|
06 Januari 2026
SPORTS - MOTOR
Guenther Steiner : Marc Marquez Adalah Max Verstappen-nya MotoGP
![]() Mantan kepala tim Haas F1, Guenther Steiner, yang secara resmi mengambil alih tim Tech3 MotoGP pada 1 Januari, telah berbicara tentang apa yang membuat olahraga ini begitu unik. Steiner, yang mengambil peran sebagai CEO dan pemilik bersama Tech3, mengatakan kepada Lottoland.co.uk: “Ini salah satu olahraga yang selalu saya sukai karena sangat seru. Balapannya sangat ketat, dan bakat para pebalap benar-benar terlihat. Di MotoGP, lebih banyak bergantung pada pebalap daripada di Formula Satu. Mereka bertarung satu lawan satu di atas motor – sangat keren untuk ditonton ketika mereka begitu dekat.” "Dari segi teknologi, motor-motornya sangat dahsyat… Saya selalu menyukai MotoGP, tetapi saya tidak pernah memiliki kesempatan untuk terlibat. Sekarang kesempatan itu datang, dan saya berkata, ‘Mari kita coba.‘" Dua nama menonjol di atas semua nama lain dalam sejarah MotoGP modern: Valentino Rossi dan Marc Marquez. Guenther Steiner menggambarkan Marquez, yang menyamai Rossi yang kini telah pensiun dengan sembilan gelar juara dunia musim lalu, sebagai "Max Verstappen-nya MotoGP". Menurut pernyataannya, Marc Marquez dan Valentino Rossi ditempatkan di level tertinggi dalam sejarah MotoGP. Ia menilai keduanya sebagai figur terbaik yang pernah ada di lintasan, bukan hanya karena prestasi, tetapi juga dampak besar yang mereka berikan pada olahraga tersebut. Pandangan ini menegaskan posisi Marquez dan Rossi sebagai tolok ukur bagi generasi pebalap berikutnya. Ia secara khusus menyebut Marc Marquez sebagai sosok yang setara dengan Max Verstappen di MotoGP. Menurutnya, Marquez memiliki keunggulan yang sulit ditandingi pebalap lain, dengan sedikit kelebihan ekstra yang membuatnya selalu menonjol. Karakter agresif, keberanian, dan kemampuan teknisnya dianggap sebagai kombinasi yang memberi perbedaan nyata di lintasan. Keunggulan Marc Marquez dinilai bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga insting balap yang kuat. Ia mampu mendorong batas motor dan dirinya sendiri untuk meraih hasil maksimal. Pandangan tersebut memperkuat anggapan bahwa Marquez adalah pebalap dengan aura dominan, yang mampu mengubah jalannya persaingan MotoGP saat berada dalam kondisi terbaik. Sementara itu, Valentino Rossi digambarkan sebagai sosok yang benar-benar unik. Ia disebut sebagai karakter sejati yang mampu melakukan apa saja di atas motor, baik dari sisi gaya balap maupun kepribadian. Rossi tidak hanya dikenal karena prestasinya, tetapi juga karena karisma dan pengaruh besarnya terhadap popularitas MotoGP secara global. Keunikan Valentino Rossi terletak pada kemampuannya menggabungkan bakat, pengalaman, dan daya tarik personal. Ia dianggap mampu beradaptasi dengan berbagai era dan motor, sambil tetap mempertahankan identitasnya. Hal inilah yang membuat Rossi dipandang berbeda dan sulit disamakan dengan pebalap lain, bahkan setelah karier panjangnya. Di sisi lain, Tech3 disebut sebagai tim milik pribadi tertua di MotoGP. Pendiri tim, Herve Poncharal, akan tetap berperan sebagai konsultan untuk membantu membimbing Steiner serta kepala tim baru Richard Coleman. Peran tersebut diharapkan menjaga kesinambungan pengalaman dan nilai historis Tech3 di tengah perubahan struktur tim. Sumber : ligaolahraga.com
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
