|
24 Maret 2026
TIPS - MOTOR
Waspada Terhadap Ranjau Paku
![]() Kriminalitas ranjau paku masih menebar kecemasan bagi para pengendara. Di beberapa jalan umum di Jakarta masih didapati ribuan paku mengintai kendaraan Anda. Tak hanya paku, beberapa waktu lalu, tim relawan dari HVC (Honda Vario Club ) berhasil mengantongi ribuan benda mirip paku yang diduga terbuat dari jari-jari payung. "Pada penyisiran dari pukul 09.00 - 14.00 WIB, kami berhasil mengantongi benda-benda mirip paku. Mereka terbuat dari jari-jari payung yang dipotong seukuran paku. Ada yang panjangnya sekitar 3-6 cm," jelas Aditya, salah satu anggota HVC. Menurut Aditya, beberapa titik-titik ranjau paku antara lain terdapat di depan Roxy, Cideng (Jakarta Barat), Jalan Raya Daan Mogot, Jalan Raya Gatot Subroto, Permata Hijau, Jalan Jelambar. Paku-paku yang berhasil tertempel pada magnet (alat yang digunakan dalam penyisiran) menyerupai warna permukaan jalan. "Sepintas mereka tak terlihat. Ada paku-paku yang dibaluri oli agar samar dengan aspal," terangnya. "Modus kriminalitas ini dengan menjatuhkan paku yang dibungkus kantong plastik dan biasanya dijatuhkan di jalan yang minim penerangan." Menurut Aditya, biasanya ulah pelaku dilakoni pada jam-jam ramai pengendara, yakni jam berangkat dan pulang kerja seperti pagi, siang, sore dan malam hari. "Saat penyisiran, kami selalu ber-estafet dengan anggota-anggota lainnya. Jika tidak seperti itu, pelaku bisa saja menebarkan paku kembali setelah kita lakukan penyisiran. Mereka (pelaku) juga mengawasi kita," ungkap Aditya. Sayangnya, tiap kali dilakukan penyisiran, tim relawan tak berhasil meringkus para penebar paku tersebut. "Ya, walau kami mencurigai adanya tukang tambal ban yang tak jauh dari lokasi penebaran paku, kami gak bisa langsung menuduh. Pelaku bisa kami tangkap jika mereka tertangkap basah sedang melakukan ulahnya." Aditya pun mengkritik aparat kepolisian yang kurang menambah frekuensi penyisiran ranjau paku. "Kami saja yang setiap saat melakukan penyisiran pagi, siang, sore dan malam, masih mendapati ribuan paku. Masyarakat sudah bosen mengadu. Ke mana lagi mereka harus mengadu?" Tim relawan tak ambil pusing menyediakan tempat untuk menyimpan paku-paku tersebut. "Biasanya, kalau bentuknya paku, ya kami jual, tapi kalo bentuknya potongan dari jari payung kami simpan. Kalau kami jual, nanti dibeli kembali dan ditebarkan lagi oleh para pelaku." Aditya juga menyarankan kepada para pengendara yang melalui daerah-daerah rawan ranjau paku untuk memacu kendaraannya pada kecepatan 30 km/jam. Hal itu untuk mengurangi dampak jika terkena ranjau paku. Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
