| » Pilih mana, Bagnaia Pergi atau Marquez Pensiun? « |
|
30 November 2025
SPORTS - MOTOR
Aprilia Harus Temukan Chemistry Untuk Martin Di Musim 2026
![]() Aprilia sedang mencari ‘chemistry‘ yang tepat antara Jorge Martin dan RS-GP di musim 2026. Hasil Jorge Martin di tahun 2026 akan bergantung pada penemuan ‘chemistry‘ yang tepat antara dirinya dan Aprilia RS-GP, ujar Technical Director Aprilia Racing Fabiano Sterlacchini. Tahun pertama kemitraan Martin-Aprilia melihat Juara MotoGP 2024 itu hanya menyelesaikan empat balapan dari 22 balapan saat pebalap Spanyol itu berjuang melawan cedera yang secara substansial menunda dan mengganggu proses adaptasinya dari Ducati Desmosedici yang dikendarainya sejak 2021 ke RS-GP Aprilia. Sterlacchini mengatakan bahwa pabrikan Noale perlu memulai kembali pada tahun 2026 dengan Martin, dan "menciptakan chemistry" antara pebalap Mallorca itu dan RS-GP. Ini bukan soal Aprilia membentuk RS-GP agar sesuai dengan Martin, tetapi juga proses Martin berusaha beradaptasi dengan motornya, yang jadi paket pemenang balapan bersama Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez di tahun 2025. “Pada akhirnya, kami banyak melakukan stop-and-go selama musim, jadi kami harus memulai kembali pada tahun 2026 dengan pendekatan yang lebih ‘membangun‘, selangkah demi selangkah,” kata Sterlacchini tentang musim pertama Aprilia bersama Jorge Martin, berbicara setelah tes Valencia pada 18 November. Situasi yang digambarkan menunjukkan perubahan besar dibandingkan awal 2025, ketika performa motor masih penuh tanda tanya. Kini motor tersebut terbukti kompetitif dan mampu memberikan hasil positif bahkan saat dikendarai lebih dari satu pebalap. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan teknis yang dilakukan tim telah bergerak ke arah yang benar dan menghasilkan peningkatan signifikan. Keyakinan ini menjadi dasar bahwa bersama Jorge perlu dibangun sebuah perpaduan yang lebih harmonis antara gaya berkendaranya dan karakter motor yang ia gunakan. Kombinasi tersebut penting agar keduanya dapat bekerja sebagai satu kesatuan yang selaras. Jorge tidak hanya harus memahami dinamika motor, tetapi juga mengadaptasikan gaya membalapnya untuk memaksimalkan potensi teknis yang tersedia. Proses adaptasi tersebut bukan hal baru karena sebelumnya Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez juga menempuh langkah serupa. Mereka menunjukkan bagaimana penyesuaian yang tepat dapat membantu pebalap menyesuaikan karakter motor dengan gaya berkendara pribadi. Pencapaian mereka menjadi contoh bahwa adaptasi bukan sekadar tuntutan teknis, tetapi kebutuhan penting untuk mencapai performa optimal. Meski begitu, kondisi saat ini memperlihatkan bahwa masih ada masalah tertentu pada motor yang belum dapat diatasi Jorge hanya melalui perubahan gaya berkendara. Ada batasan yang membuatnya kesulitan mengekstraksi potensi penuh motor, sehingga tim menyadari perlunya penyempurnaan teknis lebih lanjut. Upaya ini diperlukan agar hambatan tersebut tidak mengganggu konsistensi performanya. Oleh karena itu, tim menekankan bahwa prioritas saat ini bukan hanya meminta Jorge menyesuaikan diri, tetapi juga terus menyempurnakan motor secara berkelanjutan. Perbaikan ini diharapkan dapat menghilangkan kendala yang membuat Jorge belum menemukan kenyamanan penuh saat berada di lintasan. Dengan motor yang lebih responsif, proses adaptasi pun akan berjalan lebih natural. Pendekatan dua arah ini menjadi strategi utama: pebalap beradaptasi pada aspek yang bisa ia kendalikan, sementara tim memperkuat sisi teknis untuk menutup celah yang belum dapat diselesaikan. Dengan perpaduan tersebut, performa Jorge diharapkan meningkat signifikan dan mampu menandingi pencapaian rekan-rekannya yang sudah lebih dulu berhasil beradaptasi dengan karakter motor. Sumber : id.motorsport.com
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
