| » Jadwal Formula 1 Miami 2026 « | » Jadwal WorldSBK Hungaria 2026 « |
|
27 April 2026
HEADLINE - MOBIL
Tesla Salip BYD, Persaingan Mobil Listrik Kian Memanas Di 2026
![]() Peta persaingan produsen mobil listrik dunia mengalami perubahan signifikan pada awal 2026. Setelah sempat tertinggal, Tesla akhirnya kembali ke posisi teratas sebagai pemimpin global kendaraan listrik murni, menggeser BYD ke peringkat kedua. Melansir dari ArenaEV, beberapa waktu yang lalu, hasil penjualan kuartal pertama 2026 menjadi penentu. Dalam periode Januari hingga Maret, Tesla mencatatkan pengiriman 358.023 unit kendaraan listrik ke berbagai pasar global. Angka tersebut tumbuh 6,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, cukup untuk mengungguli para pesaingnya dalam persaingan ketat segmen EV. Sebelumnya, banyak pihak memprediksi Tesla bakal kesulitan mempertahankan dominasinya. Pada akhir 2025, BYD sempat melesat dan mencatatkan penjualan kendaraan listrik berbasis baterai tertinggi di dunia. Namun, tren tersebut berbalik pada awal tahun ini. BYD yang berbasis di Shenzhen menghadapi tekanan, khususnya di pasar domestik. Jika hanya menghitung penjualan mobil listrik murni, performa perusahaan tersebut turun 25,5 persen. Sepanjang kuartal pertama, BYD membukukan penjualan 310.389 unit, tertinggal hampir 48.000 unit dari Tesla. Penurunan ini tak lepas dari perubahan kebijakan di China, Pemerintah setempat merevisi aturan insentif kendaraan listrik yang sebelumnya cukup agresif. Mulai 1 Januari, skema “tukar tambah” hanya memberikan potongan sebesar 12 persen dengan batas maksimal 20.000 yuan. Sebelumnya, insentif diberikan secara penuh tanpa batasan harga kendaraan. Selain itu, beban pajak juga meningkat, jika pada tahun lalu pembelian mobil listrik bebas pajak penjualan, kini dikenakan tarif 5 persen. Dengan skema baru tersebut, konsumen yang membeli mobil seharga 100.000 yuan harus menanggung tambahan pajak sekitar 5.000 yuan dan kehilangan potongan insentif hingga 8.000 yuan. Kondisi ini membuat banyak konsumen menunda pembelian kendaraan baru. Di sisi lain, Tesla diuntungkan oleh jangkauan pasar globalnya. Pabrik di Shanghai tetap menjadi tulang punggung produksi, dengan total output mencapai 213.398 unit selama tiga bulan pertama 202, lebih dari separuh total penjualan global Tesla. Untuk menjaga daya tarik produknya, Tesla juga menghadirkan strategi baru. Di China, konsumen kini bisa menikmati skema kredit hingga tujuh tahun dengan bunga rendah, lebih panjang dari tenor umum lima tahun. Melalui program ini, Model 3 dan Model Y bisa dimiliki dengan cicilan di bawah 2.000 yuan per bulan, setelah pembayaran uang muka sekitar 80.000 yuan. Meski kehilangan posisi puncak, BYD belum menyerah. Pada Maret saja, perusahaan berhasil menjual 300.222 kendaraan, meningkat tajam dibandingkan Februari. Dukungan Pemerintah daerah serta kenaikan harga bahan bakar turut mendorong daya tarik kendaraan BYD di pasar. Persaingan antara Tesla dan BYD dipastikan masih akan berlangsung sengit. Keduanya terus berinovasi melalui penyesuaian harga dan penambahan fitur untuk menarik konsumen. Untuk saat ini, Tesla boleh bernapas lega setelah kembali ke posisi teratas, meski tantangan mempertahankan dominasi tetap terbuka lebar. Sumber : voi.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
