besar Red Bull. Pengalamannya menunjukkan bahwa berada di luar Red Bull memberi keleluasaan dan peluang lebih baik, sekaligus menghindarkan pebalap muda dari tekanan dan persaingan internal yang terlalu berat hanya untuk sekadar mendapat perhatian. Dalam konteks persaingan internal, Albers menjelaskan, setelah Anda berada di Red Bull Racing atau Racing Bulls, peluang Anda untuk mendapat kokpit utama justru semakin menipis. Banyak pebalap berbakat yang berhasil, malah terserap dalam tekanan tinggi dan kompetisi internal yang ketat, alih-alih berkembang pesat. Menurutnya, kenyataan tersebut menjadi bukti nyata bahwa struktur tim yang sangat kompetitif justru bisa menjadi penghambat karier bagi yang belum punya posisi kuat Peringatan tersebut tidak hanya dari Albers; analis Sky Sports F1 seperti David Croft, Simon Lazenby, dan Karun Chandhok juga memberi sinyal serupa. Croft bahkan mengatakan bahwa bergabung dengan Red Bull bisa “destroy your career” jika tidak mampu bersaing dengan standar tinggi tim yang didesain khusus untuk pengemudi seperti Max Verstappen. Pernyataan ini menggambarkan bagaimana lingkungan Red Bull bisa menjadi pedang bermata dua bagi bakat muda: di satu sisi akses ke fasilitas terbaik, di sisi lain tekanan ekstrem dan ekspektasi besar. Secara keseluruhan, saran tegas dari Albers dan analis lainnya adalah bagi Hadjar untuk mempertimbangkan kembali tawaran Red Bull dan memilih jalur alternatif. Menahan diri di tim junior saat ini, lalu menyasar kokpit di tim-tim lain seperti Ferrari atau Aston Martin, dinilai lebih strategis. Albers mengatakan, “Ketika Anda membalap untuk tim selain Red Bull, Anda memiliki peluang yang jauh lebih baik untuk memiliki karier yang panjang.” Ini jadi panduan nyata bagi Hadjar dalam menata langkah selanjutnya demi masa depan yang berkelanjutan "Lihatlah betapa banyak perkembangan Pierre Gasly di Alpine. Atau Carlos Sainz. Ketika Anda membalap untuk tim selain Red Bull, Anda memiliki peluang yang jauh lebih baik untuk memiliki karier yang panjang. Namun, makin lama Anda berada di Red Bull Racing atau Racing Bulls, makin kecil kesempatan yang Anda miliki. Itulah kenyataannya." ![]() Isack Hadjar, Racing Bulls Sumber : id.motorsport.com
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
